Selasa, 28 Mei 2013

Pengertian tangga nada

Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat-tingkat tingginya. Antara nada-nada tersebut terdapat jarak tertentu. Ada yang jaraknya ½, 1, 1 1/2, dan 2. Jarak inilah yang nantinya menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga nada yang kita kenal, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.

a. Tangga nada diatonis
Tangga nada diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah nada. Tangga nada ini terbagi dalam dua kelompok, yaitu tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor. Tangga nada mayor berkesan bahagia dan bersemangat. Tangga nada minor terkesan sedih dan kurang bersemangat.

b. Tangga nada pentatonis
Tangga nada pentatonis hanya terdiri dari lima nada pokok (penta = lima; tone = nada). Nada-nada dalam tangga nada pentatonis tidak dilihat berdasarkan jarak nada, tetapi berdasarkan urutannya dalam tangga nada. Musik nusantara memiliki istilah sendiri untuk nada dan tangga nada pentatonis ini, terutama untuk seni karawitan Jawa dan Sunda.

Tangga nada pentatonis sendiri terbagi lagi atas dua tangga nada, yaitu pelog dan slendro. Masing-masing jenis tangga nada pentatonis ini mempunyai susunan jarak nada yang berbeda.

Perbedaan tonalitas pelog dan slendro terdengar jelas bila dipakai dalam musik. Tangga nada pentatonis pelog akan memberikan perasaan tenang, hormat, dan memuja. Sedangkan tangga nada slendro bersifat gembira, bersemangat, dan terkadang fantastik.

Kalau anda dengarkan, lagu-lagu dari daerah Indonesia bagian Timur banyak menggunakan tangga nada diatonis. Sedangkan lagu-lagu di daerah Jawa dan Bali banyak yang memakai sistem tangga nada pentatonis. Malah ada yang memiliki nama jenisnya sendiri, seperti slendro, pelog, madenda, mandalung, mataraman, dan kobongan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar