Custom Search

Minggu, 26 April 2015

Pengertian ekonomi

Ekonomi selalu dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang dalam misinya untuk mengejar kepuasan maksimum dari apa yang diinginkannya. Setiap orang di dunia ini bekerja keras untuk mendapatkan uang. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli satu atau beberapa barang dan jasa sekaligus. Misalnya Pak Andi memproduksi mebel rotan untuk dijual atau diekspor ke luar negeri. Pak Andi mendistribusikan hasil kerajinan mebel rotannya dengan memakai jasa perusahaan pengangkutan luar negeri. Dari hasil penjualannya, Pak Andi lalu mendapatkan sejumlah keuntungan, yang mana sebagian keuntungan tersebut dipakai oleh Pak Andi untuk konsumsi sehari-hari. Coba perhatikan, apa yang dilakukan Pak Andi secara garis besarnya adalah berupa kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Dilihat dari definisi per kata-nya, ekonomi berarti kegiatan mengatur rumah tangga. Lalu apa tujuan dari kegiatan tersebut? Yaitu untuk memaksimalkan potensi kemampuan atau sumber daya yang dimilikinya agar meraih tingkat hasil tertinggi. Poin utamanya disini adalah melakukan pengaturan sumber daya. Bisa dikatakan juga suatu manajemen rumah tangga. Di dalam suatu rumah tangga, tentu memiliki sejumlah sumber daya yang berbeda-beda. Seperti misalnya, keahlian manajemen, modal uang, modal barang, dan lain sebagainya. Nah, ilmu ekonomi disini berperan untuk memahami cara pengaturan yang paling efektif agar kombinasi segala sumber daya tersebut bisa menghasilkan kepuasan yang tertinggi. Kepuasan tersebut adalah sejumlah keuntungan berupa uang. Keuntungan tersebut lalu diusahakan untuk semakin terakumulasi sehingga pelaku kegiatan ekonomi akan mampu untuk menikmati kesejahteraan dalam hidupnya.

Jadi, ekonomi mempunyai peranan yang sangat penting sekali bagi para individu maupun kelompok yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya menuju kesejahteraan. Jika tidak mempunyai pemahaman ekonomi yang mencukupi, maka kecil kemungkinannya untuk mampu keluar dari kehidupan yang biasa menuju ke kehidupan yang makmur.

Sabtu, 25 April 2015

Pengertian distribusi

Jika anda ingin memperoleh suatu barang, apakah anda akan mencarinya ke produsen langsung? Atau langsung ke pabriknya? Mungkin anda akan mendapatkan barang yang anda inginkan, tapi pada umumnya anda akan pergi ke suatu toko terdekat di rumah anda dan membeli barang tersebut. Lalu apakah toko tersebut memproduksi sendiri barang itu? Tentu saja tidak. Toko tersebut hanya berperan untuk menjualkan barang milik produsen. Jadi, toko bisa dibilang mempunyai peran untuk mendistribusikan atau menjualkan barang tersebut kepada anda.

Dengan deskripsi di atas, bisa dikatakan bahwa distribusi adalah aktivitas menyalurkan barang dari pabrik atau seseorang yang memproduksi suatu barang kepada pembeli yang membutuhkan barang tersebut. Orang atau lembaga yang menyalurkan barang kepada pembeli disebut distributor. Dalam aktivitasnya menyalurkan barang tersebut, distributor memperoleh keuntungan dari kelebihan harga yang diterapkan di atas harga produsen. Walaupun mungkin keuntungan yang diperoleh oleh distributor lebih kecil daripada keuntungan yang didapat oleh pemilik toko, volume penjualan yang besar dan jaringan penjualan yang luas akan membuat distributor memperoleh keuntungan besar. Apalagi jika oleh produsen, seseorang atau lembaga tersebut ditunjuk sebagai satu-satunya distributor, alias distributor tunggal, tentu banyak keuntungan yang bisa diraih.

Dalam perekonomian, kegiatan distribusi adalah sektor yang sangat vital. Tanpa distribusi, barang yang diproduksi oleh pabrik tidak akan sampai ke konsumen. Jika barang tidak sampai ke tangan konsumen, maka darimana pabrik akan memperoleh keuntungan untuk melanjutkan kegiatan produksinya? Maka dari itu, hubungan kerja antara produsen dan distributor biasanya sangat erat dan saling menguntungkan. Masing-masing dari mereka saling membutuhkan. Jadi, kegiatan distribusi tidak akan bisa dilepaskan dari kegiatan produksi. Dua-duanya elemen yang sangat penting dalam lancarnya kegiatan ekonomi.

Jumat, 24 April 2015

Pengertian barang

Coba lihat ke dalam kamar anda, ada apa sajakah? Mungkin anda akan melihat tempat tidur, lemari pakaian, meja belajar, rak buku, rak sepatu, kursi, TV, DVD player, sepatu, sandal, dan lain sebagainya. Anda akan mengatakan bahwa itulah yang dimaksud dengan barang. Suatu objek yang bisa anda manfaatkan untuk keperluan hidup anda, yang memiliki suatu nilai tertentu sehingga saat anda menggunakannya, anda akan merasa telah mendapatkan suatu manfaat atau keuntungan. Di manakah anda akan tidur jika anda tidak memilki tempat tidur? Di mana anda akan menyimpan pakaian anda? Apa yang akan anda pakai di kaki anda jika anda ingin ke luar rumah? Semua objek yang anda pakai atau manfaatkan itu memiliki suatu nilai guna yang memberikan anda kenyamanan dan manfaat. Sesuatu yang berwujud dan bernilai ekonomis, itulah yang disebut dengan barang. Jika sesuatu tersebut tidak memiliki manfaat, maka hanya bisa disebut sebagai suatu benda.

Kehidupan keseharian kita tentu tidak akan pernah lepas dari menggunakan sesuatu barang. Suatu objek yang bisa dipegang, dirasakan, dimanfaatkan dan bahkan bisa dibawa kemana saja merupakan definisi dari barang. Ciri-cirinya antara lain mempunyai perwujudan, punya nilai tertentu dan manfaat spesifik yang bisa dirasakan saat digunakan, serta nilainya bisa berkurang jika terus-menerus digunakan.

Ada berbagai macam barang berdasarkan cara memperoleh, kegunaan, proses pembuatan, dan berdasarkan hubungannya dengan barang lain. Tapi, pada intinya, kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh barang yang kita inginkan, tergantung dari seberapa besar kemampuan kita untuk mendapatkannya. Kita hidup di suatu sistem ekonomi yang membolehkan kita untuk berusaha mendapatkan segala yang kita inginkan dengan cara-cara yang sah.

Sabtu, 10 Januari 2015

Tujuan jangka panjang promosi

Perlu senantiasa diingat bahwa para pemasar tidak menyelenggarakan tindakan promosi hanya sekedar untuk memberikan informasi, untuk memberikan pendidikan dan untuk memberikan hiburan.

Mereka melaksanakan komunikasi dengan individu-individu, dengan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi guna melancarkan pertukaran-pertukaran.

Salah satu tujuan jangka panjang promosi adalah mempengaruhi dan merangsang para pembeli untuk menerima atau mengadopsi barang-barang.

Dalam hubungan ini perlu kita mengingat bahwa proses adopsi sesuatu produk bukanlah merupakan sebuah proses satu langkah. Diterimanya sesuatu produk justru merupakan suatu proses yang terdiri dari macam-macam tahapan dan langkah (A multistep process).

Walaupun ada macam-macam cara untuk memperbincangkan proses adopsi produk, dapat dikemukakan bahwa salah satu pendekatan yang banyak dimanfaatkan adalah memandangnya sebagai suatu proses yang terdiri dari 5 macam tahapan.

Adapun tahapan tersebut sebagai berikut :
Tahap I — Disadarinya adanya sesuatu produk baru yang sebelumnya belum diketahui (AWARENESS);
Tahap II — Timbulnya minat terhadap produk tersebut (INTEREST):
Tahap III — Dilaksanakannya pengevaluasian (EVALUATION);
Tahap IV — Diuji-cobanya produk tersebut (TRIAL);
Tahap V — Diterimanya produk tersebut (ADOPTION).

Keterangan :
Pada tahap I (Awareness), para individu mulai menyadari bahwa produk yang bersangkutan ada, tetapi mereka tidak memiliki banyak informasi tentangnya dan mereka tidak bergairah untuk mendapatkan lebih banyak informasi.

Mereka mulai memasuki tahapan "interest", sewaktu mereka termotivasi untuk mendapatkan informasi tentang sifat-sifat, kegunaan, keuntungan penggunaan kerugian penggunaan, harga atau tempat produk yang bersangkutan.

Selama fase evaluasi, maka para individu tersebut mempertimbangkan apakah kiranya produk tersebut akan memenuhi kriteria tertentu, yang bersifat kritikal bagi kebutuhan-kebutuhan khusus mereka.

Pada tahapan percobaan (Trial) mereka mencoba menggunakan produk tersebut untuk pertama kalinya, dengan jalan misalnya membeli jumlah sedikit dari produk tersebut, atau mencoba menggunakan sampel gratis, atau meminjam produk tersebut dari teman-teman mereka.

Kemudian para individu memasuki tahapan adopsi, sewaktu mereka memilih produk spesifik tersebut, sewaktu mereka memerlukan produk tertentu dengan tipe umum demikian.

Tetapi, kelirulah apabila kita menganggap bahwa seseorang individu karena ia memasuki proses adopsi, bahwa ia akhirnya akan menerima produk baru tersebut. Keputusan penolakan (Rejection) dapat saja terjadi pada setiap tahapan, termasuk pada tahapan adopsi.
Baik adopsi produk maupun penolakan produk, dapat bersifat sementara, atau permanen.

Apabila sebuah organisasi mengintroduksi produk baru tertentu di pasaran, maka orang-orang tidak semua memulai proses adopsi pada saat yang bersamaan, dan mereka tidak bergerak melalui proses tersebut dengan kecepatan yang sama.

Ada yang memasuki proses tersebut agak cepat, dan ada pula yang memasuki proses tersebut agak lambat.

Dan sudah tentu, untuk kebanyakan produk, terdapat adanya kelompok yang dinamakan "Nonadopters" yang tidak pernah memulai proses adopsi.

Menurut Everett M. Rogers terdapat adanya lima kategori pihak yang mengadopsi sesuatu produk, yang masing-masing dinamakannya :
I. Para INNOVATOR:
II. Kelompok EARLY ADOPTERS:
III. Kelompok EARLY MAJORITY;
IV. Kelompok LATE MAJORITY;
V. Kelompok LAGGARDS.

Keterangan :
Para inovator, merupakan kelompok pertama yang mengadopsi sebuah produk baru. Mereka amat senang mencoba sesuatu produk baru, dan mereka senang berpetualang dalam hal mencoba produk baru.

Kelompok ke II (EARLY ADOPTERS) yaitu pihak yang mengadopsi sesuatu produk secara dini, memilih produk-produk baru secara hati-hati, dan mereka sering dianggap oleh kategori-kategori pengadopsi lainnya sebagai kelompok yang dapat diminta pendapat mereka.

Para individu pada kelompok ke III, (EARLY MAJORITY), kelompok majoritas dini, melaksanakan tindakan adopsi, sebelum hal tersebut dilakukan orang rata-rata. Mereka penuh pertimbangan dan hati-hati dalam hal memilih dan mencoba produk baru.

Kelompok ke IV (LATE MAJORITY) merupakan orang-orang yang skeptis tentang produk-produk baru; mereka eventuil akan mengadopsi produk-produk baru karena terdorong oleh karena kebutuhan ekonomi atau karena adanya tekanan sosial.

Akhirnya kelompok ke V (LAGGARDS) yaitu kelompok konsumen yang "terlambat" mengadopsi produk baru, barulah pada akhirnya mengadopsinya, karena mereka berorientasi pada masa lampau.

Mereka cenderung mencurigai produk-produk baru, dan sewaktu akhirnya mereka menerimanya, ada kemungkinan bahwa produk tersebut sudah mulai diganti produk yang lebih baru lagi.

Dalam rangka melaksanakan upaya-upaya promosional, maka setiap pemasar perlu mengingat bahwa orang-orang yang berada pada kategori pengadopsi yang berbeda-beda, seringkali memerlukan bentuk-bentuk komunikasi yang berbeda-beda dan tipe-tipe informasi yang berbeda-beda pula.

Sumber-sumber daya promosional

Kualitas sumber-sumber daya promosional sesuatu organisasi mempengaruhi jumlah dan intensitas relatif metode-metode promosional, yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah bauran promosi.
Andaikata anggaran promosional sesuatu perusahaan sangat terbatas jumlahnya, maka besar kemungkinan bahwa perusahaan tersebut lebih banyak mengandalkan diri pada sistem penjualan tatap muka, mengingat bahwa lebih mudah mengukur kontribusi seorang tenaga penjual terhadap penjualan dibandingkan dengan upaya mengukur kontribusi yang dihasilkan oleh pengiklanan.

Setiap perusahaan perlu memiliki anggaran promosional besar, andaikata ia akan menerapkan aktivitas-aktivitas pengiklanan regional atau nasional dan aktivitas promosi penjualan.
Organisasi-organisasi yang memiliki sumber-sumber daya promosional dalam jumlah banyak, dapat memasukkan lebih banyak ingredien ke dalam bauran promosi mereka.
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sesuatu organisasi, juga mempengaruhi tipe-tipe promosi yang akan diterapkan.

Andaikata sasaran sebuah perusahaan adalah menciptakan situasi di mana para calon pembeli mulai mengenal sebuah barang keperluan sehari-hari, baru (A new convenience good), maka besar kemungkinan bahwa ia akan menekankan penggunaan :
- pengiklanan:
- promosi penjualan:
- publisitas.

Andaikata sebuah perusahaan ingin mendidik para calon pembeli tentang sifat-sifat barang-barang tahan lama, seperti misalnya peralatan rumah tangga, maka bauran promosinya mungkin berupa pengiklanan dalam jumlah yang moderat, mungkin dikombinasi dengan upaya promosi penjualan yang dirancang demikian rupa hingga para calon pembeli dapat dirangsang untuk mengunjungi toko-toko yang menjualnya secara eceran, dan banyak sekali upaya penjualan tatap muka dimanfaatkan untuk mencapai sasaran yang dikemukakan.

Andaikata sasaran sebuah perusahaan adalah untuk merangsang penjualan barang-barang konsumsi sekali pakai, maka bauran promosinya mungkin sangat menitikberatkan pengiklanan dan upaya promosi penjualan.

Ada elemen lain yang perlu dipertimbangkan para pemasar, apabila mereka merencanakan sebuah ramuan promosi, yaitu : apakah mereka akan menerapkan kebijaksanaan "menarik" atau "mendorong" (A push policy or a pull policy).

Yang dimaksud dengan sebuah "Push policy" yaitu kebijaksanaan, di mana sang produsen hanya mempromosi produknya ke lembaga berikutnya pada saluran pemasaran yang ada.

Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa pada sebuah saluran pemasaran, di mana terdapat kelompok grosir dan para pedagang eceran, maka sang produsen melaksanakan promosi pada grosir, karena dalam kasus ini sang grosir merupakan anggota saluran (pemasaran) berikutnya yang berada di bawah posisi produsen tersebut.

Sebuah perusahaan yang menerapkan kebijaksanaan "menarik", melaksanakan promosi secara langsung kepada para konsumen dengan intensi mengembangkan permintaan kuat dari pihak lonsumen akan produk-produk yang ditawarkan.

Apabila permintaan konsumen cukup kuat, maka para konsumen akan mencari produk-produk tersebut pada toko-toko yang berniaga secara eceran, dan para pengecer akan merasakan permintaan tersebut, dan mereka akan mendatangi para grosir atau produsen untuk membeli produk-produk tersebut.

Kebijaksanaan "menarik" bertujuan untuk menarik barang-barang ke bawah melalui saluran (pemasaran) yang ada, dengan jalan menciptakan permintaan pada tingkat konsumen.

Guna menstimulasi permintaan konsumen secara intensif, maka sebuah organisasi biasanya harus mengandalkan diri pada pengiklanan, dan kadang-kadang perlu pula digunakan cara promosi penjualan.

Jumat, 09 Januari 2015

Pengertian promosi penjualan

Promosi penjualan merupakan sebuah aktivitas dan atau bahan yang bertindak sebagai perangsang langsung, yang menawarkan nilai tambah atau insentif untuk produk tertentu, kepada pihak yang menjualnya kembali (Resellers) para tenaga penjual, dan para pelanggan.

Hendaknya kita jangan mencampuradukkan istilah promosi penjualan dengan istilah promosi, karena promosi penjualan hanya bagian tertentu dari bidang promosi yang bersifat lebih komprehensif.
Ia meliputi upaya di luar tindakan penjualan tatap muka, pengiklanan, dan publisitas.

Dewasa ini terlihat gejala di luar negeri seperti misalnya di Amerika Serikat, bahwa para pemasar, mengeluarkan biaya 1 ½ kali lipat jumlah yang dikeluarkan untuk promosi penjualan dibandingkan dengan pengeluaran untuk pengiklanan.

Seringkali para pemasar memanfaatkan promosi penjualan guna memperbaiki efektivitas dari ingredien lain pada bauran promosi, terutama aktivitas pengiklanan dan penjualan tatap muka.

Metode-metode promosi penjualan termasuk dalam dua kelompok besar, hal mana tergantung dari audiensi yang menjadi tujuan.

Apa yang dinamakan "CONSUMER SALES PROMOTION METHODS", merupakan metode-metode yang ditujukan kepada para konsumen dan mereka kadang-kadang berbentuk :
— kupon-kupon (berhadiah);
— sampel-sampel yang dibagikan secara cuma-cuma;
— demonstrasi-demonstrasi;
— kontes-kontes.

Di lain pihak metode-metode promosi penjualan yang memusatkan perhatian pada kelompok grosir, para pengecer, dan para tenaga penjual (Sales persons) lazim dinamakan orang "TRADE SALES PROMOTION DEVICES".

Mereka dirancang khusus untuk merangsang para penjual kembali (Resellers) untuk menyediakan dan secara agresif memasarkan produk khusus tertentu.
Contoh-contohnya adalah misalnya :
— kontes-kontes penjualan;
— barang-barang yang diberikan secara cuma-cuma (Free merchandise);
— aneka macam display.

Pengertian Pengiklanan (Advertising)

Pengiklanan merupakan sebuah bentuk komunikasi nonpersonal yang harus diberikan imbalan (pembayaran) tentang sebuah organisasi dan atau produk-produknya yang ditransmisi kepada sebuah audiensi sasaran dengan bantuan sebuah medium massa.

Para individu dan organisasi-organisasi menggunakan pengiklanan untuk tujuan mempromosi barang-barang, jasa-jasa, ide-ide, issue-issue dan orang-orang sebagai kandidat politikal.

Mass media yang biasanya dipilih guna mentransmisi pengiklanan adalah :
— televisi;
— radio;
— surat-surat kabar;
— majalah-majalah;
— surat-surat yang dikirim secara langsung kepada calon-calon pembeli;
— kendaraan-kendaraan massa (bis — tram);
— display luar; (Billboards dan sebagainya);
— surat-surat selebaran;
— katalog;
— buku-buku pedoman.

Ada macam-macam keuntungan yang dapat diraih melalui pengiklanan seperti misalnya :
— ia dapat merupakan metode promosional yang teramat efisien dipandang dari sudut biaya, karena ia dapat menjangkau sejumlah besar orang dengan biaya yang rendah per kepala;
— pengiklanan dapat memungkinkan pihak yang mengiklankan mengulangi pesan yang bersangkutan berulang kali;
— pengiklanan dapat menimbulkan pengaruh baik atas citra umum perusahaan yang bersangkutan.

Tetapi, tentu ada pula kerugian-kerugian yang berhubungan dengannya.
Sekalipun biaya per orang yang dijangkau adalah rendah tetapi ada kemungkinan bahwa pengeluaran dalam bentuk rupiah absolut sangat tinggi.
Biaya tersebut dapat menghalangi penggunaannya dalam ramuan promosi.
Di samping itu dapat dikatakan bahwa pengiklanan jarang sekali dapat menghasilkan feedback cepat; sulit untuk mengukur efeknya atas volume penjualan.
Apabila dibandingkan dengan penjualan tatap muka, maka pengiklanan biasanya kurang dampak persuasifnya atas para calon pembeli.

Demikian penjelasan tentang pengertian pengiklanan atau advertising. Semoga cukup untuk memberi anda informasi tentang hal tersebut. Walaupun artikel ini singkat, tapi menurut kami sudah cukup padat pembahasannya.