Jumat, 20 September 2013

Pengertian bangsa

Meskipun di kalangan pakar kenegaraan belum terdapat persamaan pengertian bangsa, namun faktor objektif yang terpenting dari suatu bangsa adalah adanya kehendak atau kemauan bersama, yang lebih dikenal dengan "nasionalisme". Dalam kehidupan suatu bangsa, kita harus menyadari adanya keanekaragaman yang dilandasi oleh rasa persatuan dan kesatuan tanah air, bahasa, dan cita-cita. Friedrich Hertz dari Jerman dalam bukunya Nationality in History and Politics mengemukakan bahwa setiap bangsa mempunyai 4 (empat) unsur aspirasi sebagai berikut.
1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang, terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.
2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.
3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian, atau kekhasan. Misalnya. menjunjung tinggi bahasa nasional yang mandiri.
4. Keinginan untuk menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise.

a.    Unsur-unsur konstitutif berdirinya suatu negara adalah adanya rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat. Unsur pengakuan dari negara lain hanyalah unsur deklaratif yang diperlukan dalam tata hubungan internasional.
b.    Rakyat merupakan unsur terpenting sebagai penghuni negara. Rakyat dapat dibedakan antara penduduk dan bukan penduduk serta antara warga negara dan bukan warga negara. Selain itu. juga terdapat bangsa yang merupakan kelompok masyarakat luas yang mempunyai kehendak dan tujuan yang sama.
c.    Batas wilayah daratan suatu negara dengan negara lain menurut Hukum Intemasional dapat ditentukan melalui perjanjian bilateral dan multilateral.
d.    Wilayah lautan yang hampir dimiliki oleh setiap negara di dunia memerlukan adanya batas-batas yang jelas sebagai laut negara pantai (laut teritorial). Masalah ini telah dianggap selesai dengan ditandatanganinya hasil Konferensi Hukum Laut Internasional pada tahun 1982 (UNCLOS).
e.    Penentuan batas wilayah udara sebagai wilayah kedaulatan sampai sekarang belum mencapai kesepakatan. Sampai saat ini, batas wilayah udara masih dalam bentuk konsepsi, misalnya teori udara bebas dan teori negara berdaulat di udara.
f.    Pemerintah yang berdaulat mencakup kedaulatan, baik dalam arti luas maupun sempit. Sifat pokok kedaulatan mencakup sifat asli, permanen, absolut, dan tidak dapat dibagi-bagi. Makna kedaulatan dapat dijabarkan dalam bentuk Teori Kedaulatan Tuhan, Raja, Negara, Hukum dan Rakyat.
Pengakuan dari negara lain, meskipun bersifat deklaratif, namun mempunyai arti yang sangat strategis. Pengakuan dari negara lain terdiri atas dua bagian, yaitu secara de facto dan de jure. Pertimbangan perlunya pengakuan dari negara lain sebagai unsur berdirinya negara adalah berdasarkan kenyataan bahwa setiap negara tidak mampu berdiri sendiri tanpa kerja sama dengan negara lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar