Jumat, 24 Mei 2013

Batuan beku, sedimen, dan metamorfik

Kita mengenal 3 jenis batuan, yaitu:
1)    Batuan beku
2)    Batuan sedimen
3)    Batuan metamorfik.

a. Batuan beku
Yang termasuk jenis batuan beku adalah batu apung. Batu apung berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan terapung dalam air. Batu ini cara pembentukannya dari pendinginan cepat lava yang bergelembung-gelembung gas dan terjadi di permukaan bumi.
Batu breksi juga termasuk jenis batuan beku. Batu ini gabungan pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi, misalnya kaca dan kuarsa. Cara terbentuknya bahan-bahan tersebut terlempar tinggi ke udara dan bersatu.

b. Batuan sedimen
Batuan sedimen terdiri dari:
Konglomerat yang berupa kerikil bulat, berbatu-batu dan berpasir yang merekat satu sama lainnya. Cara terbentuknya dari bahan-bahan lepas yang dimampatkan oleh tekanan sedimen dan diikat oleh semen alam.
Batu pasir, jelas terjadi dari butir-butir pasir kuning, merah. Cara terbentuknya dari pasir yang dimampatkan oleh tekanan sedimen dan diikat oleh semen alam.

c. Batu metamorfik
Batu metamorfik terdiri dari:
Batu pualam, campuran warna yang berbeda-beda dapat mempunyai pita-pita warna, kristal-kristal sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi mendesis. Terjadi bila batu kapur terkena tekanan dan suhu yang tinggi.
Batu sabak, berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, hitam, merah, dapat dibelah-belah menjadi lempeng-lempeng tipis, lebih keras dari batu serpih. Terjadi bila batu serpih kena suhu dan tekanan yang tinggi.

Di dalam batu-batuan tertentu ditemukan pula bahan-bahan mineral dari berbagai jenis yang bercampur dengan batuan lainnya. Jika bahan batuan itu memiliki kadar logam yang jumlahnya banyak untuk dipisahkan, maka batuan itu berubah menjadi sumber mineral (bijih tambang), misalnya perak, emas, nikel, tembaga, dan bauksit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar