Jumat, 31 Mei 2013

Lapangan pekerjaan

Jenis lapangan pekerjaan yang ada di masyarakat bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaannya. Setiap bidang pekerjaan menuntut keahlian tertentu. Keahlian ini dapat diperoleh dari sekolah atau melalui pendidikan.

Lapangan pekerjaan yang ada diciptakan oleh pemerintah dan swasta. Lapangan pekerjaan tersebut meliputi sektor pertambangan, agraris, industri, perdagangan, dan jasa.

1.    Sektor pertambangan, adalah usaha menggali, mengambil atau mengolah kekayaan yang disediakan oleh alam. Contohnya: usaha penambangan emas, penambangan batu bara, dan pengeboran minyak.

2.    Sektor agraris, adalah usaha mengolah dan memanfaatkan tanah agar menjadi berdayaguna dan berhasil guna. Sektor agraris meliputi usaha pertanian, usaha perkebunan, dan usaha perikanan darat.

3.    Sektor industri, adalah usaha menghasilkan barang baru atau meningkatkan nilai guna barang. Industri dikelompokkan dalam industri besar, industri menengah, dan industri kecil.

4.    Sektor perdagangan, adalah usaha membeli dan menjual kembali barang atau jasa. Usaha perdagangan dapat dilakukan di pasar tradisional dan pasar modern. Namun demikian, ada juga yang membuka usaha dagang di rumah dengan membuka warung.

5.    Sektor jasa, adalah usaha menyediakan layanan yang diperlukan oleh orang lain. Contohnya: jasa perawatan kesehatan, jasa transportasi, dan jasa pendidikan. Jasa perawatan kesehatan disediakan oleh rumah sakit melalui jasa dokter dan perawat. Jasa transportasi disediakan oleh badan usaha angkutan melalui jasa supir, masinis, nakhoda, atau pilot. Adapun jasa pendidikan disediakan oleh lembaga pendidikan melalui jasa guru atau dosen, atau bisa juga disediakan oleh lembaga bimbingan belajar.

Pengertian pekerjaan

Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia untuk tujuan tertentu yang dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Manusia perlu bekerja untuk mempertahankan hidupnya. Dengan bekerja seseorang akan mendapatkan uang. Uang yang diperoleh dari hasil bekerja tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh sebab itu, uang tersebut harus berasal dari hasil kerja yang halal. Bekerja yang halal adalah bekerja dengan cara-cara yang baik dan benar.

Jenis pekerjaan ada bermacam-macam. Ada pekerjaan menghasilkan barang dan ada pula pekerjaan yang menyediakan jasa. Pekerjaan menghasilkan barang dapat dilihat hasilnya. Adapun pekerjaan memberikan jasa hanya dapat dirasakan manfaat dari layanannya.

Berikut ini adalah beberapa jenis pekerjaan yang biasa kita temui dalam keseharian kita.

1) Petani
Petani adalah orang yang bekerja di bidang pertanian. Selain di sawah, usaha pertanian juga dapat dilakukan di ladang atau di pegunungan. Hasil yang diperoleh dari lahan perladangan berupa tanaman palawija, seperti kacang-kacangan, jagung, dan ubi. Hasil yang diperoleh dari daerah pegunungan di antaranya adalah sayuran dan buah-buahan.

2) Nelayan
Nelayan bekerja mencari ikan di laut. Ikan hasil tangkapan mereka kemudian dibawa ke tempat pelelangan ikan atau untuk dikonsumsi sendiri.

3) Peternak
Orang yang pekerjaannya beternak disebut peternak. Kegiatan beternak merupakan kegiatan memelihara dan mengembangbiakkan hewan ternak.

4) Guru
Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar, mendidik, dan membimbing siswa dalam belajar di sekolah. Guru juga dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi guru kita.

5) Dokter
Dokter bekerja di bidang kesehatan. Pekerjaan sebagai dokter adalah mengabdi untuk kepentingan kemanusiaan.

Dekorasi

Dekorasi berfungsi memperjelas maksud isi cerita dalam suasana berbeda. Daerah permainan dilingkupi dengan pemandangan yang serasi dengan lakon. Dekor ini terdiri dari layar latar belakang juga properti atau perlengkapan seperti perabot rumah, pepohonan, tiang, dan lain-lain. Latar belakang biasanya menggambarkan tempat adegan seperti hutan, pantai, kota, jalanan, dan sebagainya. Set dekor, properti, dan latar belakang harus berimbang serta dapat menimbulkan kesan harmonis dan efektif. Sebab, hal ini menyangkut rupa yang langsung ditangkap oleh penonton.

Set dekor dapat diklasifikasikan atas beberapa kategori. Set dekor realistik menggunakan unsur-unsur dengan kerupaan yang sebenarnya atau setidak-tidaknya mirip. Dengan set dekor ini diharapkan penonton seperti menyaksikan alam sesungguhnya. Contoh: set dekor hutan dengan layar bergambar hutan berikut pohon dan batu-batu tiruan.

Set dekor sugestif menggunakan beberapa unsur saja yang menjadi ciri khas suatu keadaan ruang atau alam tertentu. Dengan keterwakilan ini penonton diharapkan menangkap keadaan yang sebenarnya. Contoh: hutan digambarkan hutan dengan dua bentuk pohon sederhana berakar gantung.

Set dekor stilasi adalah set dekor yang bentuk unsur-unsurnya digayakan dari bentuk aslinya. Wujudnya bisa tidak alamiah. Ukurannya bisa jadi tidak rasional. Akan tetapi, set dekor keseluruhan memberikan kesan indah dan selaras dengan suasana hati adegan.

Set dekor abstrak tidak menampilkan unsur-unsur yang berbentuk realistis naturalis, tetapi berbentuk benda sederhana tidak lengkap. Penonton dituntun untuk menerka-nerka secara terarah. Misalnya, pemain berakting dan memandang ke luar bingkai segi empat (jendela). Bentuk set dekor seperti ini banyak diterapkan pada drama kontemporer atau modern.

Skenario

Skenario atau naskah atau cerita yang diangkat untuk dipertunjukkan harus memiliki konflik yang menarik untuk ditonton. Sedangkan judul bisa diambil dari tema atau inti cerita yang dipentaskan. Skenario merupakan bentuk rencana tertulis dari sebuah cerita drama atau teater. Ada tiga unsur pokok dalam menyusun skenario, yaitu premis, karakter, dan plot.

Premis merupakan intisari cerita sebagai landasan dalam menentukan arah tujuan cerita. Misalnya, premis tragedi percintaan yang dilarang dari kedua pihak. Premis serupa ini ada dalam cerita Roro Mendut-Pranacitra, Jayaprana-Layonsari, Sampek-Engtai, dan Romeo-Juliet.

Karakter adalah sifat, watak, dan gerak-gerik yang menjadi ciri suatu tokoh. Karakter dihidupkan dari olah peran sang pemain. Sutradara membentuk karakter menjadi lebih jelas.

Plot adalah alur, rangka cerita. Plot tersusun atas empat bagian: protoasis, bagian permulaan dengan pelukisan peran dan motif lakon. Epitasio, bagian komplikasi timbulnya kerumitan yang bermasalah. Catastasis, klimaks sebagai puncak ketegangan. Catastrophe, akhir atau penyelesaian dari lakon, baik itu bersifat tragedi maupun komedi.

Desain dramatik terbentuk dari permasalahan-permasalahan pokok dalam sebuah drama. Permasalahan pokok ini membuat cerita menanjak menuju klimaks atau puncak untuk kemudian turun atau diselesaikan. Dalam membuat suatu skenario, perhatikanlah alur permasalahan yang membentuk desain dramatik ini.

Contoh permasalahan pokok dalam cerita Timun Emas yaitu: Janda Dadapan yang kesepian membuat kesepakatan keliru dengan raksasa; Timun Emas beranjak dewasa dan didatangi bidadari; raksasa menagih janji dan mengejar Timun Emas; raksasa mati dan Timun Emas bertemu dengan seorang pangeran.

Kamis, 30 Mei 2013

Drama tragedi, drama komedi, dan drama tragikomedi

Drama tragedi memiliki isi cerita penuh konflik. Kemalangan menimpa tokoh utama dan akhir ceritanya menyedihkan. Istilah tragedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti kambing jantan (pada upacara persembahan kambing jantan kepada Dewa Dionysos dipentaskan drama perjuangan manusia). Yang pertama diketahui merumuskan drama tragedi adalah Aristoteles. Tokoh-tokoh pembuat drama tragedi adalah Aeschylor, Sophokles, dan Euripides (Yunani), Shakespeare (Inggris), Antonin Arfand, dan lain sebagainya. Contoh drama tragedi di Indonesia: Kapai-kapai oleh Arifin C Noer, Titik-titik Hitam oleh Nasyah Djamin, Kebebasan Abadi oleh EM Naas, Romeo dan Juliet oleh Shakespeare dengan alih bahasa Asrul Sani.

Drama komedi memiliki isi cerita penuh canda atau humor dan akhir bahagia. Istilah komedi berasal dari kata ‘cosmos’ (Yunani) yang berarti gembira atau senang. Drama ini pada awalnya dipentaskan dalam upacara panen bagi Dewa Apollo pelindung kesuburan. Di Indonesia, pada pertunjukan drama komedi daerah para pemain seringkali mengajak penonton terlibat dalam percakapan pertunjukan. Tokoh drama komedi Indonesia di antaranya Bing Slamet, Benyamin, Bagio, Basuki, Mandra, dan lain-lain.

Drama tragikomedi adalah gabungan antara drama tragedi dan komedi. Isi ceritanya memuat kesedihan sekaligus lawakan. Konflik dan humor berselang-seling membuat drama menjadi lebih seru atau menarik. Drama jenis ini sering kita lihat dalam pertunjukan drama tradisional seperti ludrug, ketoprak, wayang orang, randai, rejang, dan sebagainya. Contoh: Sendratari Abimanyu Gugur dengan lawakan para punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong).

Tari tradisional kerakyatan, tari tradisional klasik, dan tari kreasi

Tari tradisional kerakyatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum atau rakyat. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan, pergaulan, dan juga sebagai wujud rasa syukur. Cirinya adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busana yang sederhana serta sering disajikan secara berpasang-pasangan atau kolektif (kelompok). Contoh: tari jaran kepang atau kuda lumping (Jawa), tari jaipongan (jabar), tari banyumasan, tari janger (Bali), tari payung, lilin (Sumatra Barat), tari saman (Aceh), tari tayuban (Jawa Tengah).

Tari tradisional klasik dikembangkan oleh kaum bangsawan di istana. Bentuk gerak tarinya baku atau tidak bisa diubah. Pengembangannya lebih sulit karena hanya bisa dilakukan dalam kelompok bangsawan tersebut. Fungsi tari klasik biasanya sebagai sarana upacara kerajaan dan adat. Bentuk gerak, irama, penghayatan, rias, dan busananya terkesan lebih estetis dan mewah.
Contoh: tari topeng klana (Jawa Barat), tari bedhaya, tari serimpi, tari sawung (Jawa Tengah), tari beskalan, tari ngremo (Jawa Timur), tari rejang (Bali), tari syang hyang (Bali), tari pakarena (Sulawesi Selatan).

Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. selain bentuk geraknya, irama, rias, dan busananya juga merupakan hasil modifikasi tari tradisi. Bentuk tari yang lebih baru lagi misalnya tari pantomim (gerak patah-patah penuh tebakan), operet (mempertegas lagu dan cerita), dan kontemporer (gerak ekspresif spontan, terlihat tak beraturan tapi terkonsep).
Contoh: tari oleg tambulilingan, tari tenun, tari wiranata, tari panji semirang (Bali), tari kijang, tari angsa, tari kupu-kupu, tari merak (Jawa), tari pattenung, tari padendang, tari bosara, tari lebonna (Sulawesi Selatan).

Seni kriya

Seni kriya atau kerajinan adalah suatu usaha untuk membuat barang-barang hasil pekerjaan tangan atau dapat pula berarti pekerjaan tangan. Benda-benda ini biasanya dibuat untuk keperluan sehari-hari sekaligus untuk melestarikan tradisi kesenirupaan suatu daerah. Oleh karenanya, karya seni kriya biasanya memiliki ciri khas daerah dengan aturan, motif, dan warna yang melambangkan makna-makna tertentu dari daerah tersebut.

Karya seni kriya adalah seni rupa yang paling banyak ragamnya di Indonesia. anyaman rotan, bambu, dan daun pandan, berwujud tempat nasi, nyiru, bubu, kap lampu, tas, sampai dinding rumah, tikar, lampit, dan kursi. Gerabah atau keramik menjadi tempayan, celengan, dan berbagai hiasan rumah dan taman. Ukiran dan pahatan dibuat berbagai patung, ornamen dinding dan atap, aneka kotak penyimpanan, pembatas ruangan, juga meja, kursi, lemari, dan tempat tidur. Ada pula beragam seni tekstil seperti tenun, ikat, dan batik. Belum lagi kerajinan emas dan perak, kulit, manik-manik, dan masih banyak lagi.

Banyak seni kerajinan daerah ini yang hampir punah karena sedikit sekali yang tertarik untuk melanjutkan tradisinya. Padahal pengetahuan corak dan cara pengerjaannya merupakan warisan budaya nusantara yang tak ternilai harganya. Kekurangan modal juga menjadi salah satu hal yang mengakibatkan matinya seni ini. Padahal kenyataannya, kerajinan tangan yang berkualitas dinilai sangat tinggi di dunia internasional. Jadi, seni kriya seharusnya menjadi produk ekspor yang sangat potensial.

Unsur seni rupa

Karya seni rupa, terutama karya seni dua dimensi, terdiri dari unsur titik, garis, bidang, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dari perpaduan selaras unsur-unsur inilah terbentuk karya seni rupa yang indah.

Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Unsur titik akan tampak berarti apabila jumlahnya cukup banyak atau ukurannya diperbesar hingga menjadi bintik.

Garis merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi satu. Ada empat macam garis yaitu garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, dan garis spiral atau pilin. Garis lurus berkesan tegas dan keras. Garis lengkung berkesan lembut dan lentur. Garis patah-patah berkesan kaku. Garis spiral berkesan luwes.

Bidang merupakan unsur seni rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Ada dua jenis bidang. Bidang geometris beraturan dan dipakai dalam ilmu ukur. Bidang nongeometris tidak beraturan dan sering ditemui pada bentuk-bentuk alami.

Bentuk adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. Macam-macam bentuk ini yakni: kubistis, silindris, bola, limas, prisma, kerucut (semua geometris), dan nongeometris. Unsur bentuk diterapkan pada unsur seni patung, arsitektur, interior, dan kriya.

Warna merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). Warna bisa dibedakan menjadi tiga. Warna primer (pertama) adalah warna dasar, bukan campuran dari warna apapun. Warna primer ini: merah (magenta), kuning (yellow), dan biru (cyan). Warna sekunder (ke dua) terbentuk dari dua warna primer. Contohnya: hijau, ungu, dan jingga. Warna tersier (ke tiga) terbentuk dari campuran warna sekunder dengan warna sekunder lainnya atau warna tersier. Warnanya seperti warna sekunder tapi dengan tingkat pengaruh warna primer yang berbeda-beda.

Tekstur merupakan nilai permukaan suatu benda (halus, kasar, licin, atau yang lainnya). Secara visual, ada dua tekstur. Tekstur nyata, bila keadaan benda saat dilihat dan diraba sama nilainya. Tekstur semu, bila keadaan benda saat dilihat dan diraba berbeda.

Gelap terang merupakan keadaan suatu bidang yang dibedakan dengan warna tua dan muda yang disebabkan oleh perbedaan warna atau pengaruh cahaya.

Rabu, 29 Mei 2013

Manfaat semangat kerja

Semangat kerja sangat dibutuhkan dalam segala aktivitas kerja. Tanpa semangat kerja, maka kesuksesan tidak akan diraih. Namun, semangat kerja tidak selalu ada dalam diri seseorang. Terkadang semangat kerja dapat pula menurun. Ada beberapa hal yang memengaruhi tinggi atau rendahnya semangat kerja dalam diri seseorang. Contohnya: kenyamanan atau suasana kerja, tujuan bekerja, jumlah gaji atau penghasilan yang diterima, dan minat seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Semangat kerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Seseorang yang memiliki semangat kerja tinggi akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1)    Dengan semangat kerja, pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dan berhasil dengan baik
2)    Semangat kerja yang tinggi mendorong seseorang untuk bekerja dengan hati-hati dan teliti
3)    Semangat kerja memudahkan seseorang meraih suatu prestasi
4)    Dengan semangat kerja, produktivitas akan meningkat
5)    Semangat kerja dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan pantang menyerah.

Semangat kerja harus terus ditumbuhkan dalam diri agar bisa mencapai semua mimpi, harapan, dan keinginan secara optimal. Beberapa cara menjaga semangat kerja agar selalu ada di dalam diri kita, antara lain dengan mengucapkan syukur atas segala sesuatu yang telah kita miliki saat ini. Selain itu, kita harus mampu melihat dan memperbaiki semua kelemahan diri. Semangat kerja yang stabil dan konsisten dapat membawa kita ke puncak kesuksesan. Amin.

Tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok

Tari tunggal merupakan bentuk tarian yang ditarikan secara individu atau sendiri, baik laki-laki atau perempuan. Penari memiliki tanggung jawab pribadi untuk menghapal gerak dan formasi dari awal sampai akhir pementasan. Tari tunggal biasanya memiliki alur cerita atau penokohan dengan tema kepahlawanan atau percintaan. Contoh: tari panji semirang (Bali), tari golek (Jawa Tengah), tari topeng (Jawa Barat). Jumlah tari bentuk ini lebih sedikit karena masyarakat kita lebih menyukai tarian massal.

Bentuk tari berpasangan atau berpasang-pasangan bisa dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan, sesama laki-laki, atau sesama perempuan. Sang penari harus memperhatikan keselarasan geraknya dengan gerak pasangannya. Mereka harus saling mengisi dan melengkapi, juga melakukan respons dan kerja sama. Contoh: tari gale-gale (Irian Jaya), tari oleg tambulilingan (Bali), tari payung (Melayu), tari piso surit (Batak Karo), tari cokek (Jakarta).

Tari kelompok adalah bentuk tarian yang ditarikan oleh tiga orang atau lebih. Tari jenis ini memerlukan kerja sama yang lebih baik lagi. Keserempakan gerak dan permainan komposisi sangat menentukan. Untuk pergelaran drama tari atau sendra tari penari harus dapat diajak kerja kelompok berdasarkan alur cerita atau keterkaitan para pemeran tokohnya. Contoh: tari bedhaya semang (6 orang, Surakarta, Jawa Tengah), tari bedhaya ketawang (6 orang, Yogyakarta), tari lawung (4 orang, Jawa Tengah), tari serimpi (4 orang, Jawa Tengah), tari kecak (Bali), tari janger (Bali).

Pengertian seni drama

Seni drama merupakan bentuk seni pertunjukan yang kompleks. Di dalamnya tercakup beberapa seni seperti seni sastra, seni peran, seni gerak, seni rupa, seni musik, dan bahkan bisa melibatkan seni tari.

Drama menggunakan sastra sebagai bahan baku cerita dan dialognya. Seni peran adalah bagian yang paling membedakan seni drama dari seni lainnya. Dalam drama seseorang memerankan sebuah tokoh dengan meniru watak dan gerak-gerik asli di kehidupan sehari-hari. Imitasi realitas kehidupan adalah ciri khas seni drama. Seni rupa diterapkan dalam busana, properti, panggung, dan dekorasi. Seni musik berfungsi sebagai pembentuk dan penegas suasana adegan. Sedangkan tarian digunakan untuk menggantikan gerak biasa menjadi gerak simbolis. Gerak tari yang lebih halus daripada gerak biasa juga memperindah pertunjukan drama.

Kata “drama” berasal dari bahasa Yunani ‘dramoi’ yang artinya berbuat, bertindak, atau beraksi yang dilakukan di atas pentas. Kata “teater” berasal dari kata ‘theatre’ yang berarti gedung atau tempat pertunjukan. Di Indonesia kita memiliki istilah sendiri dengan pengertian serupa, yaitu sandiwara. Menurut Sri Mangkunegoro VII, sandiwara berasal dari bahasa Sansekerta ‘sandi’ yang berarti rahasia dan ‘warah’ yang berarti ajaran. Jadi, sandiwara adalah pertunjukan yang ceritanya berisi ajaran atau pesan yang tersamarkan.

Baik drama, teater, atau sandiwara mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu mengangkat cerita berkonflik melalui adegan per adegan permasalahan sampai ke titik klimaks dan berakhir dengan penyelesaian.

Pengertian puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Kata-kata yang digunakan adalah kata-kata konotatif, yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian. Secara garis besar, unsur-unsur puisi terbagi dalam dua macam, yakni unsur ekstrinsik atau fisik dan unsur intrinsik atau batin.

a.    Unsur ekstrinsik
-    Diksi (pemilihan kata), adalah kata-kata yang digunakan dalam puisi yang merupakan hasil pemilihan yang sangat cermat. Kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik makna, susunan bunyinya maupun hubungan kata itu dengan kata-kata lain dalam baris dan baitnya. Kata-kata yang dipilih hendaknya bersifat puitis dan mempunyai efek keindahan.
-    Citraan (pengimajian), adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasakan, mendengar, melihat, meraba, atau mencium sesuatu yang diungkapkan penyair.
-    Rima (pengulangan bunyi), adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima menjadikan puisi lebih indah. Selain rima, dikenal pula ritma, yaitu pengulangan kata, frase, atau kalimat dalam bait-bait puisi.
-    Tipografi (tata wajah). Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraf, namun berbentuk bait. Dalam puisi-puisi kontemporer, tipografi dipandang begitu penting sehingga menggeser kedudukan makna kata-kata.
-    Majas (bahasa figuratif), adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau kata lain.

b.    Unsur intrinsik
-    Tema, adalah pokok persoalan atau sesuatu yang hendak diungkapkan oleh penyair melalui puisinya
-    Amanat, adalah tujuan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair
-    Nada dan suasana. Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca, apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sedangkan suasana adalah akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Misalnya, nada duka yang diciptakan penyair menimbulkan suasana iba di hati pembaca. Nada religius menimbulkan suasana khusyuk.
-    Perasaan. Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan penyair ikut diekspresikan. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada kekasih, alam, atau Sang Khalik.

Selasa, 28 Mei 2013

Pengertian syair

Syair merupakan simbol bahasa yang digunakan oleh komponis dalam mengekspresikan perasaan untuk mempermudah pendengar dalam mencerna karya musiknya. Lagu daerah biasanya memakai bahasa daerah tersebut dalam menuturkan isi lagunya. Dalam syair terkadang komponis mengadakan perulangan. Pengulangan melodi atau syair merupakan salah satu cara untuk memberi penekanan pada emosi lagu tersebut.

Sajak syair
Dalam susunan vertikal pada akhir baris atau frase musik, syair lagu pada musik daerah dapat bervariasi. Kita bisa membuat syair bersajak sama (aaaa, bbbb), bersajak selang (abab), bersajak peluk (abba), bersajak pasang (aabbcc), atau bersajak patah (abcb, aaba).

Bentuk syair
a. Syair terikat
Syair lagu daerah klasik biasanya terikat oleh aturan tertentu. Di beberapa daerah, syairnya berbentuk pantun. Bentuk pantun dikenal dengan nama yang berbeda-beda di tiap daerah. Misalnya: panton (Aceh dan Ambon), umpama (Batak Toba), ende-ende (Mandailing), rejong (Bengkulu), parikan dan lagu ludrug (Jawa), serta sesindiran, sesuwalan, dan lagu doger (Sunda). Pantun berisi beragam perasaan rakyat, sehingga disebut syair rakyat.

Di daerah Jawa dan Sunda, ada syair yang memakai pedoman pupuh (tembang). Pedoman itu mengatur: banyaknya baris dalam satu bait (padalisan atau guru gatra), banyaknya suku kata dalam tiap baris (guru wilangan), bunyi vokal untuk akhir baris (guru lagu), dan watak tertentu dari lagu.

b. Syair bebas
Syair jenis ini tidak punya pedoman dalam penyusunannya. Syair bergerak bebas bagaikan air mengalir. Banyak lagu daerah menggunakan syair bebas. Namun, syair dan melodi yang dibuat tetap memiliki bentuk tertentu yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Pengertian tangga nada

Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat-tingkat tingginya. Antara nada-nada tersebut terdapat jarak tertentu. Ada yang jaraknya ½, 1, 1 1/2, dan 2. Jarak inilah yang nantinya menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga nada yang kita kenal, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.

a. Tangga nada diatonis
Tangga nada diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah nada. Tangga nada ini terbagi dalam dua kelompok, yaitu tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor. Tangga nada mayor berkesan bahagia dan bersemangat. Tangga nada minor terkesan sedih dan kurang bersemangat.

b. Tangga nada pentatonis
Tangga nada pentatonis hanya terdiri dari lima nada pokok (penta = lima; tone = nada). Nada-nada dalam tangga nada pentatonis tidak dilihat berdasarkan jarak nada, tetapi berdasarkan urutannya dalam tangga nada. Musik nusantara memiliki istilah sendiri untuk nada dan tangga nada pentatonis ini, terutama untuk seni karawitan Jawa dan Sunda.

Tangga nada pentatonis sendiri terbagi lagi atas dua tangga nada, yaitu pelog dan slendro. Masing-masing jenis tangga nada pentatonis ini mempunyai susunan jarak nada yang berbeda.

Perbedaan tonalitas pelog dan slendro terdengar jelas bila dipakai dalam musik. Tangga nada pentatonis pelog akan memberikan perasaan tenang, hormat, dan memuja. Sedangkan tangga nada slendro bersifat gembira, bersemangat, dan terkadang fantastik.

Kalau anda dengarkan, lagu-lagu dari daerah Indonesia bagian Timur banyak menggunakan tangga nada diatonis. Sedangkan lagu-lagu di daerah Jawa dan Bali banyak yang memakai sistem tangga nada pentatonis. Malah ada yang memiliki nama jenisnya sendiri, seperti slendro, pelog, madenda, mandalung, mataraman, dan kobongan.

Pengertian nada

Nada merupakan suara terpilih yang terdengar enak. Dalam kegiatan musik, nada memiliki peran besar. Sebab, nada bisa disusun, dipadukan, atau divariasikan. Nadalah unsur utama terbentuknya musik yang indah. Pengetahuan dan kemampuan dalam mengolah nada penting dalam berolah musik. Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

a. Tinggi nada (pitch)
Tinggi nada berkaitan dengan frekuensi atau banyaknya getaran tiap detik. Makin besar frekuensi, makin tinggi nadanya. Setiap nada mempunyai frekuensi tertentu. Bila banyaknya getaran atau besarnya frekuensi berkurang sedikit saja, nada akan terdengar sumbang. Jadi, pitch yang dibunyikan harus tepat.

b. Panjang nada (durasi)
Panjang nada merupakan lama suatu nada dibunyikan. Panjang nada dihitung dengan satuan ketuk yang sifatnya relatif, bisa panjang bisa pendek. Dalam musik, waktu diam atau nada tidak berbunyi pun memiliki durasi agar dapat diatur kapan dan sebesar apa nada harus berbunyi.

c. Intensitas nada
Intensitas nada berarti keras atau lembutnya bunyi suatu nada. Hal ini tergantung pada lebarnya getaran dan sifatnya relatif. Nada yang terdengar keras di dalam ruangan belum tentu keras bila terdengar di stadion. Demikian pula, keras atau lemahnya suatu nada juga tergantung pada selera pribadi. Nada yang sudah terdengar keras bagi seseorang mungkin masih belum cukup keras bagi orang lain.

d. Warna nada (timbre)
Warna nada adalah jenis suara yang dihasilkan. Warna nada tergantung pada sumber bunyi, resonator (ruang gema), dan cara memainkan sumber bunyinya. Walaupun rebab dan angklung membunyikan nada yang tinggi dan panjang serta kuatnya sama, warna nadanya tetap berbeda.

Fungsi musik

Secara umum musik memang berfungsi sebagai media rekreatif atau hiburan untuk menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam fungsi sosial budayanya, musik daerah memiliki fungsi sebagai berikut.

Musik daerah bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kegiatan lain. Bunyi-bunyian seringkali dianggap punya kekuatan gaib sehingga digunakan sebagai sarana upacara adat. Contohnya sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu di Sumba dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.

Irama musik juga berpengaruh pada perasaan seseorang dalam melakukan gerakan indah, sehingga musik menjadi pengiring tari dan pertunjukan. Tari dan pertunjukan daerah itu pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Misalnya musik gamelan pengiring tari dan pertunjukan wayang di Pulau Jawa dan Bali juga musik melayu pengiring tari melayu dan pertunjukan mak yong di Riau.

Lagu-lagu rakyat yang tumbuh subur di pedesaan juga banyak dipakai sebagai media bermain. Contohnya Cublak-cublak Suweng dari Jawa Tengah, Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan, dan Pok Ame-ame dari Betawi.

Bunyi-bunyian, termasuk musik, sudah lama menjadi media komunikasi bagi bangsa Indonesia. irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana dipakai sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus ke masyarakat akan bencana alam, pencurian, atau pertemuan desa. Tiap pesan memiliki irama khas yang berbeda-beda.

Selain itu, kini lagu-lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernapaskan agama menjalankan fungsi ini.

Senin, 27 Mei 2013

Pengertian seni tari

Seni tari adalah gerakan terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga atau tubuh, wirama atau irama, wirasa atau penghayatan, dan wirupa atau wujud.

Tari adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa substansi atau bahan baku tari adalah gerak; gerak yang terangkai sehingga memuat ritme dan waktu di dalam ruang. Dapat diartikan bahwa seni tari adalah pengungkapan lewat gerak yang distilir atau digayakan dan berkesinambungan yang di dalamnya terdapat unsur keindahan.

Seni tari memiliki empat unsur keindahan, yaitu: wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa. Keempat unsur seni tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk harmoni.

Wiraga adalah raga atau tubuh, yaitu gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari. Gerak tari dirangkai dan digayakan sesuai dengan bentuk yang tepat. Misalnya seberapa jauh badan merendah, tangan merentang, kaki diangkat atau ditekuk, dan sebagainya.

Wirama adalah ritme atau tempo atau seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhnya irama. Irama ini biasanya dari alat musik ritmis yang mengiringi, seperti gong, gendang, tifa, rebana, dan lain-lain.

Wirasa adalah perasaan yang diekspresikan lewat raut muka dan gerak. Keseluruhan gerak tersebut harus dapat menjelaskan jiwa dan emosi tarian. Seperti sedih, gembira, tegas, atau marah.

Wirupa adalah rupa atau wujud, memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana, dan rias yang disesuaikan dengan peranannya.

Pengertian artikulasi

Artikulasi berarti kejelasan nada dan kata-kata. Artikulasi merupakan teknik memproduksi suara yang baik dan mengucapkannya dengan jelas, nyaring, dan merdu. Bila kita terbiasa berbicara dengan jelas, artikulasi dalam bernyanyi juga akan lebih jelas.

Syair lagu harus diucapkan dengan lafal yang jelas dan suara terbentuk. Pembentukan lafal syair dipengaruhi oleh alat-alat ucap: rongga hidung, langit-langit, lidah, bibir, dan gigi. Sedangkan pembentukan suara dipengaruhi oleh paru-paru, sekat rongga badan, pharinx (batang tenggorokan), rongga mulut, rongga hidung, dan pita suara. Sumber suara manusia terdapat pada pita suara yang berbentuk selaput tipis, lentur, dan melintang pada pangkal tenggorokan.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan artikulasi yang baik adalah sebagai berikut:
a. Sikap badan
Sikap badan yang benar akan dapat membantu memperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama terciptanya suara manusia. Sikap badan yang baik dalam bernyanyi adalah:
-    Duduk atau berdiri dengan sikap badan selalu tegak, bahu agak ditarik ke belakang
-    Bagian badan dalam keadaan tidak tegang (rileks)
-    Bila berdiri, kaki sedikit direntangkan dengan kepala sedikit diangkat.

b. Posisi mulut
Bentuk dan posisi organ-organ mulut waktu memproduksi suara sebaiknya seperti berikut:
-    Mulut dibuka selebar tiga jari secara vertikal
-    Gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas
-    Bibir bawah menekan gigi seri bawah
-    Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras
-    Lidah jangan terlalu ditarik ke belakang untuk menghindari suara kerongkongan
-    Bibir jangan melebar agar tidak bersuara sember
-    Turunkan rahang serendah mungkin dalam membuka mulut.

Pendidikan seni

Seni memiliki fungsi yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung bagi manusia. Fungsi yang secara langsung dapat dirasakan adalah sebagai media untuk berekspresi diri, berkomunikasi, bermain, dan menyalurkan bakat yang dimiliki. Secara tidak langsung, manusia dapat memperoleh manfaat pendidikan melalui pengembangan berbagai kemampuan dasarnya untuk belajar. Selain itu, melalui pendidikan seni manusia dapat memperoleh kehalusan budi pekerti, karena seni mengolah kepekaan manusia terhadap alam dan lingkungan sekitar serta hal-hal yang berkaitan dengan keindahan.

Kemampuan dasar manusia yang dapat dikembangkan melalui seni meliputi: fisik, daya serap, daya pikir, emosi, daya cipta, cita rasa keindahan, dan sosial. Gerakan yang dilakukan dalam berkarya seni melatih fisik kita. kita juga belajar dengan cara menyerap hal yang terjadi di alam dan orang-orang lain di sekitar untuk kemudian diwujudkan dalam karya seni. Penyerapan tadi pun harus diolah sebelum menjadi karya seni. Pengolahan kesadaran dan pengetahuan ini melatih daya pikir kita. emosi kita juga diasah dengan cara mengungkapkannya lewat karya seni. Dalam membuat karya ini, tentu saja kita juga melatih daya cipta; melatih daya kreasi dan bukan sekadar meniru. Selain itu, cita rasa keindahan diasah ketika kita berusaha memadukan unsur-unsur seni menjadi sesuatu yang harmonis dan indah. Kita juga belajar nilai-nilai sosial, seperti kerja sama, saling menghargai, dan berkomunikasi dalam proses membuat karya seni.

Kebutuhan pokok

Jenis kebutuhan pokok:
1)    Pangan (makanan). Makanan tidak menyangkut hal perut semata. Wujud makanan yang cantik dilihat tentu lebih menggugah selera orang yang akan menyantapnya. Itulah sebabnya terdapat seni menyajikan hidangan. Bentuk dan warna makanan dirancang sedemikian rupa sesuai dengan cita rasa masyarakat. Setiap daerah memiliki cara memasak, membentuk, menata, dan menghias makanannya masing-masing. Dari ibu rumah tangga, pengusaha katering, sampai koki restoran ternama merupakan seniman dalam hal makanan.
2)    Sandang (pakaian). Pakaian tidak hanya berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh dari kondisi lingkungan alam saja, tetapi juga sebagai sarana sosial budaya. Semakin tinggi peradaban manusia, semakin tinggi fungsi sosial dan budaya dari pakaian ini. Pakaian merupakan suatu gengsi, lambang status sosial manusia. Selain itu, pakaian dikenakan manusia berdasarkan pertimbangan nilai-nilai moral dan kesopanan yang dianut oleh masyarakat. Pakaian juga dapat berfungsi sebagai identitas budaya pada masyarakat tertentu. Sebagai benda hias, baju membalut tubuh manusia agar tampak lebih indah. Baju terbentuk dari berbagai komponen yang dipadukan menjadi suatu karya seni yang indah dipandang dan nyaman dikenakan. Para perancang busana dan perancang kain, baik yang tradisional maupun yang profesional adalah seniman-seniman pencipta karya seni pakaian.
3)    Papan (tempat tinggal). Selain sebagai tempat berlindung dari cuaca dan hewan, rumah merupakan karya seni. Rumah terbuat dari berbagai komponen bahan yang diperoleh dari lingkungan alam dan disusun secara artistik. Semua bagian rumah ditata sedemikian rupa sehingga nyaman ditinggali dan berfungsi sebagaimana mestinya. Rumah juga berfungsi sebagai identitas sosial budaya. Sehingga secara fisik, bentuk rumah daerah di Indonesia sangat beranekaragam.

Minggu, 26 Mei 2013

Pengertian menabung

Menabung berarti menyisihkan sebagian uang kita miliki untuk disimpan. Menabung merupakan salah satu cara untuk mengelola uang. Menabung yang paling mudah adalah di rumah karena dapat dilakukan setiap waktu. Akan tetapi, menabung di rumah tidak ada jaminan keamanan. Kadang kita mudah tergoda untuk mengambil uang dalam tabungan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan sesaat. Akhirnya uang yang kita tabung pun habis.

Menabung juga dapat dilakukan di sekolah. biasanya dikoordinasikan oleh guru kelas. Setiap siswa dapat menyisihkan sisa uang sakunya untuk ditabung. Menabung di sekolah banyak manfaatnya. Siswa dapat mengambil uang tabungannya sewaktu-waktu jika diperlukan. Siswa juga dapat mengambil uang tabungannya pada akhir tahun untuk kegiatan di sekolah.

Menabung yang paling aman dapat dilakukan di bank, baik bank milik pemerintah maupun bank milik swasta. Cara menyetor dan mengambil uang tabungan di bank juga sangat mudah. Kita cukup datang ke bank sambil membawa buku tabungan, kemudian mengisi formulir setoran atau penarikan. Biasanya untuk menarik nasabah agar menabung di bank, pihak bank memberikan berbagai macam undian dengan hadiah yang menarik.

Apakah tujuan dan manfaat menabung? Menabung memiliki tujuan sebagai berikut:
1)    Menghemat pengeluaran agar hidup tidak boros
2)    Mengatur keuangan dengan baik
3)    Merencanakan dan mempersiapkan hari depan
4)    Menyukseskan pembangunan.

Manfaat menabung adalah sebagai berikut:
1)    Memenuhi kebutuhan mendesak
2)    Memenuhi biaya berbagai macam keperluan
3)    Memenuhi kebutuhan untuk masa depan.

Pengertian uang kartal

Uang kartal adalah uang berupa kertas dan logam yang digunakan sebagai alat pembayaran.

1) Uang kertas
Uang kertas terbuat dari bahan khusus dan memiliki bentuk persegi panjang. Uang kertas memiliki dua gambar yang berbeda. Tiap uang kertas juga memiliki nilai dan warna yang berbeda.

Ciri-ciri uang kertas Republik Indonesia (RI) adalah sebagai berikut:
a.    Uang kertas berwarna biru, hijau, atau merah
b.    Terdapat gambar pada kedua sisinya. Bagian depan bergambar pahlawan. Bagian belakang bergambar tempat wisata, hasil kerajinan dari suatu daerah, atau kegiatan di bidang tertentu
c.    Tercantum nilai nominal uang yang tertulis dengan angka atau huruf
d.    Terdapat tanda tangan Dewan Gubernur Bank Indonesia
e.    Terdapat tulisan Bank Indonesia dan logo Bank Indonesia
f.    Tertulis nomor seri mata uang. Nomor seri menunjukkan urutan nomor pengeluaran uang tersebut
g.    Tercantum tahun penerbitan uang tersebut
h.    Memiliki benang pengaman.

Uang kertas yang saat ini beredar di masyarakat bernilai 1.000 rupiah, 2.000 rupiah, 5.000 rupiah, 10.000 rupiah, 20.000 rupiah, 50.000 rupiah, dan 100.000 rupiah.

2) Uang logam
Uang logam terbuat dari logam aluminium, perak, dan tembaga. Bentuknya bundar dan pipih. Beberapa ciri uang logam RI adalah sebagai berikut:
a.    Uang logam berwarna putih seperti perak atau cokelat kemerahan
b.    Terdapat dua gambar pada kedua sisinya. Pada salah satu sisinya bergambar tumbuhan (flora) atau hewan (fauna). Sisi yang lain bergambar Burung Garuda
c.    Tercantum nilai nominal uang yang tertulis dengan angka
d.    Terdapat tulisan Bank Indonesia
e.    Tercantum tahun penerbitan uang tersebut.

Pecahan uang logam yang telah dicetak oleh pemerintah bermacam-macam nilainya, mulai dari pecahan 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, 50 rupiah, 100 rupiah, 200 rupiah, 500 rupiah, dan 1.000 rupiah.

Namun, uang pecahan 5 rupiah, 10 rupiah, dan 25 rupiah sulit didapatkan karena jarangnya harga barang yang bernilai di bawah 50 rupiah.

Pengertian uang logam

Uang dari logam pertama kali dibuat sekitar 2.700 tahun yang lalu oleh bangsa Lydia Kuno (kini Turki). Uang logam yang dibuat oleh bangsa Lydia merupakan campuran dari emas dan perak. Logam emas dan perak dipilih sebagai bahan uang karena:
1)    Digemari oleh umum
2)    Tahan lama dan tidak mudah rusak
3)    Memiliki nilai yang tinggi
4)    Mudah dipindah-pindah
5)    Mudah dipecah-pecah dan tidak mengurangi nilainya
6)    Tidak mudah dipalsukan.

Bahan logam yang memenuhi peryaratan di atas adalah emas dan perak. Uang dari emas dan perak saat itu disebut uang logam. Agar orang merasa yakin akan nilai uang emas dan merasa aman saat berbelanja menggunakan uang emas, maka uang emas diberi stempel raja.

Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh. Artinya, nilai bahan uang sama dengan nilai nominal (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang menempa uang, melebur, dan memakainya. Setiap orang juga mempunyai hak yang tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, maka perkembangan tukar-menukar barang dengan uang logam juga semakin meningkat. Sementara itu, jumlah logam mulia emas dan perak terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk tukar-menukar dalam jumlah besar. Kesulitan terutama dalam hal pengangkutan dan penyimpanan, hingga kemudian lahirlah uang kertas. Di samping itu, penggunaan uang logam emas dan perak juga dinilai tidak aman.

Pengertian koperasi sekolah

Koperasi merupakan badan usaha yang dibentuk berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Keuntungan yang diperoleh dari usaha di koperasi akan dibagikan kepada seluruh anggotanya.

Kini, hampir setiap sekolah memiliki koperasi. Koperasi sekolah dibentuk berdasarkan persetujuan dan hasil mufakat dalam rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, dan perwakilan siswa. Yang berhak menjadi anggota koperasi sekolah adalah siswa, guru, dan karyawan sekolah lainnya.

Koperasi sekolah menjual bermacam perlengkapan dan peralatan sekolah, misalnya buku, dasi, dan seragam sekolah. harga barang-barang di koperasi sekolah sudah ditetapkan sehingga tidak bisa dilakukan proses tawar menawar. Selain menjual perlengkapan sekolah, koperasi sekolah juga dapat dijadikan tempat untuk menabung bagi siswa-siswa sekolah yang bersangkutan.

Agar sistem jual beli di koperasi sekolah berjalan lancar, maka koperasi sekolah memiliki pengurus. Pengurus koperasi sekolah adalah siswa di sekolah yang bersangkutan dan dibantu oleh guru-guru.

Arti lambang koperasi
1)    Rantai: menggambarkan persahabatan yang kokoh
2)    Roda gigi: menggambarkan usaha keras yang ditempuh
3)    Padi dan kapas: menggambarkan kemakmuran rakyat yang diusahakan oleh koperasi
4)    Timbangan: menggambarkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi
5)    Bintang dalam perisai: menggambarkan Pancasila, yang merupakan landasan idiil koperasi
6)    Pohon beringin: menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian Indonesia yang kokoh berakar
7)    Koperasi Indonesia: menandakan lambang kejiwaan koperasi Indonesia
8)    Warna merah dan putih: menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Sabtu, 25 Mei 2013

Dasar pembentukan kelompok sosial

Dalam pembentukannya, kelompok sosial mempunyai dasar tertentu. Dasar-dasar tersebut meliputi faktor keturunan (genealogis), kesatuan teritorial (community), kesatuan kepercayaan (religius), dan kesatuan kepentingan (asosiasi).

a.    Kesatuan berdasarkan keturunan (genealogis). Kesatuan genealogis adalah kelompok-kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan darah dan keturunan. Pada kelompok sosial ini, diawali dari terbentuknya keluarga batih (nuklear family) atau keluarga inti, yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
b.    Kesatuan teritorial. Suatu komunitas terdiri atas sekumpulan individu yang hidup bersama dalam suatu wilayah. Individu-individu dalam masyarakat tersebut selalu melakukan jalinan kerja sama dalam bentuk yang tetap ataupun tidak tetap. Jalinan yang tetap ini terjadi karena wilayahnya saling berdekatan sehingga terikat oleh kesamaan wilayah tempat tinggal.
c.    Kesatuan kepercayaan (religius). Pada dasarnya, kesatuan religius adalah kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan agama atau kepercayaan tertentu. Melalui kesamaan agama atau kepercayaan inilah biasanya muncul ikatan yang sangat kuat dan rasa sentimen kelompok yang mendalam. Akibatnya, terbangun komunikasi dan kerja sama yang erat antaranggota yang memiliki jaringan antarnegara di seluruh penjuru dunia.
d.    Kesatuan kepentingan (asosiasi). Asosiasi atau istilah lain dari kesatuan kepentingan adalah kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat yang terbentuk atas dasar persamaan kepentingan. Dalam kehidupan masyarakat modern, masyarakat berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memadukan kepentingan bersama orang-orang seprofesi. Oleh sebab itu, terbentuklah ikatan atau asosiasi atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap. Perwujudan nyata asosiasi dalam kehidupan masyarakat dapat berbentuk negara, perkumpulan atas dasar ekonomi, dan persatuan buruh.

Faktor yang mendorong terbentuknya kelompok sosial

Proses pembentukan kelompok sosial tidak terjadi dengan sendirinya, akan tetapi didorong oleh adanya beberapa faktor, antara lain meneruskan keturunan, mempertahankan hidup, saling membutuhkan, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.

a.    Dorongan untuk meneruskan keturunan, merupakan naluri makhluk hidup yang alami. Pada masa awal kehidupan manusia, perkawinan dilakukan secara adat oleh tokoh-tokoh adat dengan sistem tertentu sehingga terbentuklah keluarga-keluarga yang disepakati di dalam suatu kelompok.
b.    Dorongan untuk mempertahankan hidup. Dalam perjalanan hidupnya, kondisi lingkungan alam dan lingkungan sosial telah memaksa manusia untuk bergabung dengan manusia yang lain dalam menghadapi keganasan alam sekitar. Dengan demikian, muncullah kelompok-kelompok sosial berdasarkan letak geografis yang sama, seperti kelompok peramu, kelompok petani, dan kelompok nelayan.
c.    Dorongan saling membutuhkan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia sebagai makhluk sosial menciptakan jaringan sistem ekonomi yang panjang. Pembentukan jaringan ekonomi tersebut memerlukan bantuan dan kebersamaan dengan manusia yang lain.
d.    Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Setiap individu secara naluriah memiliki harapan untuk hidup ke arah yang lebih baik. Pada masyarakat modern memiliki budaya untuk melakukan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang lebih baik sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Berdasarkan dorongan tersebut terbentuklah kelompok-kelompok sosial karena adanya kepentingan yang sama dan mengharuskan manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kelompok sosial tersebut, misalnya serikat buruh dan asosiasi profesi.

Ciri-ciri kelompok sosial

Suatu kelompok manusia dapat disebut sebagai kelompok sosial ketika telah memenuhi kriteria dan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri kelompok sosial tersebut, antara lain:
a.    Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain
b.    Memiliki struktur sosial yang terdiri atas peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam mencapai tujuan kelompok
c.    Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan di antara para anggotanya
d.    Memiliki faktor pengikat, seperti kesamaan nasib, kesamaan kepentingan, kesamaan ideologi, atau kesamaan tujuan
e.    Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya.

Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk membedakan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial yang lainnya. Ciri-ciri yang menjadi faktor pembeda tersebut, antara lain:
a.    Kesadaran akan jenis yang sama
b.    Adanya hubungan sosial
c.    Orientasi pada tujuan yang sudah ditentukan.

Dalam membicarakan kelompok-kelompok sosial haruslah dihindari paham apriori, yaitu paham yang menganggap bahwa kelompok sosial merupakan lawan daripada individu. Keduanya hanya dapat dimengerti bila dipelajari di dalam hubungan antara yang satu dengan yang lain (sebagai pasangan). Pengertian tersebut sangatlah penting untuk mencegah terjadinya pendapat-pendapat yang menyatakan bahwa bentuk-bentuk kelompok sosial tertentu, misalnya publik dan kerumunan merupakan ancaman terhadap kesejahteraan individu. Selain itu, juga harus dihindari suatu prasangka bahwa kelompok sosial hanya semata-mata ditimbulkan karena naluri manusia untuk selalu hidup dengan sesamanya. Pandangan prasangka tersebut keliru karena pada dasarnya kelompok-kelompok sosial merupakan bentuk kehidupan yang nyata di sekitar kita.

Pengertian kelompok sosial

Secara sosiologis, istilah kelompok sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama. Manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Oleh karena itu, terbentuklah suatu interaksi antarindividu yang didasarkan pada persamaan kepentingan bersama. Dari sini, muncullah yang disebut dengan kelompok sosial. Kelompok sosial (social group) merupakan salah satu fokus perhatian dari pusat pemikiran sosiologis. Hal ini dikarenakan titik tolak kelompok sosial adalah kehidupan bersama. Kehidupan bersama ini tercermin di lingkungan sekitar kita, misalnya keluarga. Keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan anak yang memiliki tujuan bersama, yaitu menciptakan keluarga yang harmonis, tenteram, dan sejahtera. Oleh sebab itu, keluarga menjadi cermin sebuah kelompok sosial terkecil yang ada di masyarakat.

Manusia pada umumnya memiliki naluri untuk hidup bersama. Naluri inilah yang mendorong manusia untuk hidup berkelompok dengan manusia lain sehingga terbentuklah kelompok sosial di tengah-tengah masyarakat. Terbentuknya kelompok sosial melalui proses yang panjang. Proses tersebut berjalan dengan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya faktor untuk mempertahankan hidup. Selain itu, kelompok sosial terbentuk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sehingga mengakibatkan adanya pengklasifikasian kelompok sosial. Kelompok sosial yang terbentuk memiliki ciri-ciri tertentu pula. Ciri-ciri tersebut melekat pada aktivitas para anggotanya yang membentuk kelompok tersebut.

Jumat, 24 Mei 2013

Batuan beku, sedimen, dan metamorfik

Kita mengenal 3 jenis batuan, yaitu:
1)    Batuan beku
2)    Batuan sedimen
3)    Batuan metamorfik.

a. Batuan beku
Yang termasuk jenis batuan beku adalah batu apung. Batu apung berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan terapung dalam air. Batu ini cara pembentukannya dari pendinginan cepat lava yang bergelembung-gelembung gas dan terjadi di permukaan bumi.
Batu breksi juga termasuk jenis batuan beku. Batu ini gabungan pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi, misalnya kaca dan kuarsa. Cara terbentuknya bahan-bahan tersebut terlempar tinggi ke udara dan bersatu.

b. Batuan sedimen
Batuan sedimen terdiri dari:
Konglomerat yang berupa kerikil bulat, berbatu-batu dan berpasir yang merekat satu sama lainnya. Cara terbentuknya dari bahan-bahan lepas yang dimampatkan oleh tekanan sedimen dan diikat oleh semen alam.
Batu pasir, jelas terjadi dari butir-butir pasir kuning, merah. Cara terbentuknya dari pasir yang dimampatkan oleh tekanan sedimen dan diikat oleh semen alam.

c. Batu metamorfik
Batu metamorfik terdiri dari:
Batu pualam, campuran warna yang berbeda-beda dapat mempunyai pita-pita warna, kristal-kristal sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi mendesis. Terjadi bila batu kapur terkena tekanan dan suhu yang tinggi.
Batu sabak, berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, hitam, merah, dapat dibelah-belah menjadi lempeng-lempeng tipis, lebih keras dari batu serpih. Terjadi bila batu serpih kena suhu dan tekanan yang tinggi.

Di dalam batu-batuan tertentu ditemukan pula bahan-bahan mineral dari berbagai jenis yang bercampur dengan batuan lainnya. Jika bahan batuan itu memiliki kadar logam yang jumlahnya banyak untuk dipisahkan, maka batuan itu berubah menjadi sumber mineral (bijih tambang), misalnya perak, emas, nikel, tembaga, dan bauksit.

Tanah dan batuan

Tanah dan batuan merupakan bagian dari kerak bumi. Tanah berasal dari pelapukan berbagai macam batuan. Pelapukan terjadi karena suhu, air, tumbuh-tumbuhan, dan bahan kimia. Batuan ada berbagai jenis. Tiap jenis batuan mempunyai sifat dan kegunaannya masing-masing.

Tanah terdiri dari lapisan-lapisan atas, lapisan bawah, lapisan bahan induk, dan lapisan induk.
Lapisan atas warnanya lebih tua dan lebih gembur daripada lapisan bawah.
Tanah berasal dari pelapukan batuan yang terkikis dari gunung-gunung batu.
Pelapukan terjadi karena panas matahari, air, bahan-bahan kimia dan tumbuh-tumbuhan.
Batuan yang telah lapuk dapat terkikis oleh air dan angin. Kerikil, pasir, dan debu yang terjadi dari pengikisan itu mengendap di tempat menjadi batuan endapan.
Lumut disebut tumbuhan perintis, karena lumut adalah salah satu jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat hidup pada batu.
Di dalam tanah banyak hidup hewan dan tumbuhan yang sangat berguna bagi kesuburan tanah.
Tanah yang gundul mudah terkikis oleh air dan angin.
Penggundulan hutan di pegunungan dapat menyebabkan tanah terkikis dan menimbulkan bahaya banjir.
Karena tumbuhan selalu mengambil zat-zat dari dalam tanah, maka zat yang diperlukan makin lama makin berkurang. Untuk menjaga kesuburan tanah pertanian, perlu pemupukan.

Rangkuman
1)    Pelapukan batuan terjadi karena suhu, air, tumbuh-tumbuhan, dan bahan kimia
2)    Pelapukan oleh faktor suhu disebut pelapukan mekanik, oleh faktor kimia disebut pelapukan kimiawi dan karena faktor tumbuhan disebut pelapukan biologi
3)    Tanah berasal dari proses pelapukan batuan
4)    Tanah terdiri dari beberapa lapisan: yaitu lapisan atas, lapisan bawah, lapisan bahan induk dan lapisan induk
5)    Lapisan tanah paling atas disebut tanah humus yang subur
6)    Untuk menjaga kesuburan tanah, perlu diadakan pemupukan
7)    Cacing dapat menyuburkan tanah pertanian
8)    Batuan dibagi menjadi 3 jenis yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorfik
9)    Menurut jenisnya batuan beku dibedakan menjadi 4 yaitu batu breksi, batu obsidian, batu granit, dan batu basalt
10)    Yang termasuk batuan sedimen adalah batuan konglomerat, batu pasir, batu serpih, dan batu kapur
11)    Yang termasuk batuan metamorfik adalah batu pualam, batu sabak dan batu kuarsa
12)    Mineral atau biji tambang yang bermanfaat bagi manusia misalnya perak, emas, nikel, tembaga, dan bauksit
13)    Peristiwa terkikisnya lapisan tanah disebut erosi.

Air

Air sangat penting bagi makhluk hidup. Dalam kehidupannya, manusia sangat bergantung kepada ketersediaan air di bumi. Manusia memanfaatkan air yang berasal dari danau, sungai, air tanah dan air hujan untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan.

Air sangat berguna bagi manusia
Setiap hari air dipakai untuk:
a.    Minum
b.    Mencuci pakaian
c.    Mandi
d.    Memasak makanan.

Sifat-sifat air:
a.    Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
b.    Permukaan air selalu mendatar dan bentuk air selalu sesuai dengan tempatnya
c.    Air memberikan tekanan ke semua arah
d.    Air meresap melalui celah-celah
e.    Air dapat berubah wujud jika dipanaskan atau didinginkan.

Kegunaan air:
a.    Air dapat melarutkan berbagai macam zat
b.    Air dapat digunakan sebagai sumber energi alam. Contoh: untuk irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.

Beberapa macam benda padat jika dimasukkan ke dalam air benda itu akan mengalami peristiwa yang berbeda-beda.
a.    Tenggelam. Benda dapat dikatakan tenggelam bila benda itu turun sampai ke dasar air karena berat jenis benda lebih besar daripada berat jenis air. Misalnya: batu, besi, dan tanah.
b.    Terapung. Benda dapat dikatakan terapung bila benda itu berada di permukaan air karena berat jenis benda lebih kecil daripada berat jenis. Misalnya: gabus tutup botol, kayu, kapal laut.
c.    Melayang. Benda dapat dikatakan melayang bila benda itu berada di antara permukaan dan dasar air karena berat jenis benda sama dengan berat jenis air. Misalnya: kapal selam, juru selam di dalam laut, telur ayam melayang dalam air garam.

Rangkuman:
1)    Air merupakan zat cair
2)    Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
3)    Isi atau besar zat cair tetap, tetapi bentuknya sesuai dengan tempatnya
4)    Air meneruskan tekanan ke semua arah
5)    Air meresap melalui celah-celah yang kecil atau halus
6)    Kapilaritas ialah peristiwa meresapnya benda cair melalui celah-celah kecil
7)    Lubang kapiler ialah celah-celah halus atau kecil yang dapat mengakibatkan terjadinya kapilaritas
8)    Air dapat berubah dalam tiga wujud, yaitu gas, cair, dan padat
9)    Penguapan ialah perubahan wujud cair ke wujud gas
10)    Pengembunan ialah perubahan wujud gas ke wujud cair
11)    Pembekuan ialah perubahan wujud cair ke wujud padat
12)    Pencairan ialah perubahan wujud padat ke wujud cair
13)    Penyubliman ialah perubahan wujud padat ke wujud gas atau perubahan wujud gas ke wujud padat
14)    Embun ialah titik-titik air yang berasal dari uap air
15)    Air dapat melarutkan zat-zat tertentu, tetapi ada zat-zat yang tidak larut dalam air pula
16)    Aliran air dapat menimbulkan tenaga
17)    Makin besar aliran air, makin besar pula tenaga yang dibangkitkannya.

Senin, 20 Mei 2013

Pengaruh Islam di Indonesia

Masuk dan berkembangnya pengaruh Islam ke wilayah Indonesia juga melalui jalur pelayaran dan perdagangan. lebih jauh lagi, sejarah Indonesia mencatat bahwa para pedagang Arab telah melakukan hubungan perdagangan dengan wilayah Indonesia sejak abad ke-7 M yaitu ketika berkuasanya kerajaan Sriwijaya. Terdapat pula berita yang menyatakan bahwa di pusat pemerintahan kerajaan Sriwijaya telah terdapat perkampungan orang Arab, sebagai tempat tinggal sementara sambil menunggu musim berlayar.

Perkembangan pengaruh Islam terhadap wilayah Indonesia semakin bertambah pesat setelah berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudera Pasai. Ketika berdiri kerajaan Samudera Pasai, wilayah Indonesia berada di bawah pemerintahan kerajaan Majapahit, bahkan kerajaan Samudera Pasai juga berada di bawah kekuasaan Majapahit. Tetapi kerajaan Samudera Pasai tetap diberikan kesempatan berkembang. Hal ini merupakan cermin dari Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi tetap satu) yang terdapat dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.

Pengaruh Islam juga besar peranannya dalam bidang kehidupan masyarakat Indonesia khususnya dalam bidang sosial-budaya. Pengaruh Islam dalam bidang sosial budaya tercermin dengan dihapuskannya tingkatan-tingkatan atau kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu dinyatakan bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama. Pengaruh Islam juga terlihat dari banyaknya gubahan-gubahan sastra yang berasal dari sastra Hindu dikembangkan pada masa kekuasaan Islam. Dalam seni bangunan terjadi akulturasi antara budaya Hindu dan budaya Islam yang terlihat pada atap masjid yang bertumpang.

Pengertian prasasti

Prasasti adalah salah satu rekaman tertulis tentang masa lampau. Prasasti menulis suatu peristiwa yang cukup penting pada masa prasasti itu ditulis atau dibuat. Pembuatan prasasti selalu didasarkan pada perintah raja. Tujuannya adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan.

Contoh prasasti yang berhasil ditemukan di wilayah Indonesia dan terkait dengan suatu peristiwa penting yang terjadi pada masa lalu itu diantaranya:
1)    Prasasti Yupa dari kerajaan Kutai. Prasasti ini dibuat dalam rangka upacara penghormatan terhadap para pendahulu dan pemberian hadiah kepada para pendeta atau kaum Brahmana yang memimpin upacara tersebut.
2)    Prasasti Tugu dari kerajaan Tarumanegara. Prasasti ini dibuat untuk memperingati keberhasilan Raja Purnawarman membuat saluran irigasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
3)    Prasasti Ratu Boko dari kerajaan Syailendra. Prasasti ini dibuat atas perintah Raja Balaputra Dewa, yang bertujuan untuk mengenang kekalahan Raja Balaputra Dewa dalam perang saudara melawan kakanya yang bernama Putri Pramodhawardhani. Karena kekalahan itu, Raja Balaputra Dewa lari ke kerajaan Sriwijaya.
4)    Prasasti Ligor dari Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini dibuat sebagai tanda bahwa kerajaan Sriwijaya telah membangun ibu kota baru di Semenanjung Malaya yang bernama Ligor.
5)    Prasasti Canggal dari kerajaan Mataram Hindu. Prasasti ini dibuat atas perintah Raja Sanjaya. Prasasti ini merupakan peringatan bahwa kerajaan Mataram Hindu berhasil didirikan oleh Raja Sanjaya di sekitar Jawa Tengah.
6)    Prasasti Kalasan dari kerajaan Syailendra. Prasasti ini menyebutkan seorang raja dari dinasti Syailendra yang berhasil menunjuk Rakai Panangkaran untuk membuat sebuah bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta.
7)    Prasasti Mantyasih dari kerajaan Mataram. Prasasti ini dibuat atas perintah Raja Diah Balitung. Prasasti itu menyebutkan daftar raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Mataram, yaitu mulai dari Raja Sanjaya sampai Raja Diah Balitung.

Pengertian mitologi dan legenda

Mitologi adalah ilmu tentang kesusastraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa, dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Atau suatu cerita tentang kehidupan suatu bangsa pada masa lampau yang memiliki hubungan erat dengan para dewa dan para pahlawannya. Mitologi juga berarti cerita tentang asal mula alam semesta, manusia, dan bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang sangat dalam. Setiap suku bangsa yang berada di wilayah Indonesia memiliki mitologi. Cerita yang dimilikinya biasanya terkait dengan sejarah kehidupan masyarakat di suatu daerah, misalnya tentang awal mula masyarakat menempati daerah itu. Umumnya dimitoskan bahwa ada tokoh yang kuat dan sakti yang dulu memimpin masyarakat menempati daerah itu.

Legenda adalah sebuah cerita rakyat pada masa lalu yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dengan dongeng-dongeng, seperti cerita tentang terbentuknya suatu negeri, danau, gunung, dan lain sebagainya. Legenda sebagai suatu cerita telah menjadi cerita rakyat dan setiap daerah di Indonesia memilikinya. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun. Legenda biasanya berisi petuah atau petunjuk mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Dalam legenda dimunculkan berbagai sifat dan karakter manusia dalam menjalani kehidupannya, yaitu sifat yang baik dan sifat yang buruk, sifat yang benar dan sifat yang salah, untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman bagi generasi selanjutnya. Contoh legenda yang terkenal diantaranya adalah legenda Banyuwangi, Gunung Tangkuban Perahu, Danau Toba, dan lain-lain.

Minggu, 19 Mei 2013

Jenis-jenis sejarah

Jenis-jenis sejarah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1)    Sejarah lokal. Mengandung suatu pengertian bahwa suatu peristiwa yang telah terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar ke daerah yang lainnya. Peristiwa itu muncul hanya di daerah yang bersangkutan saja.
2)    Sejarah nasional. mengandung suatu pengertian bahwa suatu peristiwa yang telah terjadi mencakup kawasan yang lebih luas dari sejarah lokal. Sejarah nasional meliputi suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu negara dan dapat mempengaruhi kehidupan bangsanya dalam berbagai sektor seperti sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya.
3)    Sejarah dunia. Mengandung suatu pengertian bahwa suatu peristiwa yang terjadi dapat mempengaruhi perkembangan dunia internasional. Peristiwa yang terjadi dapat meliputi berbagai masalah dari beberapa negara.
4)    Sejarah geografi. Geografi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi. Pembahasan dalam geografi menyangkut tentang geologi (ilmu tanah), flora (ilmu tumbuhan), fauna (ilmu hewan), dan manusia. Masalah sejarah juga memiliki keterkaitan dengan masalah geografi. Karena sejarah membahas masalah-masalah atau peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, maka untuk menjawab suatu pertanyaan tentang lokasi suatu peristiwa, secara langsung atau tidak langsung para ahli mengaitkannya dengan tempat atau lokasi kejadiannya. Untuk menentukan tempat kejadian itu, ilmu geografi tidak dapat ditinggalkan, karena para ahli akan mempertanyakan tentang mengapa di tempat tersebut terjadi suatu peristiwa sejarah.
5)    Sejarah ekonomi. Sejarah ekonomi bangsa berkembang dari tingkat ekonomi yang sangat sederhana ke tingkat ekonomi yang lebih luas lagi, bahkan tidak pernah tertinggal dengan masalah-masalah nasional dan internasional.
6)    Sejarah ketatanegaraan dan politik pemerintahan.
7)    Sejarah sosial. Bicara tentang sejarah sosial, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena masalah-masalah sosial yang menjadi pendorong munculnya suatu peristiwa bersejarah mulai berkembang di masyarakat.

Pengertian historiografi

Historiografi merupakan suatu penulisan sejarah. Historiografi bermula dari pertanyaan dan berkembang menuju peningkatan kematangan pertanyaan historis yang diajukan. Tetapi hal itu pun belum mencakup semua aspek permasalahan. Dari manakah pertanyaan yang ditanyakan itu berasal? Pertanyaan yang didorong oleh rasa ingin tahu, hanyalah akan menghasilkan historiografi yang bersifat akurat, keunggulan jawaban berhenti dengan kenikmatan. Tidak salah secara moral maupun secara ilmiah. Bahkan sejarah sebagai suatu usaha untuk merekonstruksikan aspek-aspek tertentu dari kelampauannya, ternyata adalah gagasan yang relatif baru dalam sejarah historiografi. Penulisan sejarah dalam historiografi lebih merupakan ekspresi budaya daripada usaha untuk merekam masa lalu.

Oleh karena itu, historiografi ialah ekspresi budaya dan pantulan dari keprihatinan sosial masyarakat atau kelompok sosial yang menghasilkannya. Historiografi yang dihasilkan oleh para literatur yang dipelihara oleh penguasa, tentu saja dapat memperkuat legitimasi serta mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologi kekuasaan. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai penulisan sejarah tradisional di tanah air kita. historiografi merupakan rekaman tentang segala sesuatu yang pantas dicatat sebagai bahan pelajaran tentang perilaku yang baik dan lumrah.

Historiografi tradisional memantulkan pandangan dunia dari masyarakat yang menghasilkannya. Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi referensi dalam usaha para pendukungnya untuk mengerti dan memenuhi realitas yang berkembang di sekitarnya. Dengan kata lain, historiografi tradisional merupakan pancaran dari kesadaran tentang segala hal yang wajar dan dapat berfungsi sebagai kerangka untuk memberi interpretasi terhadap situasi.

Pengertian kitab

Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lalu yang dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk menyingkapkan suatu peristiwa sejarah. Kerajaan-kerajaan besar di masa lampau memberikan kedudukan yang istimewa kepada para pujangga. Namun tulisan-tulisan para pujangga itu tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan, sehingga tulisan itu seringkali tidak netral. Tidak mengherankan, isi tulisannya tidak lebih dari sekedar mengagungkan seorang raja yang sedang berkuasa.

Kitab sebagai karya sastra telah muncul pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Beberapa kitab yang penting di antaranya:
1)    Kitab Krisnayana; berasal dari zaman kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Jayawarsa.
2)    Kitab Bharatayuda; berasal dari zaman kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Jayabaya yang ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
3)    Kitab Arjuna Wiwaha; berasal dari zaman kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Jayabaya yang ditulis oleh Mpu Kanwa. Dalam kitab ini diceritakan kisah perkawinan Raja Airlangga dengan putri kerajaan Sriwijaya.
4)    Kitab Pararaton; berasal dari zaman kerajaan Singasari dan Majapahit, yang ditulis oleh beberapa pujangga dan menceritakan tentang kekuasaan kerajaan Singasari dan Majapahit.
5)    Kitab Parahyangan dan Kitab Siksakand; berasal dari kerajaan Pajajaran.
6)    Kitab Negara Kertagama; berasal dari kerajaan Majapahit yang ditulis oleh Mpu Prapanca.
7)    Kitab Sutasoma; berasal dari zaman kerajaan Majapahit, yang ditulis oleh Mpu Tantular.
8)    Kitab Sundayana; berasal dari kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang peristiwa Bubat.
9)    Kitab Sorandaka dan Kitab Ranggalawe; kedua kitab ini berasal dari kerajaan Majapahit, yang menceritakan tentang pemberontakan yang dilakukan oleh Sora dan Ranggalawe.
10)    Kitab Panjiwijayakrama; berasal dari kerajaan Majapahit, yang menceritakan tentang perjalanan Raden Wijaya sampai menjadi raja Majapahit yang pertama.

Selain kitab-kitab tersebut, juga terdapat kitab-kitab suluk (kitab primbon). Kitab jenis ini bercorak magis, berisi ramalan, penentuan hari baik dan buruk, dan pemberian makna terhadap suatu kejadian.

Ada beberapa kitab suluk, yaitu:
1)    Suluk Sukarsa; kitab ini menceritakan seseorang (Ki Sukarsa) yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan.
2)    Suluk Wujil; kitab ini berisi wejangan-wejangan Sunan Bonang kepada Wujil (Wujil adalah seorang yang kerdil dan bekas abdi Raja Majapahit).
3)    Suluk Malang Sumirang; kitab ini berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Jenis manusia purba di Indonesia

Berdasarkan penemuan para ahli dapat diketahui adanya beberapa jenis manusia purba yang berhasil ditemukan di Indonesia, di antaranya adalah:

Meganthropus Paleojavanicus
Meganthropus berarti manusia besar. Fosil ini ditemukan di Sangiran oleh von Koenigswald pada tahun 1941 berupa sebagian rahang bawah yang jauh lebih besar dan kuat dari Pithecanthropus erectus. Para ahli memperkirakan bahwa fosil ini adalah makhluk tertua yang pernah hidup di Pulau Jawa.

Pithecanthropus
Pithecanthropus berarti manusia kera. Fosil jenis pithecanthropus ini ditemukan di Trinil Desa Ngawi, Perning daerah Mojokerto, Sangiran, Kedung Brubus, Sambung Macan, dan Ngandong.

Eugene Dubois menyimpulkan bahwa fosil ini memiliki volume otak 900 cc yang lebih kecil dibandingkan dengan volume otak manusia yang di atas 1000 cc dan volume otak kera yang tertinggi hanya 600 cc. Volume otak dari fosil itu berada di antara volume otak kera dan manusia. Oleh karena itulah, fosil ini disebut pithecanthropus yang berarti manusia kera.

a) Pithecanthropus erectus
Pithecanthropus erectus berarti manusia kera yang sudah dapat berjalan tegak. Penelitian itu didasarkan pada penemuan tulang rahang, dua geraham, bagian atas tengkorak, dan tulang paha kiri. Volume otaknya berada di antara volume otak kera dan manusia. Tulang paha menunjukkan bahwa makhluk itu sudah berjalan tegak. Itulah sebabnya, Eugene Dubois menyimpulkan bahwa hasil temuannya itu disebut pithecanthropus erectus yang berarti manusia kera yang sudah dapat berjalan tegak.

b) Pithecanthropus mojokertensis
Pithecanthropus mojokertensis berarti manusia kera dari Mojokerto. Fosil ini ditemukan dan diteliti oleh von Koenigswald antara tahun 1936-1941, di daerah Perning, Mojokerto. Hasil penemuannya berupa tengkorak anak-anak. Von Koenigswald memperkirakan tengkorak anak yang ditemukan itu adalah fosil yang berasal dari anak-anaknya pithecanthropus.

c) Pithecanthropus soloensis
Pithecanthropus soloensis berarti manusia kera dari Solo. Fosil ini ditemukan di daerah Ngandong, lembah sungai Bengawan Solo antara tahun 1931-1934. Hasil penemuannya berupa 11 buah fosil tengkorak, tulang rahang, dan gigi. Fosil ini diteliti oleh von Koenigswald dan Weidenrich. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dari makhluk pithecanthropus erectus.

Sabtu, 18 Mei 2013

Pengertian animisme

Setelah kepercayaan masyarakat terhadap roh nenek moyang berkembang, kemudian muncul kepercayaan yang bersifat animisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan masyarakat terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa.

Awal munculnya kepercayaan yang bersifat animisme ini didasari oleh berbagai pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, pada daerah di sekitar tempat tinggalnya terdapat sebuah batu besar. Masyarakat yang melewati batu besar itu baik siang maupun malam mendengar keganjilan-keganjilan seperti suara minta tolong, memanggil-manggil namanya, dan lain sebagainya. Tetapi begitu dilihat, mereka tidak menemukan adanya orang yang dimaksudkan. Peristiwa ini kemudian terus berkembang hingga masyarakat menjadi percaya bahwa batu yang dimaksudkan itu mempunyai roh atau jiwa.

Di samping itu, muncul suatu kepercayaan di tengah-tengah masyarakat terhadap benda-benda pusaka yang dipandang memiliki roh atau jiwa. Misalnya sebilah keris, tombak atau benda-benda pusaka lainnya. Masyarakat banyak yang percaya bahwa sebilah keris pusaka memiliki roh atau jiwa, sehingga benda-benda seperti itu dianggap dapat memberi petunjuk tentang berbagai hal yang berkembang dalam masyarakat.

Kepercayaan seperti itu masih terus berkembang dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang ini. Bahkan bukan hanya pada daerah-daerah pedesaan, melainkan juga berkembang dan dipercaya oleh masyarakat di berbagai kota.

Selain benda-benda tersebut di atas, terdapat banyak hal yang dipercaya oleh masyarakat yang dipandang memiliki roh atau jiwa, antara lain bangunan gedung tua, bangunan candi, pohon besar, dan lain sebagainya.

Zaman logam

Disebut sebagai zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam. Pada zaman logam, masyarakat mulai mempergunakan alat-alat atau peralatan yang terbuat dari logam. Namun tidak semua manusia memiliki keahlian membuat peralatan dari logam.

Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan teknik-teknik a cire perdue. Caranya, benda yang dikehendaki dibuat dulu dari lilin, lengkap dengan bagian-bagiannya. Lilin tersebut dibungkus dengan tanah dan selanjutnya dipanaskan sehingga lilin menjadi cair. Selanjutnya, logam cair dituangkan ke dalam tanah yang telah terbentuk dan setelah dingin, tanah dipecahkan sehingga terbentuklah peralatan yang dikehendaki.

Zaman logam terbagi menjadi zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi.

1) Zaman tembaga
Zaman tembaga merupakan zaman awal manusia mengenal peralatan dari logam. Namun, zaman tembaga ini tidak pernah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Zaman tembaga berkembang di luar wilayah Indonesia seperti di Semenanjung Malaka, Kamboja, Muangthai, dan Vietnam.

2) Zaman perunggu
Pada zaman perunggu manusia sudah mampu membuat alat-alat dari perunggu, yaitu logam campuran antara timah dan tembaga. Pada zaman ini peralatan yang dikenal luas adalah kapak perunggu. Di samping itu, ada peralatan berupa tombak besar bermata lebar seperti kapak. Tombak itu sangat indah dan kemungkinan dipergunakan sebagai benda-benda upacara. Benda zaman perunggu lainnya adalah nekara. Nekara juga dipergunakan sebagai benda-benda upacara, misalnya untuk memohon turun hujan.

3) Zaman besi
Pada zaman besi manusia telah dapat mengolah bijih-bijih besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh manusia itu sendiri. tingkat kehidupan manusia pada zaman besi ini sudah jauh lebih baik dari tingkat kehidupan manusia dari zaman sebelumnya.

Zaman Neolitikum

Pada zaman Neolitikum manusia sudah hidup menetap dan telah memiliki tempat tinggal. Bahkan mereka telah hidup dari hasil bercocok tanam. Alat-alat kebudayaan yang dimiliki sudah halus dan sempurna. Peralatan zaman Neolitikum dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu kapak persegi dan kapak lonjong.

Kapak persegi
Nama “kapak persegi” diberikan oleh van Heine Heldern. Pemberian nama kapak persegi ini berdasarkan penampang alang dari alat-alat yang berupa persegi panjang dan trapesium. Kapak persegi ini berasal dari daratan Asia dan menyebar ke Indonesia melalui jalan barat.

Bahan dari kapak persegi adalah batu api kalsedon. Tempat-tempat pembuatan kapak persegi di Indonesia ditemukan di lereng selatan Gunung Ijen (Jawa Timur). Di samping kapak persegi, juga terdapat kapak batu, yang hanya ditemukan beberapa buah di Minahasa.

Kapak lonjong
Penamaan kapak lonjong ini didasarkan pada penampang alangnya yang berbentuk lonjong atau bundar telur. Ujung yang lancip ditempatkan pada tangkai ujung lainnya diasah sampai tajam. Kapak lonjong juga biasa dipergunakan untuk upacara. Kapak untuk keperluan upacara biasanya dikerjakan lebih halus.

Kapak lonjong mempunyai berbagai ukuran, yang besar bernama walzenbeil dan yang kecil bernama kleibeil. Kapak lonjong walzenbeil banyak ditemukan di kepulauan Tanimbar, Seram dan sekitarnya.

Tempat penemuan kapak lonjong adalah Seram, Gerong, Tanimbar, Leti, Minahasa, Kalimantan, dan sekitarnya. Kapak lonjong ini biasanya dinamakan Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di daerah Papua.

Zaman Mesolitikum

Kjokkenmoddinger merupakan corak istimewa dari zaman Mesolitikum. Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur yang ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatra. Kehidupan masyarakatnya terutama dari hasil menangkap siput dan kerang.

Kjokkenmoddinger diteliti oleh Dr. P.V. van Stein Callenfels pada tahun 1925. Ia melakukan penelitian terhadap sampah dapur yang terdiri dari kulit kerang dan siput setinggi 7 meter. Sampah dapur dengan ketinggian seperti itu tentu mengalami proses yang cukup lama pembentukannya dan mungkin mencapai ratusan bahkan ribuan tahun.

Pada tempat itu banyak ditemukan benda-benda kebudayaan seperti kapak genggam yang jauh berbeda dengan kapak genggam dari zaman Paleolitikum. Kapak genggam dari zaman Mesolitikum ini disebut dengan nama pebble atau kapak genggam Sumatera, sesuai dengan tempat penemuannya.Kapak ini terbuat dari batu kali yang dibelah, serta masih kasar yang dikerjakan menurut keperluannya.

Hasil penemuan lain pada zaman Mesolitikum adalah abris sous roche. Abris sous roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal. Goa ini menyerupai ceruk batu karang yang dipergunakan sebagai perlindungan terhadap hujan dan panas. Pada goa ini juga ditemukan peninggalan-peninggalan kebudayaan dari jenis-jenis kebudayaan Paleolitikum sampai Neolitikum. Namun, benda-benda yang ditemukan itu sebagian besar dari zaman Mesolitikum.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Penyebaran kapak genggam Sumatera dan kapak pendek itu mendorong para ahli untuk melakukan berbagai bentuk penelitian sampai ke daerah Teluk Tonkin, daerah Yunan Selatan. Pada daerah Bacson-Hoabinh ini banyak ditemukan alat-alat kebudayaan yang memiliki persamaan dengan alat-alat kebudayaan yang ditemukan di wilayah Indonesia, sehingga banyak para ahli menafsirkan bahwa daerah Bacson-Hoabinh itu merupakan pusat kebudayaan prasejarah yang ditemukan di Indonesia.

Jumat, 17 Mei 2013

Zaman Paleolitikum

Zaman Paleolitikum berlangsung sangat lama, yaitu kira-kira 600.000 tahun. Pada zaman ini manusia berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya atau mempertahankan hidupnya dari segala macam bahaya, baik bahaya yang datang dari alam maupun dari kelompok manusia yang lainnya.

Berdasarkan penemuan fosil-fosil manusia purba, jenis manusia purba yang hidup pada zaman Paleolitikum adalah Pithecanthropus erectus, Homo wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Homo soloensis. Fosil-fosil ini ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.

Kebudayaan zaman Paleolitikum yang ditemukan di wilayah Indonesia dianggap sebagai kebudayaan tertua di Indonesia. Nama kebudayaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan kebudayaan tersebut, yaitu daerah Pacitan dan Ngandong.

Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat-alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan. Kapak genggam yang ditemukan itu berbentuk kapak, tetapi tidak bertangkai. Para ahli menyebut alat-alat dari Pacitan ini dengan nama chopper (artinya alat penetak). Alat ini berasal dari lapisan Trinil (Pleistosin Tengah).

Selain di Pacitan, alat-alat dari zaman Paleolitikum juga ditemukan di daerah Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatra Selatan).

Kebudayaan Ngandong
Para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang, kapak genggam, alat penusuk dari tanduk rusa, dan ujung tombak yang bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo. Alat-alat ini termasuk hasil kebudayaan Ngandong.

Selain itu, dekat Sangiran ditemukan alat-alat yang sangat kecil dari batu-batu indah. Alat-alat kecil ini diberi nama flakes (serpih-bilah). Flakes juga ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan). Flakes yang ditemukan di daerah Cabbenge ini terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon.

Kebudayaan dari zaman kebudayaan Ngadong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan yang ditemukan di Goa Leang PattaE (Sulawesi Selatan).

Zaman batu

Disebut zaman batu karena sebagian besar alat-alat penunjang kehidupan manusia, misalnya untuk mencari dan mengolah makanan masih terbuat dari batu. Dari alat-alat tersebut dapat diketahui bagaimana cara kehidupan mereka atau bagaimana mereka mengatur masyarakat. Akan tetapi, tidak berarti pada waktu itu alat-alat mereka hanya terbuat dari batu. Ada juga alat yang terbuat dari bambu atau kayu. Namun, bekasnya tidak dapat ditemukan lagi karena bahan dari bambu atau bahan dari kayu tidak bertahan lama seperti halnya batu.

Zaman batu ini dibagi menjadi beberapa zaman, yakni Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum.

1) Zaman Paleolitikum
Zaman Paleolitikum ditandai dengan kebudayaan manusia yang masih sangat primitif dan sederhana. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolitikum adalah hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden), berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan bahan makanan yang bisa diperoleh langsung dari alam (food gathering).

2) Zaman Mesolitikum
Pada zaman Mesolitikum kehidupan manusia tidak jauh berbeda dengan zaman Paleolitikum, yaitu berburu dan menangkap ikan. Namun, pada zaman ini manusia sudah mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Mereka memilih tempat tinggalnya di tepi pantai dan di goa-goa. Pada tempat-tempat inilah banyak ditemukan bekas-bekas kebudayaan manusia dari zaman Mesolitikum.

3) Zaman Neolitikum
Kebudayaan-kebudayaan yang berasal dari zaman Neolitikum berhasil ditemukan di Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Kebudayaan Neolitikum merupakan revolusi dari kebudayaan food gathering menjadi food producing.

4) Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu.

Negara yang menganut paham liberalisme dan komunisme

Negara yang menganut paham liberalisme
Paham liberalisme terlaksanakan di Eropa Barat, Amerika Serikat atau beberapa negara Asia, tampak hal-hal yang tidak sesuai, seperti:
a.    Paham liberalisme menghendaki kekuasaan mutlak mayoritas daripada minoritas sehingga menimbulkan penindasan dari yang kuat kepada yang lemah.
b.    Keputusan yang diambil dengan suara terbanyak dapat menimbulkan perasaan tidak adil, khususnya dari golongan yang aspirasinya tidak tertampung (golongan minoritas).
c.    Diakuinya partai oposisi dan mosi tidak percaya dapat melakukan pemerintahan yang tidak stabil.
d.    Kebebasan yang tidak terkendali dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
e.    Di bidang ekonomi, persaingan bebas akan sangat mematikan orang atau golongan ekonomi lemah. Akibatnya, jurang pemisah atau kesenjangan sosial antara orang yang kaya dan yang miskin semakin lama semakin lebar. Di samping itu, kurangnya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi pada hakekatnya bertentangan dengan prinsip negara kesejahteraan (welfare state) yang menghendaki pemerintah untuk mengatur jalannya perekonomian masyarakat demi kesejahteraan rakyat.
f.    Paham liberalisme dapat menghasilkan manusia egois (individualis) jauh dari sifat kekeluargaan dan gotong royong.

Negara yang menganut paham komunisme
Paham komunisme dahulu banyak dianut oleh negara Eropa Timur, Uni Soviet dan beberapa negara Amerika Latin, Afrika dan Asia. Namun sekarang sebagian besar negara tersebut telah meninggalkannya. Banyak hal yang tidak sesuai, seperti:
a.    Karena pemerintahan dilaksanakan menurut konsep diktator proktariat, hak politik rakyat tidak dapat dilaksanakan dengan baik (tirani minoritas atau mayoritas). Hal ini tidak demokratis sehingga melanggar hak asasi manusia.
b.    Dalam masalah ekonomi, karena semua telah diatur secara totaliter dari pusat, rakyat menjadi pasif. Akibatnya, kegiatan ekonomi menjadi tidak bergairah dan akhirnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipicu. Bahkan, kenyataannya sekarang sistem perekonomian komunis gagal mewujudkan ambisinya, yaitu menciptakan masyarakat yang makmur, sama rata sama rasa.
c.    Manusia hanya diakui sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, ia harus sanggup mengorbankan apa saja demi kepentingan bersama. Hal itu jelas bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.
d.    Paham komunisme tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan melarang keberadaan agama. Hal itu bukan saja menyesatkan dan menjerumuskan rakyat ke lembah hina dan derita, tetapi juga bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk religius.

Ciri-ciri ideologi liberalisme dan komunisme

Ciri-ciri ideologi liberalisme adalah sebagai berikut:
a.    Bidang ekonomi menganut paham kapitalisme. Perekonomian diserahkan kepada kepentingan perorangan sehingga menimbulkan pertentangan dan ketimpangan karena yang kaya makin kaya dan yang miskin makin bertambah miskin. Ekonomi liberal-kapitalisme memberikan kemerdekaan dan kekayaan kepada sekelompok kecil masyarakat saja, tidak kepada rakyat banyak.
b.    Bidang politik menonjolkan individu artinya bisa saja orang menuntut sesuatu kepada negara atas dasar prinsip liberal. Keadaan itu menjadikan kehidupan politik menjadi labil sehingga pemerintahan sering berganti. Selain itu didukung serta adanya partai oposisi (partai yang kalah dalam pemilu) yang tugasnya mengawasi dan mengevaluasi pemerintah (partai yang berkuasa).
c.    Bidang sosial budaya, anggota masyarakatnya bersifat individual dan sangat mementingkan prestasi pribadi.
d.    Bidang agama, mengenal paham sekuler, artinya negara tidak ikut campur atau menomorduakan dalam urusan agama sebab agama adalah urusan masing-masing pribadi dan lembaga keagamaannya.

Ciri-ciri ideologi komunisme adalah sebagai berikut:
a.    Bidang ekonomi memberlakukan sistem ekonomi yang dikuasai oleh negara. Seluruhnya terpimpin dari pusat (etatisme). Sistem ini tidak berhasil memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat karena mengabaikan hak asasi manusia.
b.    Bidang politik, memberlakukan iklim ketertutupan. Kelompok yang berkuasa adalah para pucuk pimpinan partai komunis. Di negara komunis hanya ada satu partai yaitu partai komunis. Kebebasan terhambat sehingga hak-hak politik rakyat terkekang dan rakyat hanya sebagai objek negara sehingga banyak menimbulkan berbagai macam kekhawatiran.
c.    Bidang sosial memberlakukan doktrin bahwa semua orang harus merasakan sama rata sama rasa. Masyarakat hanya mengenal satu kelas sosial dengan cita-cita semuanya merasakan hak dan kewajiban yang sama.
d.    Tidak percaya dan tidak mengenal adanya Tuhan.

Selasa, 14 Mei 2013

Pengertian manajemen menurut para ahli

Manajemen sebagai ilmu
1)    Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo. Manajemen adalah menyelenggarakan sesuatu dengan menggerakkan orang-orang, uang, mesin-mesin, dan alat-alat sesuai dengan kebutuhan.
2)    Dr. Sondang P. Siagian, MPA. Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
3)    Drs. Karnadi Wargasasmita. Manajemen adalah mengatur, mengurus, memimpin, mengawasi pekerjaan-pekerjaan ke arah tujuan usaha.
4)    Drs. The Liang Gie. Manajemen adalah proses yang menggerakkan tindakan-tindakan dalam usaha kerjasama manusia, sehingga tujuan yang telah ditentukan benar-benar tercapai.

Beberapa definisi manajemen yang dikemukakan oleh sarjana-sarjana barat, antara lain:
1)    Webster’s Dictionary. Manajemen adalah tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan administrasi.
2)    Harold Koontz dan O’Donnell. Manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan-kegiatan dari pada orang lain.
3)    John D. Millet. Manajemen adalah proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kerja terhadap orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mencapai suatu tujuan.
4)    George R. Terry. Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.
5)    Frederick w. Taylor. Beliau mengungkapkan empat prinsip manajemen penting, yaitu:
a.    Pengembangan metode kerja terbaik
b.    Pemilihan serta pengembangan pekerja-pekerja
c.    Usaha menghubungkan metode kerja terbaik dengan pekerja yang terpilih dan terlatih
d.    Adanya kerjasama antara manajer dan non manajer, kerjasama mana melalui pembagian kerja, dan tanggung jawab manajer untuk merencanakan pekerjaan.
6)    Henry Fayol. Ia menekankan pada pandangannya tentang manajemen sebagai suatu hal yang terdiri dari fungsi-fungsi.

Unsur-unsur manajemen
Terdapat 6 unsur, yaitu;
1)    Tenaga kerja manusia
2)    Uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan
3)    Cara kerja atau sistem kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan
4)    Bahan-bahan yang diperlukan
5)    Mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan
6)    Pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi).

Tingkatan manajemen
Menurut tingkatannya, manajemen dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan yaitu:
1.    Manajemen puncak
2.    Manajemen menengah
3.    Manajemen bawah.

Senin, 13 Mei 2013

Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan yang memperoleh modal dengan mengeluarkan sero atau saham, dimana setiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham, serta bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan.

Mendirikan PT harus dengan akta notaris dan harus ada ijin (persetujuan dari menteri kehakiman) dan PT tersebut harus diumumkan dalam berita negara (lembaran berita negara), sehingga PT berbentuk badan hukum.

Dalam akte pendiriannya, harus termuat:
1)    Nama PT dan tujuannya tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum
2)    Nama-nama pendiri PT serta alamatnya
3)    Tempat kedudukan PT
4)    Jumlah modal PT
5)    Anggaran dasar PT.

Modal yang disebutkan dalam anggaran dasar terdiri dari:
1)    Modal statuter yaitu modal yang tercantum dalam neraca PT
2)    Modal yang ditempatkan yaitu sebanyak 20% dari modal statuter harus sudah terjual
3)    Modal yang disetor yaitu modal yang harus disetor ke kas PT, minimal 10% dari modal statuter.

Dalam PT ada tiga badan yang menentukan kelancaran jalannya kehidupan PT, yaitu:
1)    Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempunyai kekuasaan tertinggi dalam PT. RUPS inilah yang berhak memilih dan mengangkat serta menetapkan gaji direksi maupun dewan komisaris
2)    Direksi (direktur utama) adalah seseorang yang memimpin dan bertanggungjawab atas jalannya PT
3)    Dewan komisaris adalah orang-orang yang dipilih para pesero (biasanya pesero yang memiliki sero terbanyak). Tugas komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasihat kepada direksi.

Kebaikan Perseroan Terbatas antara lain:
-    Tanggung jawab pesero terbatas
-    Kebutuhan akan pengembangan modal mudah terpenuhi
-    Kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin
-    Lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit
-    Efisiensi di bidang kepemimpinan
-    Lebih mampu memperhatikan nasib buruh dan karyawan.

Sedangkan keburukan Perseroan Terbatas antara lain:
-    Perhatian pesero terhadap PT kurang
-    Biaya dalam PT lebih besar (biaya pendirian, biaya organisasi, dan biaya pajak perseroan)
-    Memimpin PT lebih sulit dari pada perusahaan bentuk lain.

Minggu, 12 Mei 2013

Teori pertumbuhan ekonomi menurut aliran historis

Menurut Friederich List perkembangan ekonomi ditinjau dari teknik produksi sebagai sumber penghidupan. Tahapan pertumbuhan ekonominya antara lain:
Masa berburu atau mengembara, masa beternak atau bertani, masa bertani dan kerajinan, masa kerajinan industri dan perdagangan.
Buku hasil karyanya berjudul Das Nationale System der Politischen Oekonomie (1840).

Menurut Bruno Hildebrand, perkembangan ekonomi ditinjau dari cara pertukaran (tukar-menukar) yang digunakan dalam masyarakat. Tahap pertumbuhan ekonominya:
Masa pertukaran dengan natura (barter), masa pertukaran dengan uang, dan masa pertukaran dengan kredit atau giral.
pendapatnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Die National Ekonomie der gegenwart und Zukunfit (1848).

Menurut Karl Bucher, perkembangan ekonomi ditinjau dari jarak antara produsen dengan konsumen. Tahap pertumbuhan ekonominya antara lain:
Rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga bangsa dan rumah tangga dunia.

Menurut Werner Sombart, perkembangan ekonomi ditinjau dari susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Tahapan pertumbuhan ekonominya sebagai berikut:
1)    Zaman perekonomian tertutup, zaman perekonomian kerajinan dan pertukangan, zaman perekonomian kapitalis (kapitalis purba, madya, raya dan akhir).
2)    Karyanya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Der Moderne Kapitalismus (1927).

W.W. Rostow dalam bukunya yang berjudul The Stage of Economic Growth membagi pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahap atas dasar kemajuan tingkat teknologi.
Kelima tahap itu adalah: masyarakat tradisional, prasyarat lepas landas, lepas landas, gerakan ke arah kedewasan dan tahap konsumsi tinggi.

Sabtu, 11 Mei 2013

Teori pertumbuhan ekonomi neo klasik

Teori pertumbuhan ekonomi neo klasik menurut Joseph Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam ekonomi, sehingga tingkat pertumbuhan perekonomian suatu negara terjadi jika para pengusaha terus menerus mengadakan inovasi dan mampu mengadakan kombinasi baru atas investasinya atau proses produksinya, diantaranya:
1)    Penggunaan teknik produksi yang baru
2)    Penemuan bahan dasar yang baru
3)    Pembukaan daerah pemasaran yang baru
4)    Penggunaan manajemen yang baru
5)    Penggunaan teknik pemasaran yang baru.

Dalam analisis teori pertumbuhan ekonomi menurut teori Harrod – Domar, bertujuan untuk menjelaskan syarat yang harus dipenuhi supaya perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh (steady growth) dalam jangka panjang. Asumsi yang digunakan oleh Harrod – Domar adalah teori pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:
1)    Tahap awal perekonomian telah mencapai tingkat full employment
2)    Perekonomian terdiri dari sektor rumah tangga (konsumen) dan sektor perusahaan (produsen)
3)    Fungsi tabungan dimulai dari titik nol, sehingga besarnya tabungan proporsional dengan pendapatan
4)    Hasrat menabung batas (marginal propencity to save) besarnya tetap
5)    Sehingga menurut Harrod – Domar, pertumbuhan ekonomi yang teguh akan mencapai kapasitas penuh (full capacity) dalam jangka panjang.

Menurut teori Sollow – Swan, ada 4 anggapan dasar dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi, yaitu:
1)    Tenaga kerja (penduduk) tumbuh dengan laju tertentu
2)    Fungsi produksi Q = f (K,L) berlaku bagi setiap periode (K: Kapital, L: Labour)
3)    Adanya kecenderungan menabung dari masyarakat
4)    Semua tabungan masyarakat diinvestasikan.