Jumat, 17 Mei 2013

Negara yang menganut paham liberalisme dan komunisme

Negara yang menganut paham liberalisme
Paham liberalisme terlaksanakan di Eropa Barat, Amerika Serikat atau beberapa negara Asia, tampak hal-hal yang tidak sesuai, seperti:
a.    Paham liberalisme menghendaki kekuasaan mutlak mayoritas daripada minoritas sehingga menimbulkan penindasan dari yang kuat kepada yang lemah.
b.    Keputusan yang diambil dengan suara terbanyak dapat menimbulkan perasaan tidak adil, khususnya dari golongan yang aspirasinya tidak tertampung (golongan minoritas).
c.    Diakuinya partai oposisi dan mosi tidak percaya dapat melakukan pemerintahan yang tidak stabil.
d.    Kebebasan yang tidak terkendali dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
e.    Di bidang ekonomi, persaingan bebas akan sangat mematikan orang atau golongan ekonomi lemah. Akibatnya, jurang pemisah atau kesenjangan sosial antara orang yang kaya dan yang miskin semakin lama semakin lebar. Di samping itu, kurangnya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi pada hakekatnya bertentangan dengan prinsip negara kesejahteraan (welfare state) yang menghendaki pemerintah untuk mengatur jalannya perekonomian masyarakat demi kesejahteraan rakyat.
f.    Paham liberalisme dapat menghasilkan manusia egois (individualis) jauh dari sifat kekeluargaan dan gotong royong.

Negara yang menganut paham komunisme
Paham komunisme dahulu banyak dianut oleh negara Eropa Timur, Uni Soviet dan beberapa negara Amerika Latin, Afrika dan Asia. Namun sekarang sebagian besar negara tersebut telah meninggalkannya. Banyak hal yang tidak sesuai, seperti:
a.    Karena pemerintahan dilaksanakan menurut konsep diktator proktariat, hak politik rakyat tidak dapat dilaksanakan dengan baik (tirani minoritas atau mayoritas). Hal ini tidak demokratis sehingga melanggar hak asasi manusia.
b.    Dalam masalah ekonomi, karena semua telah diatur secara totaliter dari pusat, rakyat menjadi pasif. Akibatnya, kegiatan ekonomi menjadi tidak bergairah dan akhirnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipicu. Bahkan, kenyataannya sekarang sistem perekonomian komunis gagal mewujudkan ambisinya, yaitu menciptakan masyarakat yang makmur, sama rata sama rasa.
c.    Manusia hanya diakui sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, ia harus sanggup mengorbankan apa saja demi kepentingan bersama. Hal itu jelas bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.
d.    Paham komunisme tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan melarang keberadaan agama. Hal itu bukan saja menyesatkan dan menjerumuskan rakyat ke lembah hina dan derita, tetapi juga bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk religius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar