Kamis, 15 November 2012

Alat pencatat gempa

Gempa dapat diukur berdasarkan energi yang dilepaskan (kekuatan getaran), intensitas, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Besarnya energi yang dilepaskan pada saat terjadi gempa diukur dengan skala Richter. Selain skala Richter, skala Mercalli juga digunakan untuk mengukur kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Alat yang digunakan untuk mencatat getaran-getaran gempa bumi disebut seismograf. Seismograf terdiri atas dua macam, yaitu seismograf horizontal dan seismograf vertikal.

Richter adalah seorang ahli gempa bumi (seismolog) dari Amerika Serikat, pada awalnya ia memperkenalkan skala ini tahun 1935. selanjutnya, skala tersebut digunakan secara luas di seluruh dunia. Pada skala Richter tertulis kekuatan getaran, intensitas, dan akibat yang ditimbulkan.

Skala Richter
Kekuatan gempa : <3 br="br">Intensitas : Instrumental
Akibat : hanya terdeteksi oleh seismograf.

3,0 – 3,4
Lemah
Hanya dirasakan oleh orang yang peka.

3,5 – 4,0
Kecil
Sama dengan getaran akibat truk besar lewat.

4,1 – 4,4
Sedang
Menggoyang benda-benda yang digantung.

4,5 – 4,8
Agak kuat
Membangunkan orang tidur.

4,9 – 5,4
Kuat
Pohon bergoyang, sebagian roboh, dan benda-benda lepas berjatuhan.

5,5 – 6,0
Sangat kuat
Dinding retak.

6,1 – 6,5
Merusak
Cerobong asap tumbang dan sejumlah bangunan roboh.

6,6 – 7,0
Menghancurkan
Sebagian besar bangunan runtuh.

7,1 – 7,3
Mendatangkan bencana
Tanah retak dan longsor.

7,4 – 8,1
Sangat mendatangkan bencana
Hanya beberapa bangunan yang masih berdiri, rel KA, dan pipa bawah tanah rusak.

>8,1
Luar biasa
Segalanya rata dengan tanah.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar