Sabtu, 18 Mei 2013

Zaman Mesolitikum

Kjokkenmoddinger merupakan corak istimewa dari zaman Mesolitikum. Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur yang ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatra. Kehidupan masyarakatnya terutama dari hasil menangkap siput dan kerang.

Kjokkenmoddinger diteliti oleh Dr. P.V. van Stein Callenfels pada tahun 1925. Ia melakukan penelitian terhadap sampah dapur yang terdiri dari kulit kerang dan siput setinggi 7 meter. Sampah dapur dengan ketinggian seperti itu tentu mengalami proses yang cukup lama pembentukannya dan mungkin mencapai ratusan bahkan ribuan tahun.

Pada tempat itu banyak ditemukan benda-benda kebudayaan seperti kapak genggam yang jauh berbeda dengan kapak genggam dari zaman Paleolitikum. Kapak genggam dari zaman Mesolitikum ini disebut dengan nama pebble atau kapak genggam Sumatera, sesuai dengan tempat penemuannya.Kapak ini terbuat dari batu kali yang dibelah, serta masih kasar yang dikerjakan menurut keperluannya.

Hasil penemuan lain pada zaman Mesolitikum adalah abris sous roche. Abris sous roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal. Goa ini menyerupai ceruk batu karang yang dipergunakan sebagai perlindungan terhadap hujan dan panas. Pada goa ini juga ditemukan peninggalan-peninggalan kebudayaan dari jenis-jenis kebudayaan Paleolitikum sampai Neolitikum. Namun, benda-benda yang ditemukan itu sebagian besar dari zaman Mesolitikum.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Penyebaran kapak genggam Sumatera dan kapak pendek itu mendorong para ahli untuk melakukan berbagai bentuk penelitian sampai ke daerah Teluk Tonkin, daerah Yunan Selatan. Pada daerah Bacson-Hoabinh ini banyak ditemukan alat-alat kebudayaan yang memiliki persamaan dengan alat-alat kebudayaan yang ditemukan di wilayah Indonesia, sehingga banyak para ahli menafsirkan bahwa daerah Bacson-Hoabinh itu merupakan pusat kebudayaan prasejarah yang ditemukan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar