Rabu, 12 Juni 2013

Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya

Manusia, hewan dan tumbuhan mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan tersebut, bertujuan untuk mempertahankan kelestarian hidupnya di alam agar tidak punah. Manusia, hewan dan tumbuhan dapat menyesuaikan diri dengan baik dalam keadaan lingkungan yang berbeda.

Makhluk hidup dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, misalnya adanya pohon-pohon yang pada musim kemaraun menggugurkan daun-daunnya, bentuk tubuh ikan untuk memudahkan bergerak di dalam air, susunan kaki itik untuk berenang, bentuk paruh berbagai burung sesuai dengan makanannya dan sebagainya.

Hewan dan tumbuhan mempunyai tempat tertentu, misalnya ikan hidup di air, tak mungkin di darat. Tumbuhan di gurun berbeda dengan tumbuhan di daerah dingin. Tempat hidup suatu makhluk disebut habitat. Di dunia ini ada dua kelompok habitat yaitu habitat darat dan habitat air. Tiap makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses menyesuaikan diri terhadap lingkungan itu disebut adaptasi. Makhluk hidup yang telah beradaptasi sukar untuk pindah di lingkungan lain.

Bentuk mulut binatang yang satu dengan yang lain berbeda, bentuk mulut binatang itu tergantung jenis makanannya. Bentuk mulut binatang penggigit dan pengunyah, misalnya kecoa, jangkrik, dan belalang. Hewan yang mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap misalnya nyamuk. Hewan yang mempunyai bentuk mulut penjilat dan penghisap misalnya kupu-kupu dan lalat.

Penyesuaian diri tumbuhan yang hidup di air (hidrofit) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.    daun lebar dan tipis
2.    akar pendek dan jarang
3.    batangnya berongga.
Misalnya padi, kangkung, dan enceng gondok.

Penyesuaian diri tumbuhan yang hidup di daerah kering atau gurun (xerofit) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.    akarnya panjang dan lebat
2.    daunnya kecil berbentuk duri, kaku, dan tebal
3.    batangnya banyak menyimpan air.
Misalnya kaktus dan lidah buaya.

Penyesuaian diri tumbuhan yang hidup di daerah antara kering dan lembap (tropofit) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.    menggugurkan sebagian daunnya pada waktu musim kemarau
2.    daunnya mengalami kekeringan seolah-olah mati pada waktu musim kemarau, dan akan tumbuh tunas daun baru setelah musim hujan.
Misalnya jati, kapuk randu, dan mahoni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar