Rabu, 30 Juli 2014

IPTEK dan Nilai

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak secara cepat sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapi sesuai dengan kebutuhan pembangunan.Teknologi dapat membawa bencana tetapi juga telah terbukti bahwa bagi mereka dapat menolong dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Dalam menghadapi era teknologi modern dan industrialisasi maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan, mengelola, dan senantissa menyesuaikan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. Selain itu sikap netral dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut.
Kesadaran yang timbul di negara barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Teknologi di negara maju dan negara berkembang bahwa teknologi hanya menghabiskan sumber-sumber daya alam, pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran.
Teknologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu :
- Hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material
- Software aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut.

a. Manusia sebagai Subjek dan Objek Pikir
Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang :
1. Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan
- Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor dll. dengan alat tersebut diharapkan manusia dapat bekerja secara efektif dan efisien
- Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan seperti ayam ras, ayam broiler, sapi perah dll.
- Teknologi pengolahan pascapanen seperti pengalengan ikan, buah-buahan, daging dll.
2. Dalam bidang kedokteran dan kesehatan
Manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat dan dapat mengurangi angka kematian.
contoh : Obat yang mengandung unsur radioaktif sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit TBC.
3. Dalam bidang telekomunikasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat sehingga penggunaan waktu sangat efisien,
4. Dalam bidang pertahanan dan keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau senjata yang canggih sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayah dengan baik.

b. Dampak Penyalahangunaan Iptek bagi Kehidupan.
1. Nuklir
Efek yang ditimbulkan adalah terjadinya perubahan struktur zat serta reaksi sehingga merusak sel tubuh.
2. Polusi
Polusi dapat merusak lingkungan. Yang menyebabkan polusi adalah kegiatan industri dalam bentuk limbah, kegiatan transportasi berupa kepulan asap dll.
3. Klonasi/Kloning
Tujuan klonasi adalah:
- Memberi anak pada pasangan yang tidak memiliki anak.
- Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya
- Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk bekerja
4. Efek rumah kaca
Memiliki manfaat yaitu dengan adanya efek rumah kaca, sinar ultraviolet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon sehingga akan diam dan bersirkulasi di bumi. Efek rumah kaca disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang dapat mengubah suhu udara yang ada.

Selasa, 29 Juli 2014

Komponen biotik

Komponen biotik diantaranya :
- Produsen, kelompok inilah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik, umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesa. Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan memiliki klorofil.
- Konsumen, merupakan kelompok makhluk hidup yang menggunakan atau makan zat-zat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Termasuk ke dalam ini yaitu hewan dan manusia.
- Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Oleh pekerjaan pengurai ini zat-zat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. Termasuk kelompok ini adalah kebanyakan bakteri dan jamur-jamur.

Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut :
- Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen, konsumen, dan pengurai baik di darat, laut, maupun di udara.
- Habitat dimana setiap jenis makhluk hidup memiliki tempat tertentu, dengan keadaan-keadaan tertentu.
- Populasi, menurut batasan dalam ekologi populasi adalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada suatu tempat atau daerah tertentu dalam suatu waktu tertentu. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah : kelahiran menambah jumlah populasi, kematian mengurangi jumlah populasi, perpindahan keluar mengurangi populasi sedangkan perpindahan ke dalam menambah jumlah populasi
- Komunitas, semua populasi dari semua jenis makhluk hidup yang saling berinterakasi di suatu daerah.
- Biosfer, komunitas bersama-sama dengan faktor-faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem. Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh bumi, baik darat, laut dan udara. Ekosistem-ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan tidak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya.

Senin, 28 Juli 2014

Lingkungan Hidup Manusia

Manusia hidup tumbuh, berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budaya. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem, yakni suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :
- Air
Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga:
1. sebagai sarana transportasi
2. sebagai sarana wisata/rekreasi
3. sebagai sarana irigasi/pengairan
4. sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Cekungan di daratan yang digenangi air terjadi secara alami disebut danau, misalnya Danau Toba di Sumatera Utara. Sedangkan cekungan di daratan yang digenangi air terjadi karena buatan manusia disebut waduk, misalnya waduk Sermo di Kulon Progo dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri (Jateng).

- Udara
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik kincir angin.

- Tanah
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Sabtu, 26 Juli 2014

Stratifikasi Sosial

Menurut Pitirim A. Sorokin stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk/masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul "Social Stratification" mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur. Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakat yang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.

Jumat, 25 Juli 2014

Masyarakat dan Komunitas

Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakukan antar hubungan, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang, sudah terbentuk dengan lama, sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri, memiliki kepercayaan, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama, adanya kesinambungan dan pertahanan diri, dan memiliki kebudayaan.
a. Masyarakat Setempat (community)
Masyarakat setempat menunjukan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di satu wilayah (dalam arti geogafis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya, dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
b. Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota
Menurut Soerjono Soekamto, masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda, khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. Di desa, yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok, fungsi-fungsi yang lain diabaikan. Lain dengan pandangan orang kota, mereka melihat selain kebutuhan pokok, mereka melihat selain kebutuhan pokok, pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan.
c. Masyarakat Multikultural
Perlu diketahui, ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama, ras, bahasa dan budaya yang berbeda, yaitu pluralitas, keragaman, dan multikultural.
Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). Keragaman menunjukan bahwa keberadaannya yang lebih dari satu itu berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tidak dapat dipersamakan. Sementara itu, konsep multikulturalisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa ataupun agama. Jadi, apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan, multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di ruang publik.
d. Pengaruh Multikultural Terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara dan Kehidupan Global
Problematika yang muncul dari keragaman yaitu munculnya berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara, dapat disimpulkan adanya lima faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu, yaitu: kegagalan kepemimpinan, krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama, krisis politik, krisis sosial, dan intervensi asing.
Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antar budaya, yang mempengaruhi dinamika kehidupan bangsa sebagai kelompok sosial, oleh sebab itu kita harus bersikap terbuka melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada, menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, dan menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa, alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam.

Kamis, 24 Juli 2014

Hikmah Perkembangan Islam Masa Kini

Perkembangan Islam di dunia saat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita sebagai kaum muslim. Beberapa pelajaran yang dapat diambil sebagai berikut.
a. Senantiasa mengerahkan usaha terbaik kita demi kemajuan Islam dan kaum muslimin di mana pun kita berada. Usaha dan kerja keras akan membuahkan hasil yang diinginkan. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan Islam di berbagai belahan dunia. Dengan usaha yang maksimal, Islam dapat berkembang dengan baik.
b. Sesama muslim adalah saudara. Oleh karena itu, tidak pantas kita menjadikan warna kulit, bahasa, warna rambut, dan lain sebagainya sebagai jurang pemisah. Sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa Allah hanya membedakan hamba-Nya dari segi ketakwaannya. Jadi, tidak sepantasnya kita membedakan sesama muslim dari segi fisik dan keturunan. Meskipun ia berasal dari benua atau negara yang berbeda, jika yang disembah adalah Allah, ia adalah saudara kita yang harus kita bantu apabila mendapat kesulitan.
c. Menjadikan perbedaan sebagai rahmat. Pendapat seorang muslim dengan muslim lainnya bisa saja berbeda dalam memandang suatu masalah. Tidak sepantasnya kita menjadikan perbedaan tersebut sebagai jurang pemisah. Seharusnya perbedaan yang ada kita jadikan sebagai rahmat bukan sebagai jurang pemisah.
Nasib umat Islam sangat dipengaruhi oleh upaya umat Islam untuk menjawab tantangan yang ada pada masa depan. Caranya dengan mengoptimalkan bidang pendidikan, kebudayaan, mentalitas umat Islam, dan silaturahmi. Dengan demikian, umat Islam dapat terekat satu dengan yang lain dalam suatu ukhuwah islamiah yang kuat sehingga dapat berperan lebih besar dalam masyarakat.

Rabu, 23 Juli 2014

Perkembangan Islam di Amerika

Islam di Amerika sangat berkembang, perkembangan itu dalam bidang sebagai berikut.
a. Bidang Pendidikan
Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di Benua Amerika. "Tidak perlu diragukan lagi, secara historis kaum muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya," tutur Fareed H. Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation.
b. Bidang Ekonomi
Meskipun berjumlah sedikit dibandingkan jumlah penduduk Amerika, umat Islam memberikan peran serta yang signifikan dalam pola ekonomi Amerika. Hal ini terlihat dari berbagai posisi penting yang diduduki oleh umat Islam dalam dunia ekonomi Amerika. Hal ini didukung dengan munculnya tren baru Amerika berupa ekonomi syariah yang menjadi alternatif setelah sistem kapitalisme terbukti gagal mengantisipasi kerusakan sistem yang muncul dalam dirinya. Kasus kehancuran keuangan yang akibat kegagalan sistem pada Lehman and Brothers menjadi tonggak awal koreksi sistem ekonomi Amerika dan membuka kesempatan untuk munculnya ekonomi syariah di negeri Paman Sam tersebut.
c. Bidang Keagamaan
Masyarakat Amerika saat ini membuka cakrawala pikirnya untuk mempelajari Islam. Hal ini tak lepas dari kekagetan mereka atas tanggapan umat Islam terhadap sikap arogan Amerika Serikat di seluruh dunia. Kekagetan tersebut membuat mereka tertarik untuk mempelajari Islam. Hal ini memberikan pemahaman baru terhadap Islam. Hasilnya, Islam menjadi agama yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat.
d. Bidang Politik dan Kemasyarakatan
Dalam bidang politik dan kemasyarakatan, di Benua Amerika utamanya di Amerika Serikat, Islam dan kaum muslimin sedang berada dalam tekanan yang lumayan hebat. Sebagaimana di Eropa, isu terorisme dan stigma negatif yang berkembang dalam masyarakat Amerika menyebabkan kaum muslimin tertekan. Meskipun demikian, terdapat perkembangan yang sangat menggembirakan terkait perkembangan Islam di Amerika. Seiring dengan meningkatnya sentimen negatif terhadap Islam, keingintahuan masyarakat terhadap Islam juga meningkat dengan sangat tajam.
Hal ini terbukti dengan larisnya buku-buku Islam di Amerika, bertambahnya kontak tanya jawab seputar Islam antara masyarakat dengan lembaga-lembaga Islam, dan meningkatnya diskusi keislaman di kalangan para akademisi. Perkembangan ini berlanjut dengan semakin banyaknya warga asli Amerika yang menyatakan memeluk agama Islam sejak terjadinya peristiwa 11 September 2001 dan kerasnya hujatan kepada Islam dan kaum muslimin. Disinyalir, jumlah mualaf yang masuk Islam setelah peristiwa 11 September 2001 lebih banyak dari jumlah mualaf baru selama tiga puluh tahun sebelum peristiwa tersebut.