Selasa, 28 Mei 2013

Fungsi musik

Secara umum musik memang berfungsi sebagai media rekreatif atau hiburan untuk menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam fungsi sosial budayanya, musik daerah memiliki fungsi sebagai berikut.

Musik daerah bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kegiatan lain. Bunyi-bunyian seringkali dianggap punya kekuatan gaib sehingga digunakan sebagai sarana upacara adat. Contohnya sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu di Sumba dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.

Irama musik juga berpengaruh pada perasaan seseorang dalam melakukan gerakan indah, sehingga musik menjadi pengiring tari dan pertunjukan. Tari dan pertunjukan daerah itu pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Misalnya musik gamelan pengiring tari dan pertunjukan wayang di Pulau Jawa dan Bali juga musik melayu pengiring tari melayu dan pertunjukan mak yong di Riau.

Lagu-lagu rakyat yang tumbuh subur di pedesaan juga banyak dipakai sebagai media bermain. Contohnya Cublak-cublak Suweng dari Jawa Tengah, Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan, dan Pok Ame-ame dari Betawi.

Bunyi-bunyian, termasuk musik, sudah lama menjadi media komunikasi bagi bangsa Indonesia. irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana dipakai sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus ke masyarakat akan bencana alam, pencurian, atau pertemuan desa. Tiap pesan memiliki irama khas yang berbeda-beda.

Selain itu, kini lagu-lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernapaskan agama menjalankan fungsi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar