Senin, 12 November 2012

Gunung berapi dan usaha mitigasi bencana alam gunung berapi

Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk bagi kehidupan sekitar baik manusia, tumbuhan, maupun hewan. Jika gunung berapi meletus maka magma yang ada di dalam gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain dari aliran lahar, dampak lain akibat gunung berapi meletus antara lain adanya aliran lumpur, hujan debu, kebakaran hutan, gas beracun, gelombang tsunami (jika gunung tersebut berada di dasar laut), dan gempa bumi.

Usaha mitigasi untuk bencana alam gunung berapi adalah dengan cara mengevakuasi penduduk yang ada di sekitar gunung berapi. Terkadang usaha evakuasi ini menghadapi suatu dilema, misalnya ketika para ahli vulkanologi harus mengambil keputusan apakah gunung berapi yang dipantaunya akan meletus atau tidak. Jika gejala awal letusan gunung berapi begitu meyakinkan maka para ahli vulkanologi memutuskan untuk segera menginformasikan pada aparat pemerintah daerah untuk meletus. Banyak penduduk yang tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari karena berada di pengungsian. Tetapi ketika gunung berapi menunjukkan ketenangannya dan para penduduk kembali dari pengungsian, tiba-tiba gejala awal suatu bencana alam sulit untuk diramalkan. Pemerintah tidak tinggal diam melihat situasi seperti ini, masyarakat telah dilatih dan disosialisasikan tentang isyarat-isyarat gunung berapi.

Tingkat isyarat gunung berapi
1.    Status: NORMAL
a.    tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
b.    level aktivitas dasar

2.    Status: WASPADA
a.    ada aktivitas apapun bentuknya
b.    terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
c.    peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
d.    sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal

3.    Status: SIAGA
a.    menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
b.    peningkatan intensif kegiatan seismik
c.    semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
d.    jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu

4.    Status: AWAS
a.    menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
b.    letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
c.    letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam.

Selain melakukan evakuasi, usaha mitigasi yang dilakukan pemerintah adalah dengan membelokkan aliran lava atau membuat jalur mengalirnya lava menjauh dari pemukiman penduduk. Namun, meskipun berbahaya banyak orang yang tinggal dan berkebun di lereng gunung berapi. Hal ini disebabkan abu vulkanik mengandung mineral-mineral yang menyuburkan tanah, sehingga bagus untuk pertanian.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar