Jumat, 17 Mei 2013

Zaman batu

Disebut zaman batu karena sebagian besar alat-alat penunjang kehidupan manusia, misalnya untuk mencari dan mengolah makanan masih terbuat dari batu. Dari alat-alat tersebut dapat diketahui bagaimana cara kehidupan mereka atau bagaimana mereka mengatur masyarakat. Akan tetapi, tidak berarti pada waktu itu alat-alat mereka hanya terbuat dari batu. Ada juga alat yang terbuat dari bambu atau kayu. Namun, bekasnya tidak dapat ditemukan lagi karena bahan dari bambu atau bahan dari kayu tidak bertahan lama seperti halnya batu.

Zaman batu ini dibagi menjadi beberapa zaman, yakni Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum.

1) Zaman Paleolitikum
Zaman Paleolitikum ditandai dengan kebudayaan manusia yang masih sangat primitif dan sederhana. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolitikum adalah hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden), berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan bahan makanan yang bisa diperoleh langsung dari alam (food gathering).

2) Zaman Mesolitikum
Pada zaman Mesolitikum kehidupan manusia tidak jauh berbeda dengan zaman Paleolitikum, yaitu berburu dan menangkap ikan. Namun, pada zaman ini manusia sudah mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Mereka memilih tempat tinggalnya di tepi pantai dan di goa-goa. Pada tempat-tempat inilah banyak ditemukan bekas-bekas kebudayaan manusia dari zaman Mesolitikum.

3) Zaman Neolitikum
Kebudayaan-kebudayaan yang berasal dari zaman Neolitikum berhasil ditemukan di Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Kebudayaan Neolitikum merupakan revolusi dari kebudayaan food gathering menjadi food producing.

4) Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar