Sabtu, 18 Mei 2013

Zaman Neolitikum

Pada zaman Neolitikum manusia sudah hidup menetap dan telah memiliki tempat tinggal. Bahkan mereka telah hidup dari hasil bercocok tanam. Alat-alat kebudayaan yang dimiliki sudah halus dan sempurna. Peralatan zaman Neolitikum dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu kapak persegi dan kapak lonjong.

Kapak persegi
Nama “kapak persegi” diberikan oleh van Heine Heldern. Pemberian nama kapak persegi ini berdasarkan penampang alang dari alat-alat yang berupa persegi panjang dan trapesium. Kapak persegi ini berasal dari daratan Asia dan menyebar ke Indonesia melalui jalan barat.

Bahan dari kapak persegi adalah batu api kalsedon. Tempat-tempat pembuatan kapak persegi di Indonesia ditemukan di lereng selatan Gunung Ijen (Jawa Timur). Di samping kapak persegi, juga terdapat kapak batu, yang hanya ditemukan beberapa buah di Minahasa.

Kapak lonjong
Penamaan kapak lonjong ini didasarkan pada penampang alangnya yang berbentuk lonjong atau bundar telur. Ujung yang lancip ditempatkan pada tangkai ujung lainnya diasah sampai tajam. Kapak lonjong juga biasa dipergunakan untuk upacara. Kapak untuk keperluan upacara biasanya dikerjakan lebih halus.

Kapak lonjong mempunyai berbagai ukuran, yang besar bernama walzenbeil dan yang kecil bernama kleibeil. Kapak lonjong walzenbeil banyak ditemukan di kepulauan Tanimbar, Seram dan sekitarnya.

Tempat penemuan kapak lonjong adalah Seram, Gerong, Tanimbar, Leti, Minahasa, Kalimantan, dan sekitarnya. Kapak lonjong ini biasanya dinamakan Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di daerah Papua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar