Kamis, 30 Mei 2013

Seni kriya

Seni kriya atau kerajinan adalah suatu usaha untuk membuat barang-barang hasil pekerjaan tangan atau dapat pula berarti pekerjaan tangan. Benda-benda ini biasanya dibuat untuk keperluan sehari-hari sekaligus untuk melestarikan tradisi kesenirupaan suatu daerah. Oleh karenanya, karya seni kriya biasanya memiliki ciri khas daerah dengan aturan, motif, dan warna yang melambangkan makna-makna tertentu dari daerah tersebut.

Karya seni kriya adalah seni rupa yang paling banyak ragamnya di Indonesia. anyaman rotan, bambu, dan daun pandan, berwujud tempat nasi, nyiru, bubu, kap lampu, tas, sampai dinding rumah, tikar, lampit, dan kursi. Gerabah atau keramik menjadi tempayan, celengan, dan berbagai hiasan rumah dan taman. Ukiran dan pahatan dibuat berbagai patung, ornamen dinding dan atap, aneka kotak penyimpanan, pembatas ruangan, juga meja, kursi, lemari, dan tempat tidur. Ada pula beragam seni tekstil seperti tenun, ikat, dan batik. Belum lagi kerajinan emas dan perak, kulit, manik-manik, dan masih banyak lagi.

Banyak seni kerajinan daerah ini yang hampir punah karena sedikit sekali yang tertarik untuk melanjutkan tradisinya. Padahal pengetahuan corak dan cara pengerjaannya merupakan warisan budaya nusantara yang tak ternilai harganya. Kekurangan modal juga menjadi salah satu hal yang mengakibatkan matinya seni ini. Padahal kenyataannya, kerajinan tangan yang berkualitas dinilai sangat tinggi di dunia internasional. Jadi, seni kriya seharusnya menjadi produk ekspor yang sangat potensial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar