Jumat, 23 November 2012

Perlawanan Kerajaan Ternate terhadap Portugis

Pada tahun 1512, Portugis mulai masuk ke Ternate. Kedatangannya mendapat sambutan baik dari kerajaan. Hal ini disebabkan karena:
1.    Portugis dianggap sebagai pembeli tetap rempah-rempah dengan harga yang tinggi.
2.    Portugis diharapkan dapat membantu Ternate untuk bersama-sama menyerang Tidore.

Kerajaan Ternate juga mengizinkan Portugis untuk membangun benteng Santo Paolo. Setelah dapat mendirikan benteng, Portugis dapat memusatkan kekuatan untuk menguasai Ternate. Sejak Portugis memiliki benteng Santo Paolo, Kerajaan Ternate mulai melakukan perlawanan terhadap Portugis.

Sebab-sebab terjadinya perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis:
1.    Portugis memaksakan sistem monopoli perdagangan rempah-rempah yang tidak disukai oleh rakyat.
2.    Adanya campur tangan Potugis dalam urusan pemerintahan di Ternate.
3.    Bangsa Portugis berusaha menyebarkan agama Katholik, tetapi ditentang oleh rakyat Ternate.
4.    Bangsa Portugis memandang rendah rakyat Ternate.

Tokoh perlawanan dari Ternate, antara lain:
1.    Sultan Tabanji (Dajalo), perlawanan ini dapat digagalkan Portugis di bawah pimpinan Antonio Galvao.
2.    Sultan Hairun, dengan tipu muslihat yang jitu, Portugis berhasil membunuh Sultan Hairun tahun 1570.
3.    Sultan Baabullah, kematian Sultan Hairun dijadikan alasan oleh Sultan Baabullah untuk mengangkat senjata melawan Portugis. Berkat kegigihannya pada tanggal 28 Desember 1575 Portugis dihalau keluar dari Maluku.

Sejak tahun 1575, Portugis mengalihkan perhatiannya ke Hitu (Ambon). Pada waktu itu Hitu merupakan pusat perdagangan cengkeh yang berkembang pesat. Portugis berusaha menguasai Hitu, tetapi tidak berhasil. Ketidakberhasilan ini disebabkan oleh:
1.    Rakyat Hitu menentang monopoli perdagangan Portugis.
2.    Rakyat Hitu yang beragama Islam menentang keras penyebaran agama Nasrani yang dilakukan oleh Portugis.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar