Minggu, 19 Oktober 2014

Teori Upah

a. Teori Upah Alami (wajar)
Menurut David Ricardo, upah yang wajar adalah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja beserta keluarganya dan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Jika upah rata-rata terlalu tinggi, barang yang dihasilkan akan berharga tinggi dan dapat berakibat tidak laku dijual dan akhirnya perusahaan tidak mampu bertahan. Sebaliknya jika upah rata-rata terlalu rendah berarti membiarkan pekerja hidup miskin atau tidak wajar.
Berapa tinggi upah yang wajar? Hal itu oleh Ricardo diserahkan kepada hukum alam berdasarkan permintaan dan penawaran di pasar. Karena itu teori Ricardo dikenal sebagai upah alam.

b. Teori upah besi
Menurut Ferdinand Lassale, upah tenaga kerja yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran di pasar akan tertekan ke bawah. Hal itu disebabkan karena pengusaha selalu ingin mendapar laba yang sebesar-besarnya. Ditinjau dari segi penawaran, posisi pekerja dapat dikatakan berada pada pihak yang lemah. HaI itu disebabkan sifat tenaga kerja berbeda dengan barang yang diperjualbelikan, yaitu
1) Tenaga kerja tidak dapat disimpan, setiap hari memerlukan makan, dan apabila tenaga kerja tersebut pada hari itu tidak terpakai akan hilang begitu saja tanpa memperoleh bayaran.
2) Tenaga kerja beserta keluarganya tidak mudah dipindahkan untuk mengisi kekurangan tenaga di tempat lain.
Sehubungan dengan itu, pihak pekerja seolah-oleh menghadapi hukum upah besi yang sukar ditembus. Akhirnya mereka terpaksa menerima ketentuan upah yang rendah sehingga hanya cukup untuk memenuhi keburuhan hidup minimum (upah besi) menurut Lassale, untuk menghadapi hukum upah besi tersebut para pekerja perlu membentuk serikat pekerja yang dapat memperjuangkan kepentingan bersama.

c. Teori upah etika
Menurut teori ini, pembayaran upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum merupakan perbuatan yang tidak etis. Upah ideal besarnya harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak bagi pekerja beserta keluarganya. Untuk itu, selain upah, tenaga kerja perlu diberi tunjangan keluarga.
Pada hakikatnya yang dimaksud dengan upah atau gaji adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada seseorang yang telah bekerja untuk menghasilkan barang atau jasa. Dalam hal ini David Ricardo mengangap upah sebagai harga dari tenaga yang telah dikorbankan untuk keperluan produksi.
Kenyataan yang diterima oleh pekerja tidak selalu seperti yang dikemukakan oleh David Ricardo. Misalnya ada pekerja atau pegawai yang menerima tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, biaya pengobatan, atau tunjangan sosial lainnya. Ada pula tunjangan yang diberikan dalam bentuk natura seperti bahan makanan, pakaian, fasilitas kendaraan, dan sebagainya.
Hal yang penting bagi pekerja bukan sernata-mata tingginya upah, melainkan berapa banyak barang yang dapat dibeli/didapat. Dalam hal ini, upah dapat dibedakan menjadi:
1) upah nominal, yaitu upah yang dinyatakan dengan uang, dan
2) upah riil, yaitu jumlah barang dan jasa yang dapat dibeli dengan upah nominal.

Sistem Upah yang Berlaku di Indonesia

Di lndonesia dikenal beberapa sistem pemberian upah, yaitu sebagai berikut.
a. Upah Menurut Waktu
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada lama bekerja seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu, atau per bulan. Misalnya pegawai negeri dibayar per bulan, pekerja bangunan dibayar per hari/mingguan atau upah lembur dibayar per jam. Kebaikan sistem ini adalah pekerja tahu persis beberapa jumlah upah yang akan diterima selama periode waktu tertentu. Kelemahannya, kurang memberi dorongan kepada pekerja untuk meningkatkan prestasinya.
b. Upah menurut satuan hasil
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misalnya upah penjahit dihitung per potong baju. Upah pemetik daun teh dihitung per kilo dan upah tukang cat tembok dihitung per meter persegi. Kebaikan sistim ini adalah ada dorongan untuk bekerja lebih giat bagi para pekerja. Kelemahannya, demi untuk mengejar kuantitas, hasil pekerjaan biasanya kurang cermat.
c. Pembayaran upah borongan
Pembayaran upah borongan berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Sistem ini biasanya diterapkan untuk pekerjaan yang sulit dihitung per satuan. Misalnya upah untuk memperbaiki mobil rusak, membangun rumah, atau pekerjaan lain yang dilakukan oleh beberapa orang. Sistem ini ada persamaannya dengan upah satuan hasil termasuk kebaikan kelemahannya. Perbedaannya adalah pekerjaan borongan biasanya dilakukan lebih dari seorang sehingga koordinasi pekerjaan dipegang oleh pemborong.
d. Sistem bonus
Sistem ini dapat dikatakan sebagai salah satu usaha untuk memperbaiki kelemahan cara pembayaran upah tersebut pada poin 1 dan 2. Sistem bonus adalah pembayaran tambahan di luar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar para pekerja menjalankan tugas lebih baik dan penuh tanggung jawab. Dengan jalan ini diharapkan keuntungan perusahaan meningkat. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh makin besar bonus yang diberikan kepada pekerja.
e. Sistem mitra usaha
Pembayaran upah dalam sistem ini sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan. Saham tersebut tidak diberikan kepada pekerja secara perorangan, tetapi kepada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan jalan ini organisasi pekerja sebagai pemegang saham dianggap ikut memiliki perusahaan tersebut. Hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja yang semula dikenal sebagai majikan dan buruh meningkat menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja. Saham perusahaan yang diberikan pada pekerja dapat diberikan kepada organisasi pekerja atau kepada koperasi karyawan di perusahaan tersebut.

Sejarah penemuan virus

Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukannya mikroskop oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). Berkat penemuan mikroskop tersebut, berbagai penelitian tentang objek-objek mikroskopis mulai berkembang. Berbagai penelitian itu kemudian berkembang semakin pesat sejalan dengan perkembangan mikroskop. Mikroskop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150x ukuran asli. Dengan teknik dan susunan lensa yang semakin disempurnakan, mikroskop cahaya mampu melihat objek hingga perbesaran 1.000x. Kini, dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek mikroskopis dengan lebih detail.
Perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri, dan partikel mikroskopis yang akan dipelajari berikut, yaitu virus.
Penemuan virus melalui perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari banyak ilmuwan. Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan pada daun tembakau. Seorang ilmuwan Jerman bernama Adolf Mayer mendapatkan bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Mayer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
Percobaan itu diulang oleh ilmuwan Rusia, Dmitri Ivanovski. Pada saat itu, lembaga Pasteur di Paris telah berhasil menemukan suatu .filter (saringan) yang dapat menyaring bakteri. Ivanovski menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil penyaringan kemudian dioleskan pada tanaman sehat. Tanaman sehat tersebut kemudian menjadi tertular. Ivanovski menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaring bakteri.
Pada tahun 1897, Martinus Beijerinck, ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukkan bahwa partikel tersebut tidak mati saat dimasukkan dalam alkohol, berbeda dengan bakteri yang mati ketika dimasukkan dalam alkohol. Beijerinck menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Akan tetapi, Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel itu.
Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika, Wendell Stanley, berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Partikel mikroskopis tersebut kemudian dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau virus mosaik tembakau. Sejak itu, penelitian tentang virus terus berkembang. Cabang biologi yang mempelajari virus adalah virologi (Biggs et al. 2004; Solomon et al. 2005).

Robert Owen

Robert Owen adalah pelopor sosialisme Inggris dan tokoh terkemuka dari gerakan sosialis-utopian pada awal abad kesembilan belas. Owen juga seorang praktisi sosial dan pembaru ekonomi. Sebagai seorang manajer dan bagian dari pemilik sejumlah industri pabrik dan komunitas industri, ia mencoba memanusiakan kondisi pabrik pada abad kesembilanbelas di Inggris dan berusaha meningkatkan standar hidup orang-orang yang bekerja di sana. Owen dan sejumlah rekan pengusaha yang kaya membeli New Lanark, sebuah pabrik kuno di dataran Skotlandia, dari ayah istrinya seharga 60.000 poundsterling.
Selama beberapa tahun Owen berhasil mengubah New Lanark menjadi model masyarakat. Kondisi kerja yang baik, kualitas output yang tinggi, laba yang bagus dan para pekerja sangat puas dan mengidolakan Owen. Tetapi Owen bahkan ingin lebih banyak lagi berbuat untuk penduduk New Lanark. Akan tetapi ia terhalang oleh tuntutan dari rekan pemilik pabrik lainnya untuk mendapatkan laba dan oleh tekanan dari pesaingnya yang tetap mengabaikan pekerja mereka demi mengurangi biaya produksi. Owen akhirnya sadar bahwa reformasinya ini harus menjadi universal, sehingga tidak ada lagi pengusaha yang bisa mendapatkan keuntungan kompetitif dengan menggunakan tenaga kerja anak-anak yang murah, menganiaya pekerja mereka, atau tidak memberi pendidikan bagi anak-anak pekerja.
Tidak ada penemuan Owen yang berhubungan dengan ilmu ekonomi; tidak ada teori, modal analisis atau teknik yang menyandang namanya. Fokusnya terutama adalah masalah kebijakan, dan dalam hal inilah Owen menjadi seorang pelopor. Semua undang-undang tenaga kerja kontemporer, seperti pembatasan tenaga kerja anak-anak dan penentuan upah minimum dan kondisi kerja yang layak berasal dari Owen. Pandangan bahwa untuk menghapus kemiskinan diperlukan pendidik dan pengembangan sumber daya manusia juga berasal dan Owen.
Sumber: Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia

Sabtu, 18 Oktober 2014

Sistem pernapasan pada protozoa dan hewan

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, makhluk hidup mempunyai susunan alat pernapasan yang berbeda-beda. Alat pernapasan hewan darat berbeda dengan yang hidup di air atau di dalam tanah.
Sistem pernapasan hewan pada dasarnya berupa alat pemasukan dan alat pengangkutan udara. Bila tidak mempunyai alat pernapasan khusus, pertukaran gas dilakukan dengan difusi secara langsung lewat permukaan tubuhnya. Berikut ini dijelaskan secara singkat sistem pernapasan pada protozoa dan berbagai kelompok hewan.

A. Sistem Pernapasan pada Protozoa
Contoh protozoa misalnya Amoeba dan Paramecium.
Amoeba atau Paramecium tidak mempunyai alat pernapasan. Demikian pula protozoa yang lain. Pernapasan dilakukan melalui seluruh permukaan selnya. Oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar melalui membran sel secara difusi.

B. Sistem Pernapasan pada Cacing
Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Pernapasan cacing dilakukan melalui permukaan kulit yang basah. Oksigen masuk ke tubuh cacing tanah melalui kulit. Kemudian oksigen masuk ke pembuluh darah kapiler. Oksigen ini diikat oleh pigmen darah yaitu hemoglobin. Hemoglobin cacing tanah larut dalam plasma darah. Oksigen yang terikat dalam hemoglobin ini kemudian diedarkan ke seluruh sel tubuh.

C. Sistem Pernapasan Pada Serangga
Pernapasan serangga dilakukan dengan menggunakan sistem trakea. Udara keluar masuk melalui lubang-lubang di kedua sisi tubuhnya. Lubang-lubang pernapasan tersebut dinamakan spirakel. Pada setiap ruas tubuh terdapat sepasang spirakel yaitu sebuah di sebelah kiri dan sebuah lagi di sebelah kanan. Spirakel selalu terbuka dan merupakan muara pembuluh-pembuluh trakea. Trakea bercabang-cabang menjadi trakeolus. Trakeolus bergabung menjadi pembuluh halus yang mencapai seluruh sel-sel tubuh.
Proses pernapasan serangga terjadi karena gerakan otot tubuh secara teratur. Kontraksi otot-otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui spirakel. Selanjutnya, udara masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbon dioksida hasil pernapasan diangkut melalui sistem trakea dan akhirnya dikeluarkan melalui spirakel. Karbon dioksida keluar dari tubuh pada waktu trakea mengempis.
Pada serangga yang hidup di air, misalnya nimfa, terdapat insang trakea. Alat ini mempunyai permukaan yang sangat halus untuk memperoleh oksigen di dalam air secara difusi.

Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan hanya dapat hidup di air dan mempunyai alat pernapasan yang khusus. Ikan bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Tkan bertulang sejati, misalnya ikan mas, mempunyai tutup insang atau operkulum. Insang mempunyai lembaran halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler darah sehingga berwarna merah.
Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya meluas membentuk lipatan tidak teratur yang disebut labirin. Rongga labirin berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan tersebut dapat hidup di lingkungan yang kurang oksigen. Contohnya ikan gabus, gurame, dan betok.
Mulut dan tutup insang selalu membuka dan menutup. Pada waktu mulut ikan membuka, air masuk ke dalam rongga mulut dan tutup insang menutup. Air kemudian mengalir melalui insang. Air tersebut disaring oleh rigi-rigi pada lengkung insang kemudian masuk ke insang. Insang mempunyai lembaran halus yang mengandung pembuluh darah. Pengikatan oksigen dan pelepasan karbon dioksida terjadi di dalam insang. Oksigen diikat oleh sel darah merah, sedangkan karbon dioksida meninggalkan darah dan larut ke dalam air.
Oksigen dalam darah diedarkan ke semua bagian tubuh oleh pembuluh nadi. Setelah oksigen diambil oleh sel-sel tubuh, darah berkumpul lagi di pembuluh balik untuk kembali ke jantung. Oleh jantung, darah dipompa lagi ke insang.
Demikianlah artikel singkat tentang sistem pernapasan pada ikan. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan anda. Silahkan tuangkan komentar anda di kolom komentar. Terima kasih.

Sistem Pernapasan pada Burung

Burung adalah hewan yang dapat terbang. Pada saat terbang sayapnya digerakkan oleh otot-otot dada. Gerakan otot dada pada saat terbang dapat mengganggu pengambilan udara dengan paru-paru. Oleh karena itu, selain mempunyai paru-paru, burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut kantong udara. Kantong udara ini berhubungan dengan paru-paru. Fungsi kantong udara adalah:
1. membantu pernapasan waktu terbang
2. membantu membesarkan ruang siring sehingga dapat memperkeras suara
3. menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh hingga tidak kedinginan
4. membantu mencegah hilangnya panas badan yang terlalu besar.
Burung umumnya mempunyai kantong udara berjumlah sembilan buah, yaitu dua buah kantong udara leher, sebuah kantong udara antartulang selangka, dua buah kantong udara dada depan, dua buah kantong udara dada belakang, dan dua buah kantong udara perut.
Saluran pernapasan burung terdiri atas lubang hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru. Pada percabangan tenggorokan terdapat alat suara atau siring. Siring selaput yang bergetar dan menghasilkan bunyi jika dilewati udara.
Pada saat terbang, udara dihisap masuk melalui paru-paru menuju kantong udara. Selama terbang, pernapasan burung terutama menggunakan cadangan udara di dalam kantong udara. Pada waktu sayap diangkat ke atas, kantong udara di ketiak mengembang sehingga udara masuk. Bila sayap diturunkan, kantong udara ketiak mengempis, kantong udara antar korakoid mengembang dan udara keluar. Pengambilan oksigen oleh darah terjadi di paru-paru.
Karena mempunyai kantong udara, maka darah dapat meng.ambil oksigen dari udara yang ada di dalam kantong udara. Dengan demikian burung dapat memenuhi kebutuhan oksigen pada saat terbang.
Pada saat terbang burung sesekali melayang tanpa menggerakkan sayap. Pada saat itu, burung mengisi kembali kantong udaranya. Burung juga mengisi kantong udara pada waktu hinggap.