Sabtu, 22 Desember 2012

Perwujudan kebudayaan

Para ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang wujud budaya, antara lain:
1.    Koentjaraningrat mengemukakan pendapat bahwa wujud budaya meliputi:
a.    Sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan sebagainya.
b.    Sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
c.    Sebagai benda-benda hasil karya manusia.

2.    Menurut J.J. Hogman, ada tiga wujud budaya, yaitu:
a.    ideas
b.    activities
c.    artifact.

Budaya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.    Budaya yang bersifat abstrak, adalah wujud ideal dari budaya. Wujud ideal ini banyak disimpan dalam karangan-karangan, buku-buku, disket, film arsip dan media lainnya.
2.    Budaya bersifat konkret berpola dari tindakan manusia dalam masyarakat, yang dapat dilihat, diamati, difoto dan sebagainya. Menurut Koentjaraningrat, sifat konkret budaya dengan sistem sosial dan fisik terdiri dari:
a.    Perilaku, adalah cara bertindak tertentu dalam siatuasi tertentu
b.    Bahasa, adalah sebuah sistem lambang yang dibunyikan dengan suara dan ditangkap dengan telinga
c.    Materi, merupakan hasil dari aktivitas perbuatan dan karya manusia di dalam masyarakat.

Klasifikasi unsur budaya dari yang terkecil hingga yang terbesar adalah:
1.    Items, yaitu unsur yang paling kecil dalam budaya
2.    Trait, yaitu gabungan dari beberapa items
3.    Kompleks budaya, yaitu gabungan dari beberapa items dan trait
4.    Aktivitas budaya, yaitu gabungan dari beberapa kompleks budaya.

Gabungan dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya yang menyeluruh. Terjadinya unsur-unsur budaya melalui discovery dan invention.
-    Discovery adalah penemuan yang terjadi secara tidak langsung atau kebetulan, yang sebelumnya tidak ada.
-    Invention, adalah penemuan yang disengaja untuk memperoleh hal yang baru.

kunjungi juga: http://matakristal.com/

Selasa, 11 Desember 2012

Ganggang (algae)

Ganggang bisa hidup di air laut, air tawar, di tempat-tempat yang becek dan sebagai plankton serta nekton dan bentos. Sedangkan algae berkembang biak dengan membelah diri, secara kawin ataupun tidak kawin yaitu dengan membuat spora. Berdasarkan warnanya, ganggang dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.    Ganggang hijau
Hidupnya di air tawar, air laut atau di tempat yang lembek atau lembab.
Contoh:
-    Chlorella yang bentuknya seperti bola
-    Volvox yang bentuknya seperti bola tetapi mempunyai flagel
-    Euglena yang bersel tunggal dan bisa berpindah-pindah tempatnya serta mempunyai klorofil
-    Spirogym, bentuknya menyerupai benang yang terdapat di air tawar dan pitanya berwarna hijau.
Sedangkan ciri-ciri pada ganggang hijau diantaranya adalah:
-    Berbentuk lembaran
-    Tubuhnya bersel satu
-    Berbentuk benang.

2.    Ganggang pirang
Tubuhnya berbentuk benang atau lembaran dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan serta bahan pabrik tekstil. Umumnya ganggang pirang ini hidup di air laut dan banyak mengandung asam alginat.
Misalnya:
-    Turbinaria
-    Sargassum.

3.    Ganggang merah
Bentuknya seperti benang atau lembaran dan banyak dibudidayakan, sebab menghasilkan agar-agar yang bisa kita makan. Sedangkan hidup dari ganggang merah ini adalah di air laut. Contoh ganggang merah:
-    Gellidium
-    Echeuma spinosum.

4.    Ganggang kersik
Hidupnya di air laut dan mempunyai sel satu yang dindingnya dilapisi oleh silikat. Bila mati, kulit tubuhnya akan mengendap dan membentuk tanah diatom. Tanah tersebut digunakan sebagai bahan penggosok, isolasi, penyaring, bahan peledak dinamit, dan penahan panas. Contoh:
-    Navicula
-    Vaucheria.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Senin, 10 Desember 2012

Jenis-jenis tumbuhan paku

Tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut:
1.    Paku ekor kuda (equisetinae). Bisa hidup dan tumbuh subur di tempat-tempat yang lembab, tetapi letaknya agak tinggi dari permukaan air. Tumbuhan tersebut juga mempunyai batang yang tempatnya di dalam tanah dan mengandung zat kersik. Sedangkan batang dari tumbuhan tersebut bila dibakar abunya dapat dimanfaatkan menjadi abu gosok dan dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan. Misalnya: equisetum sylvaticum.
2.    Paku kawat atau paku rambat (lycopodinae). Tumbuhan paku kawat atau paku rambat ini sangat besar manfaatnya, misalnya sebagai bahan untuk membuat pil, sebagai bahan obat-obatan dan untuk pembuatan karangan bunga. Contoh:
-    Selaginella wildenwoil; paku rane
-    Lycopodium cernuum
-    Lycopodium clavatum.
3.    Paku benar (filicinae). Ciri-ciri dari tumbuhan paku benar adalah:
-    Daun subur dan daun mandul bentuknya sama
-    Berdaun lebar atau besar dan mempunyai tulang daun yang jelas.
Kegunaan dari tumbuhan paku benar adalah:
-    Sebagai pupuk
-    Sebagai tanaman hias
-    Sebagai sayuran
-    Sebagai bahan obat-obatan.
Tumbuhan paku benar dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu:
1.    Paku darat. Misalnya:
-    Alsophila glauca (paku tiang)
-    Platycerium biforcatum (paku tanduk rusa)
-    Asplenium nidus (paku sarang burung)
-    Adiantum cuneatum (suplir).
2.    Paku air. Misalnya:
-    Azolla pinnata
-    Marsilea crenata
-    Salvinia natans.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Minggu, 09 Desember 2012

Komponen ekosistem (lingkungan biotik dan lingkungan abiotik)

Fungsi setiap komponen biotik itu terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.    Lingkungan biotik atau makhluk hidup
Dalam lingkungan biotik meliputi beberapa bagian, yaitu:
a.    Produsen. Semua tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan cara fotosintesis dan hanya tumbuhan tersebut yang bisa membuat makanannya sendiri juga digunakan oleh makhluk hidup yang lainnya.
b.    Konsumen. Tumbuhan berbeda dengan hewan dan manusia, sebab hewan dan manusia tidak bisa menghasilkan makanan atau zat makanan sendiri. Sedangkan manusia atau hewan memperoleh makanan dari tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.
c.    Pengurai. Pengurai adalah suatu organisasi (jasad renik, jamur, bakteri, dan saprofit) yang bisa mengubah sisa bangkai hewan dan tumbuhan yang sudah mati menjadi zat yang lebih sederhana.
Jadi kehidupan jamur saprofit dan bakteri itu tergantung dari konsumen dan produsennya, karena jamur saprofit dan bakteri tidak akan bias hidup pada tumbuhan dan hewan yang telah mati. Dengan adanya pengurai zat organik yang ada pada bangkai ataupun sampah yang membusuk akan terurai kembali dan membuat tanah menjadi subur. Sedangkan tanah yang subur akan membuat tumbuhan menjadi hijau. Jadi, antara produsen, konsumen dan pengurai itu mempunyai hubungan yang erat dan saling ketergantungan antara satu dengan lainnya dan tidak bisa terpisahkan.

2.    Lingkungan abiotik
Lingkungan abiotik adalah sesuatu yang keberadaannya ada di sekitar makhluk hidup.
Contoh:
-    Sinar matahari
-    Bulan, bintang
-    Air, tanah, dan lain sebagainya.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Sabtu, 08 Desember 2012

Pengertian ekosistem

Ekosistem adalah suatu kesatuan lingkungan hidup dan tempat berlangsungnya hubungan timbal balik antara makhluk hidup. Oleh karena itu antara makhluk hidup dengan lingkungan merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan dan perubahan suatu komponen akan mempengaruhi komponen yang lainnya yang berada dalam sebuah ekositem.

Sedangkan setiap ekosistem mempunyai beberapa ciri khas yang mengakibatkan sebuah ekosistem tersebut berbeda dengan ekosistem yang lainnya, tetapi seluruh komponen yang berada dalam ekosistem tersebut harus saling tergantung, baik itu langsung ataupun tidak langsung.

Jadi, yang jelas bahwa setiap makhluk hidup mempunyai saling ketergantungan pada lingkungannya, baik itu lingkungan biotik atau lingkungan abiotik. Saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya itu dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

1.    Saling ketergantungan antara berbagai makhluk hidup
a.    Saling ketergantungan antara makhluk hidup yang sejenis. Misalnya:
-    Manusia dengan manusia
-    Sapi dengan sapi.
b.    Saling ketergantungan antar jenis makhluk hidup. Misalnya:
-    Bunga dengan kupu-kupu
-    Tanaman dengan harimau.

2.    Saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya
Untuk lebih jelasnya kita perhatikan dan bandingkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya yang lingkungan abiotiknya berbeda. Misalnya:
a.    Hewan yang hanya bisa hidup di dalam air tawar
b.    Hewan dari tumbuhan yang hidup di gurun pasir berbeda dengan hewan dan tumbuhan yang berada di hutan belantara.
Jadi kesimpulannya bahwa lingkungan abiotik itu sering memerlukan jenis-jenis makhluk hidup yang hidup dalam lingkungan tersebut.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Senin, 03 Desember 2012

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah dengan daerah intinya disebut Bhumi Mataram. Kerajaan Mataram diperintah oleh raja-raja keturunan dinasti Sanjaya. Raja Sanjaya memeluk agama Hindu pemuja Siwa. Namun pengganti Sanjaya yaitu Rakai Panangkaran kemudian beralih agama Buddha. Rakai Panangkaran banyak mendirikan bangunan suci bagi agama Buddha, seperti Borobudur, Kalasan, Ratu Boko, dan Plaosan.

Panangkaran digantikan oleh putranya yang bernama Samaratungga. Selanjutnya, Samaratungga digantikan oleh Pramodawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Oleh karena itu, pada masa pemerintahannya, Rakai Pikatan banyak membangun candi bercorak Hindu, seperti Prambanan, Sambisari, dan Gedong Sanga. Berkat kecakapan Rakai Pikatan, semangat kebudayaan Hindu dapat dihidupkan kembali.

Sepeninggal Rakai Panangkaran, Kerajaan Mataram terus mengalami kemunduran. Raja terakhir yang berkuasa adalah Rakai Sumba Dyah Wawa. Pemerintahan Rakai Sumba Dyah Wawa tiba-tiba berakhir diduga karena terjadi letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Akibatnya, rakyat Mataram termasuk raja dan pejabat tinggi Kerajaan Mataram mengungsi ke Jawa Timur.

Pemerintahan Mataram Kuno di Jawa Timur ini selanjutnya dipimpin oleh Pu Sindok (929 – 948 M). Pu Sindok membangun ibu kota baru, yaitu Tamwlang dengan kerajaannya tetap bernama Mataram. Pada perkembangan selanjutnya, Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Jenggala dan Panjalu (Kediri). Namun, Kerajaan Jenggala tidak dapat berkembang sementara itu Kerajaan Panjalu (Kediri) runtuh pada tahun 1222.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Minggu, 02 Desember 2012

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia

Proses masuknya Islam ke Indonesia diawali dengan kontak pertama Islam dengan berbagai wilayah nusantara. Beberapa sumber yang dipakai sebagai bukti adalah literatur-literatur Cina dari abad VII yang menyebutkan bahwa menjelang seperempat abad VII sudah berdiri perkampungan Arab muslim di pesisir pantai Sumatra.

Bukti-bukti awal masuknya agama Islam ke Indonesia dapat diketahui dari hal-hal berikut ini.
a.    Adanya perkampungan Siak
Menurut sejarawan, pada tahun 913 masehi sudah ada perkampungan Siak di Sumatra. Ada kemungkinan, nama Siak berasal dari kata Syiah yang merupakan salah satu aliran dalam agama Islam.

b.    Ditemukannya makam Fatimah binti Maimun
Di Leran, Gresik, ditemukan nisan makam seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun. Angka tahun yang tertera dalam nisan itu adalah 1.082 masehi. Dengan begitu, ketika itu di Jawa telah ada yang menganut atau menerima agama Islam. Fatimah binti Maimum juga dikenal dengan nama Putri Leran atau Putri Dewa Swara.

c.    Berita Marco Polo
Marco Polo adalah seorang pelaut dari Venesia, Italia. Ia melakukan perjalanan dari Cina ke Timur Tengah. Ia singgah di Perlak (Sumatra). Di tempat itu, ia melihat sudah banyak penduduk yang beragama Islam.

d.    Makam Maulana Malik Ibrahim
Maulana Malik Ibrahim tercatat sebagai pimpinan rombongan mubalig muslim yang berusat di Gresik sekitar paruh kedua abad XIV masehi. Beliau dianugerahi tanah di Desa Gapura, Gresik, oleh Raja Majapahit. Di tempat itu beliau berhasil mengembangkan agama Islam.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Sabtu, 01 Desember 2012

Budi utomo

Berdirinya Budi Utomo dilatarbelakangi oleh ide tentang “Dana Pelajar” (Studiefonds) yang dikemukakan oleh dr. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 1906 dan 1907. Pada waktu itu, dr. Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan Sutomo, seorang pelajar STOVIA, Jakarta. Pertemuan tersebut membicarakan tentang cara-cara meningkatkan martabat dan kedudukan serta nasib rakyat Indonesia. Sutomo membicarakan pertemuannya dengan dr. Wahidin Sudirohusodo bersama teman-temannya di STOVIA. Hasil pembicaraan mereka mengalami perluasan jangkauan, yaitu tidak hanya tentang “Dana Pelajar”, tetapi juga rencana pendirian organisasi. Realisasi pembicaraan para murid STOVIA adalah berdirinya organisasi Budi Utomo pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1908. Tanggal itu diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Sebagai ketua organisasi Budi Utomo adalah Sutomo. Pusat perkumpulannya di Yogyakarta.

Budi Utomo merupakan organisasi pelajar dengan para pelajar STOVIA sebagai intinya. Jangkauan geraknya meliputi Pulau Jawa dan Madura. Namun, anggota Budi Utomo meluas untuk seluruh penduduk Hindia dengan tidak memperhatikan perbedaan keturunan, jenis kelamin, dan agama. Budi Utomo melakukan kongres pertama pada tanggal 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta. Pada saat itu Budi Utomo memiliki delapan cabang, yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya. Dan Probolinggo. Kongres itu menetapkan pengurus besar dan tujuan perkumpulan, yaitu menciptakan kemajuan yang selaras untuk negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.

Budi Utomo mengalami peningkatan dan bahkan mendapat pengakuan sebagai organisasi berbadan hukum oleh pemerintah kolonial. Tidak lama setelah memperoleh pengakuan itu, Budi Utomo mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan tersebut diperparah dengan keluarnya para pelajar STOVIA dan anggota muda lainnya karena kecewa dengan arah Budi Utomo. Pada akhir tahun 1909 Budi Utomo masih dapat berkembang menjadi empat puluh cabang dengan jumlah anggota lebih kurang 10.000 orang. Perkembangan Budi Utomo selanjutnya hanya terbatas pada penerbitan majalah bulanan Goeroe Desa dan beberapa petisi kepada pemerintah tentang usaha peningkatan mutu sekolah menengah pertama.

Pada tahun 1912 Pangeran Ario Noto Dirodjo menggantikan R.T. Tirtokusumo sebagai ketua Budi Utomo. Ia berusaha mengejar ketinggalan Budi Utomo. Ia berhasil mengadakan perbaikan pengajaran di daerah kesultanan/kesunanan. Namun, keberhasilan tersebut seakan tidak berarti karena munculnya organisasi nasional lainnya, seperti Sarekat Islam dan Indische Partij. Walaupun begitu, Budi Utomo tetap berbeda dengan organisasi lain. Perbedaan tersebut terletak pada prinsip utama Budi Utomo tentang netralisasi agama dan aktivitas nonpolitik. Prinsip Budi Utomo tersebut menjadi bumerang bagi perkembangan Budi Utomo selanjutnya. Budi Utomo mempertahankan prinsip tersebut dengan pasif sehingga menghambat perluasan pengaruhnya.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/