Selasa, 08 Januari 2013

Menulis surat kuasa

Surat kuasa merupakan surat yang berisi pengalihan atau pelimpahan wewenang kepada seseorang untuk menyelesaikan suatu urusan atas nama pemberi hak kuasa tersebut. Misalnya untuk menyelesaikan urusan penjualan tanah, penandatanganan akta jual beli, pengambilan wesel atau tabungan, pengambilan pensiun, atau yang lainnya.

Pemberi atau penerima kuasa dapat berupa perorangan atau lembaga. Dengan demikian, jika pemberi kuasa itu perorangan, surat itu termasuk surat pribadi. Jika pemberi kuasa itu lembaga, surat itu termasuk surat dinas.

Surat kuasa memiliki ciri-ciri umum yang relatif sama dengan ciri-ciri umum surat dinas lainnya. Perbedaan yang paling pokok adalah adanya pemberi dan penerima kuasa serta isinya yang berupa pelimpahan kewenangan untuk melakukan sesuatu atas nama pemberi kuasa.

Bagian-bagian surat kuasa adalah sebagai berikut.
1.    Kepala surat (kop surat)
2.    Perihal atau hal surat
3.    Tanggal pembuatan surat (biasa di atas dan bisa di bawah)
4.    Nama dan alamat tujuan surat
5.    Isi surat
6.    Tanda tangan dan nama pengirim surat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat surat kuasa adalah sebagai berikut.
1.    Ditulis di atas kertas segel atau kertau bermeterai yang cukup
2.    Baik pemberi kuasa maupun yang mendapat pelimpahan kuasa berada dalam kondisi jiwa maupun tubuh yang sehat dan tidak berada dalam satu tekanan atau paksaan pada salah satu dan atau di antara mereka
3.    Isi surat kuasa harus menjelaskan secara tegas perihal kedua belah pihak, baik yang memberi kuasa maupun yang mendapat pelimpahan kuasa, seperti:
a.    Nama
b.    Usia
c.    Alamat
d.    Tanda tangan
e.    Pekerjaan.
4.    Surat kuasa harus ditegaskan perihal:
a.    Hal atau masalah yang dikuasakan
b.    Tanggal pembuatan
c.    Masa berlaku surat kuasa.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar