Rabu, 29 Mei 2013

Pengertian puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Kata-kata yang digunakan adalah kata-kata konotatif, yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian. Secara garis besar, unsur-unsur puisi terbagi dalam dua macam, yakni unsur ekstrinsik atau fisik dan unsur intrinsik atau batin.

a.    Unsur ekstrinsik
-    Diksi (pemilihan kata), adalah kata-kata yang digunakan dalam puisi yang merupakan hasil pemilihan yang sangat cermat. Kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik makna, susunan bunyinya maupun hubungan kata itu dengan kata-kata lain dalam baris dan baitnya. Kata-kata yang dipilih hendaknya bersifat puitis dan mempunyai efek keindahan.
-    Citraan (pengimajian), adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasakan, mendengar, melihat, meraba, atau mencium sesuatu yang diungkapkan penyair.
-    Rima (pengulangan bunyi), adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima menjadikan puisi lebih indah. Selain rima, dikenal pula ritma, yaitu pengulangan kata, frase, atau kalimat dalam bait-bait puisi.
-    Tipografi (tata wajah). Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraf, namun berbentuk bait. Dalam puisi-puisi kontemporer, tipografi dipandang begitu penting sehingga menggeser kedudukan makna kata-kata.
-    Majas (bahasa figuratif), adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau kata lain.

b.    Unsur intrinsik
-    Tema, adalah pokok persoalan atau sesuatu yang hendak diungkapkan oleh penyair melalui puisinya
-    Amanat, adalah tujuan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair
-    Nada dan suasana. Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca, apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sedangkan suasana adalah akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Misalnya, nada duka yang diciptakan penyair menimbulkan suasana iba di hati pembaca. Nada religius menimbulkan suasana khusyuk.
-    Perasaan. Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan penyair ikut diekspresikan. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada kekasih, alam, atau Sang Khalik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar