Kamis, 22 November 2012

Perlawanan Kerajaan Aceh terhadap Portugis

Sebab-sebab terjadinya perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis:
1.    Dengan berkedudukan di Malaka, Portugis merupakan saingan Aceh dalam perdagangan di kawasan sekitar Selat Malaka.
2.    Portugis ingin menyebarkan agama Katholik. Hal ini tidak bisa diterima oleh Aceh sebagai sebuah kerajaan Islam.

Raja-raja Aceh yang melakukan perlawanan terhadap Portugis antara lain:
1.    Sultan Ali Mughayat Syah, pada masa pemerintahannya, Aceh bersekutu dengan Kerajaan Johor untuk menyingkirkan Portugis. Pada tahun 1513, Aceh menyerang Malaka dengan bantuan Pangeran Sabrang Lor (Pati Unus) dari Demak.
2.    Sultan Alaudin Riayat Syah, pada masa pemerintahannya, yaitu pada tahun 1550, Aceh menyerang Malaka lagi dengan bantuan Ratu Kalinyamat dari Demak. Namun penyerangan ini tidak membuahkan hasil.
3.    Sultan Iskandar Muda, raja Aceh yang sangat gigih melawan Portugis adalah Sultan Iskandar Muda. Pada tahun 1629, ia melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka. Untuk itu dilakukan beberapa persiapan antara lain:
a.    Menambah dan melengkapi kapal-kapal dagang dengan prajurit dan persenjataan.
b.    Menjalin hubungan baik dengan Turki dan Gujarat.
c.    Meningkatkan kerja sama dengan kerajaan Islam di nusantara.
d.    Memperkuat pertahanan di dalam negeri.

Tujuan Sultan Iskandar Muda menyerang Malaka adalah untuk:
a.    Mengusir bangsa Portugis dari Malaka.
b.    Mematahkan kekuatan Portugis di daerah Asia Tenggara.
c.    Menguasai daerah produksi lada dan timah yang berada di sekitar Malaka.

Pada tahun 1629, Sultan Iskandar Muda melakukan serangan besar-besaran ke Malaka. Akan tetapi serangan itu dapat digagalkan oleh Portugis.

kunjungi juga: http://matakristal.com/

1 komentar: