Kamis, 30 Oktober 2014

Pengertian Komposisi Penduduk

Susunan penduduk atau sering juga disebut komposisi penduduk adalah suatu jumlah penduduk tertentu menurut karakteristik atau ciri-cirinya seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, tempat tinggal, dan lain-lain.

Kegunaan Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk sangat berguna untuk berbagai maksud dan tujuan di bidang kependudukan berikut.
a. Mengetahui sumber daya yang ada menurut umur dan jenis kelamin.
b. Mengambil kebijakan yang berhubungan dengan kependudukan.
c. Menentukan dasar perencanaan pembangunan.

Macam-Macam Komposisi Penduduk
Berikut komposisi penduduk yang dianggap penting.
a. Komposisi Penduduk Menurut Umur
Komposisi penduduk menurut umur adalah pengelompokan penduduk berdasarkan umur tertentu. Misalnya, umur 0 - 4 tahun, 5 - 9 tahun, 10 - 14 tahun, dan seterusnya.
b. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin adalah pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk sehingga dengan mudah dapat dihitung tentang beberapa hal berikut.
1) Ratio jenis kelamin (sex ratio).
2) Angka ketergantungan (dependency ratio).
3) Lapangan kerja yang dibutuhkan.
4) Kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
5) Perkiraan jumlah kelahiran (pertumbuhan penduduk) yang akan datang.
Komposisi penduduk sangat diperlukan untuk mengetahui rasio jenis kelamin (sex ratio) dan angka ketergantungan (dependency ratio) suatu wilayah atau negara.
1) Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Rasio jenis kelamin biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan.
2) Angka Ketergantungan (Dependency Ratio)
Angka ketergantungan adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara banyaknya usia produktif (15 - 64) dan usia tidak produktif dari (0 - 14 tahun dan 65 tahun ke atas) tiap 100 usia produktif (15 - 64 tahun). Angka ketergantungan disebut juga angka beban ketergantungan.
Angka ketergantungan sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Semakin tinggi angka ketergantungan, semakin rendah tingkat kesejahteraan penduduk dan demikian pula sebaliknya.

Pengertian Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk per kilometer persegi. Kepadatan penduduk suatu negara, wilayah, atau pulau menunjukkan berapa banyak penduduk yang tinggal di negara, wilayah, dan pulau tersebut yang berbanding dengan luas wilayahnya.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk suatu daerah.
a. Tingkat Kelahiran Tinggi
Banyaknya jumlah kelahiran tentu saja akan menambah jumlah penduduk.
b. Keadaan Tanah yang Subur
Pulau Jawa memiliki jenis tanah vulkanis yang subur dan cocok untuk pertanian.
c. Relief yang Baik
Pada umumnya penduduk cenderung memadati daerah yang memiliki relief datar, seperti dataran rendah.
d. Keadaan Air yang Baik
Daerah-daerah yang relatif datar dan rendah memiliki sumber air yang memadai.
e. Pusat Pemerintahan
Kota-kota pusat pemerintahan, seperti ibu kota negara dan ibu kota provinsi pada umumnya padat penduduk karena kota-kota ini memberikan berbagai jenis lapangan pekerjaan.
f. Pusat Pendidikan
Daerah yang memiliki berbagai fasilitas pendidikan yang memadai seperti sekolah dan perguruan tinggi menjadi tujuan pendidikan penduduk dari berbagai wilayah di Indonesia. Contohnya kota Yogyakarta disebut sebagai kota pelajar. Selain itu, kota Jakarta, Bandung, dan Malang juga menjadi kota tujuan untuk pendidikan.
g. Pusat Kegiatan Ekonomi
Pusat-pusat kegiatan ekonomi seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Semarang, dan ibu kota provinsi lainnya menyediakan berbagai kemudahan dalam memperoleh kebutuhan. Oleh sebab itu, kota-kota tersebut dipadati penduduk.
Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi berikut ini.
a. Kepadatan penduduk aritmatik, yaitu jumlah rata-rata penduduk per 1 km2. Kepadatan penduduk artimatik biasanya hanya disebut kepadatan penduduk. Rumus kepadatan penduduk artimatik adalah berikut ini.
Kepadatan penduduk = jumlah penduduk / luas wilayah (km2)
b. Kepadatan penduduk agraris, yaitu jumlah rata-rata penduduk per satuan luas pertanian. Indonesia merupakan negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermata-pencaharian di bidang pertanian. Oleh karena itu, perlu diketahui besarnya luas lahan pertanian yang ada serta jumlah orang yang harus mendapatkan makanan dari lahan pertanian tersebut. Kepadatan penduduk agraris dirumuskan berikut ini.
Kepadatan penduduk agraris = jumlah penduduk / luas lahan pertanian.

Persebaran penduduk yang tidak merata dapat menimbulkan berbagai permasalahan berikut.
a. Menyempitnya lahan pertanian yang berakibat menurunnya produksi pertanian. Untuk mencukupi kebutuhan pangan terpaksa dilakukan impor dari negara lain. Hal ini berarti pemerintah perlu mengeluarkan devisa negara lebih banyak lagi.
b. Angkatan kerja yang ada tersedia dalam jumlah besar, sedangkan lapangan pekerjaan terbatas. Hal ini mengakibatkan semakin tingginya jumlah pengangguran. Akibat lebih lanjut, yaitu meningkatnya tindak kriminal.
c. Kepadatan penduduk di suatu daerah yang tidak seimbang dengan daya dukung lingkungan akan mengakibatkan terjadinya krisis lingkungan dan lebih jauh lagi akan meningkatkan terjadinya pencemaran.
d. Timbulnya berbagai pemasalahan sosial, seperti perkembangan permukiman kumuh, semakin banyaknya anak jalanan dan pengemis, serta berbagai permasalahan sosial lainnya.
e. Terbatasnya fasilitas-fasilitas kehidupan yang memadai, seperti perumahan, penyediaan air bersih, daerah resapan air, dan sarana sosial lainnya.

Pengertian Investasi

Investasi memegang peranan yang penting dalam suatu perekonomian. Banyak negara berusaha agar investasi di dalam negeri selau meningkat setiap tahun. Berbagai cara dilakukan agar investor mau menanamkan modal antara lain memberikan jaminan keamanan yag lebih baik, upah buruh yang lebih rendah, dan kemudahan peraturan pendirian perusahaan. Namun apa sebenarnya investasi tersebut?
Investasi dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan penanaman modal. Namun, investasi dalam pengertian ekonomi haruslah dibedakan dengan investasi dalam kehidupan sehari-hari. Seorang yang memiliki uang dan kemudian membeli saham di pasar modal dengan uangnya tersebut, dalam ekonomi tidak diartikan sebagai berinvestasi. Dalam ekonomi yang diartikan sebagai investasi adalah pengeluaran penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. Dengan demikian jelaslah bahwa bila kamu membeli saham di saat harga saham tersebut murah, lalu menjualnya kembali saat harganya telah naik, hal itu bukanlah investasi. Kegiatanmu ini tidak digolongkan ke dalam investasi karena hal itu bukan merupakan pengeluaran untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi.
Dalam ekonomi, yang termasuk ke dalam investasi adalah sebagai berikut.
a. Pembelian berbagai jenis barang modal seperti mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan. Misalnya Anda mendirikan perusahaan yang memproduksi ban mobil, maka pengeluaran Anda untuk membeli mesin dan peralatan produksi lainnya merupakan investasi.
b. Pengeluaran untuk mendirikan bangunan tempat tinggal, bangunan, kantor, bangunan pabrik dan bangunan penunjang lainnya. Misalnya Anda mendirikan pabrik baru, pengeluaran untuk mendirikan bangunan pabrik tersebut merupakan investasi.
c. Pertambahan nilai persediaan barang-barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.
Bila ketiga komponen di atas dijumlahkan akan diperoleh nilai investasi bruto. Investasi bruto meliputi investasi untuk menambah kemampuan berproduksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang telah didepresiasikan.

Rabu, 29 Oktober 2014

Konsumsi dan Tabungan

Konsumsi rumah tangga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan faktor terpenting adalah pendapatan disposabel atau pendapatan yang dapat dibelanjakan. Konsumsi rumah tangga memiliki hubungan yang erat dengan pendapatan yang dapat dibelanjakan. Rumah tangga dapat melakukan konsumsi karena memiliki pendapatan yang dapat dibelanjakan. Jika pendapatan yang dapat dibelanjakan meningkat, konsumsi juga meningkat.
Terdapat hubungan yang erat antara pendapatan disposabel dengan konsumsi dan tabungan. Dalam perekonomian satu sektor hubungan pendapatan, konsumsi dan tabungan dapat dirumuskan sebagai berikut.
Y = C + S
Dalam perekonomian dua sektor, yaitu perusahaan rumah tangga dan hubungan pendapatan, konsumsi dan investasi digambarkan sebagai berikut.
Y= C + I
Untuk memahami hubungan tersebut lebih jauh perlu diketahui kecenderungan mengonsumsi dan kecenderungan menabung.

1. Kecenderungan Mengonsumsi (Propensity to Consume)
Kecenderungan mengonsumsi dibedakan menjadi kecenderungan mengonsumsi marginal dan kecenderungan mengonsumsi rata-rata. Kecenderungan mengonsumsi marginal atau Marginal Propensity to Consume (MPC) adalah perbandingan antara pertambahan konsumsi yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposabel.
Kecenderungan mengonsumsi rata-rata atau Average Propensity to Consume (APC) adalah perbandingan antara tingkat tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposabel saat konsumsi itu dilakukan (Y).

2. Kecenderungan Menabung (Propensity to Save)
Kecenderungan menabung juga dibedakan menjadi kecenderungan menabung marginal atau Marginal Propensity to Save (MPS) dan kecenderungan menabung rata-rata atau Average Propensity to Save (APS) . Kecenderungan menabung marginal adalah perbandingan antara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposable.
Kecenderungan menabung rata-rata atau Average Propensity to Save (APS) adalah perbandingan antara jumlah tabungan dengan jumlah pendapatan disposabel.

Selasa, 28 Oktober 2014

Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Manusia hidup di bumi tidak sendirian melainkan bersama makhluk hidup lain, yaitu hewan dan tumbuhan. Antara manusia, hewan, dan tumbuhan terdapat hubungan saling membutuhkan satu sama lain yang sangat erat. Makhluk hidup selain manusia (hewan dan tumbuhan) bukanlah sekadar kawan hidup yang netral dan pasif terhadap manusia, melainkan hidup manusia terkait erat pada mereka.
Selain manusia, hewan, dan tumbuhan, ada tanah, air, batu, dan sebagainya yang bagi makhluk hidup menjadi tempat hidup mereka. Makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, serta benda mati berperan sebagai unsur-unsur lingkungan hidup. Ada 3 macam unsur lingkungan hidup, yaitu sebagai berikut.
a. Unsur Abiotik
Unsur abiotik disebut juga unsur fisik. Unsur fisik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup seperti tanah, air, udara, iklim, dataran, lautan, dan sungai.
b. Unsur Biotik
Unsur biotik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Keempat unsur ini saling berhubungan satu sama lain. Tumbuhan memperoleh unsur hara dari jasad renik, tumbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan manusia mati lalu diuraikan oleh jasad renik menjadi unsur hara. Proses ini berlangsung terus menerus menjadi siklus.
c. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya adalah lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Unsur ini sangat berperan dalam perubahan lingkungan untuk keperluan hidup manusia.

Sarana Manajemen

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat/sarana atau yang disebut tools. Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6 M, yaitu men, money, materials, machines, methods, dan markets.
a. Man (orang, manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah mahluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.
b. Money (uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan, karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
c. Materials (materi/bahan)
Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
d. Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
e. Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
f. Market (Pasar)
Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil pruduksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Pengertian Vulkanisme

Vulkanisme sangat terkait dengan proses pembentukan gunung api. Istilah vulkanisme berasal dari bahasa Latin, yaitu vulkanismus, merupakan nama sebuah pulau legendaris di Yunani. Vulkanisme dapat diartikan sebagai gejala alam yang muncul akibat naiknya magma dari dalam perut bumi menuju ke permukaan bumi. Magma dalam perjalanannya ke permukaan bumi melalui lapisan kulit bumi dengan beberapa cara. Cara-cara tersebut diuraikan berikut ini.
1) Penyusupan di celah sambungan antarlempeng tektonik.
2) Menyusup pada bagian kulit bumi yang rapuh di dekat zona subduksi.
3) Menyusup di sekitar titik panas (hotspot). Titik ini terjadi karena panas bumi yang tersumbat, sehingga mendesak dan membakar kulit bumi.
Magma bergerak ke segala arah. Jika gerakan magma tetap di dalam lapisan kulit bumi, disebut intrusi magma. Gerakan magma yang mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.

1) Intrusi magma
Intrusi magma adalah penyusupan magma yang tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma mampu mengangkat lapisan kulit bumi, sehingga membentuk tonjolan berupa pegunungan. Intrusi magma secara umum menghasilkan beragam bentukan berikut ini.
a) Sill, bentukan intrusi magma berbentuk tipis dan pipih yang terietak di antara dua lapisan batuan mendatar dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.
b) Lakolit, yaitu bentukan intrusi magma berbentuk seperti lensa cembung atau kue serabi yang terletak di antara pelapisan batuan.
c) Dike, yaitu bentukan intrusi magma berbentuk kecil memanjang dan memotong perlapisan batuan secara vertikal atau miring.
d) Diatrema adalah lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung api bentuknya seperti silinder memanjang.
e) Batolit, yaitu bentukan yang sangat besar pada lapisan yang sangat dalam. Batolit dianggap juga sebagai dapur magma yang membeku.

2) Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah gerakan atau penyusupan magma sampai ke permukaan bumi. Penyusupan tersebut dapat melalui kepundan, celah, dan retakan pada kulit bumi.
Berdasarkan kekuatannya, ekstrusi magma dibedakan menjadi dua macam, yaitu erupsi efusif dan erupsi eksplosif.
a) Erupsi efusif, yaitu keluarnya magma ke permukaan bumi melalui gunung api dalam bentuk Ielehan lava. Erupsi ini terjadi jika magma relatif encer.
b) Erupsi eksplosif, yaitu keluarnya magma ke permukaan bumi melalui gunung api yang disertai dengan letusan dahsyat. Erupsi ini terjadi jika cairan magma kental, dapur magma dalam, dan tekanan gas tinggi.
Berdasarkan kepundan keluarnya magma, ekstrusi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu erupsi linier, erupsi areal, dan erupsi sentral.
a) Erupsi linier, yaitu proses keluarnya magma melalui celah atau retakan yang memanjang, sehingga membentuk deretan gunung api.
b) Erupsi areal, yaitu proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena dapur magma letaknya dekat dengan permukaan bumi.
c) Erupsi sentral, yaitu proses keluarnya magma ke permukaan bumi melalui satu lubang kepundan, sehingga membentuk kerucut gunung api.
Munculnya ekstrusi tentu berdampak pada terbentuknya ketampakan alam berupa gunung api. Ketampakan alam ini sering kita lihat di sekitar kita. Jika diamati, banyak bentuk gunung api di sekitar kita.