Kamis, 31 Oktober 2013

Kerajaan Samudra Pasai

a. Awal Berdirinya Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai dicatat dalam sejarah Indonesia sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Awal dan tahun berdirinya kerajaan ini tidak diketahui dengan pasti, kecuali diketahui bahwa raja pertama bernama Malik Al-Saleh (1290-1297). Beberapa sejarawan mengatakan bahwa naiknya raja ini ke tahta pemerintahan Samudra Pasai dianggap sebagai awal berdirinya kerajaan ini.
Setelah raja ini wafat, pemerintahan dipegang berturut-turut oleh keturunannya, yaitu Sultan Muhammad Malik Al-Thaher (1297-1326), Sultan Ahmad, dan Sultan Zainul Abidin yang tidak diketahui dengan pasti masa pemerintahannya. Tidak adanya data sejarah yang lengkap menyebabkan tidak diketahui masa berdiri dan runtuhnya kerajaan ini dengan jelas. Diperkirakan, kerajaan ini berkembang selama kurang lebih seratus tahun sebelum digantikan peranannya oleh kerajaan Aceh dan Malaka akhir abad ke-14.

b. Letak geografis
Posisi geografis kerajaan ini yang sangat strategis, yaitu di Lhok Seumawe, Aceh Utara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, menyebabkan kerajaan ini tumbuh dan berkembang sebagai kerajaan dagang. Dengan demikian, aspek ekonomi kerajaan ini adalah perdagangan. Posisinya yang berada di jalur perdagangan internasional melalui Samudra Hindia antar. a Jazirah Arab, India, dan Cina, serta melalui Selat Malaka, Perairan Nusantara dan Laut Cina Selatan dimanfaatkan betul oleh kerajaan ini untuk kemajuan ekonomi rakyatnya.

c. Bukti Sejarah
Menurut beberapa sumber sejarah diketahui bahwa banyak pedagang dari berbagai negara berlabuh di Pelabuhan Pasai. Mereka memperdagangkan barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara yang berbatasan langsung dengan jalur dagang tersebut. Pelabuhan Pasai yang sangat strategis dijadikan sebagai tempat transit barang-barang dari berbagai negara sebelum diekspor ke tempat tujuan akhir. Dengan demikian, kerajaan ini mampu memanfaatkan ramainya perdagangan internasional yang dilakukan oleh para pedagang Islam.

d. Peranan di Bidang Politik
Peranan kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka yang runtuh abad ke-13 digantikan oleh Samudra Pasai untuk menguasai perdagangan di selat tersebut. Dengan demikian di bidang politik, kerajaan ini memiliki hegemoni atas pelabuhan-pelabuhan penting di jalur tersebut seperti Pidie, Perlak, Pasai, dan lain-lain.

e. Huhungan Dagang
Hubungan dagang dan politik dengan negeri Cina, Gujarat, dan Benggala terpelihara dengan baik walaupun pada pertengahan abad ke-14, kerajaan ini berada di bawah hegemoni politik Majapahit semasa raja Hayam Wuruk. Dengan status tersebut, kerajaan Samudra Pasai tetap memiliki peranan penting di bidang politik dan dagang atas jalur Selat Malaka tanpa harus berkonfrontasi dengan Majapahit. Bagi Samudra Pasai, pengakuan kedaulatan terhadap Majapahit tersebut tidakmembahayakannya karena yang lebih penting adalah Samudra Pasai masih memiliki kebebasan untuk mengatur masyarakatnya yang telah beragama Islam dan yang sebagian besar adalah para pedagang.

f. Kehidupan Sosial
Informasi mengenai keadaan masyarakat Samudra Pasai diketahui antara lain dari catatan perjalanan Marco Polo, seorang pengembara dari Venesia, Italia, dalam perjalanan pulang dari Negeri Cina yang singgah di Perlak tahun 1292. Informasi lain juga diperoleh dari catatan Ibn Batutah, seorang Arab, yang singgah di Pasai tahun 1326.
Menurut catatan perjalanan mereka, masyarakat Samudra Pasai adalah masyarakat pedagang yang beragama Islam terutama mereka yang tinggal di pesisir timur Sumatra. Islam yang mereka anut adalah yang bermazhab Syafii. Namun demikian, sebagian penducluknya masih menganut kepercayaan lama terutama yang tinggal di pedalaman. Rupanya, pengaruh Islam baru masuk pada masyarakat yang tinggal di pesisir, sedangkan yang di pedalaman masih terus mempertahankan adat-istiadat lama pengaruh Hindu-Budha.

g. Pusat Penyebaran Agama Islam
Menurut catatan mereka juga diketahui bahwa kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Islam ke kawasan sekitarnya di Sumatra dan Malaka. Orang-orang Pasai yang telah memeluk Islam menjadi golongan yang berperan dalam menyebarkan Islam, selain golongan pedagang dan para ulama setempat.

You can’t do well investing unless you think independently. And the truth is, you are neither right nor wrong because people agree with you. You’re right because your facts and reasoning are right. In the end, that’s what counts.
Warren Buffett

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar